32.9 C
Jakarta
Jumat, 12 Agustus, 2022

Kanada Bangun Penjelajah Blockchain Ethereum

duniafintech.com – Kanada, negara paling utara di Amerika Utara kini kembali soroti blockchain, khususnya untuk salah satu aset digital yaitu ethereum. National Research Council of Canada (NRC) mengumumkan  bahwa mereka telah membangun penjelajah blockchain ethereum pada hari Senin lalu.

Baca juga : Serunya Perayaan Hari Kemerdekaan di Zaman Teknologi

Organisasi itu menulis dalam siaran pers bahwa  Industrial Research Assistance Program  (IRAP) sekarang menjadi tuan rumah penjelajah pada  InterPlanetary File System (IPFS) melalui layanan yang disediakan oleh Bitaccess, sebuah startup blockchain.

Dengan mnggunakan  InterPlanetary File System, mereka akan memastikan aplikasi web “tidak dapat diubah dan dapat diakses jauh ke masa depan”, terlepas dari apakah host asli online atau tidak. Penjelajah memungkinkan pengguna untuk mencari blockchain ethereum untuk kontribusi data yang diterbitkan secara proaktif, menurut Bitaccess.

Baca juga : Ontology (ONT) Segera Tersedia di Indodax!

National Research Council of Canada (NRC) juga menambahkan bahwa ini masih merupakan hari-hari awal peluncurannya, tetapi eksperimen NRC IRAP dengan blockchain diharapkan dapat memberikan wawasan konstruktif tentang potensi teknologi ini dan mengenai bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan untuk operasi yang lebih terbuka dan transparan untuk program publik.

Dalam ungkapan yang telah beredar itu, NRC IRAP meluncurkan uji coba langsung pertama pemerintah Kanada tentang teknologi blockchain publik di ethereum pada bulan Januari, dalam upaya untuk membangun administrasi kontrak pemerintah yang lebih transparan.

Sejak peluncuran, program ini dilaporkan telah mengeksplorasi aplikasi tambahan dalam teknologi blockchain.

Seperti yang dilansir dari CoinDesk, IPFS ini memiliki tujuan untuk membangun sebuah web yang lebih permanen dengan menyimpan banyak salinan data. Dimana ini merupakan awal yang  menarik perhatian internasional karena mungkin mereka mengkhawatirkan pada saat itu pemerintahan baru di AS akan membuat data dari lembaga pemerintah menghilang.

Moe Adham, pendiri Bitaccess, mengatakan dalam laporan yang telah beredar menyatakan bahwa perusahaan membantu “memungkinkan konstituen untuk berpartisipasi dalam verifikasi dan validasi informasi publik.”

Baca juga : Ponsel Android Oreo Go Samsung Dual-SIM?

Written by : Dinda Luvita
Picture : Pixabay.com

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Berita Bitcoin Hari Ini: Bitcoin Cs Lanjutkan Penguatan Harga

JAKARTA, duniafintech.com - Berita Bitcoin hari ini datang dari pergerakan aset kripto yang masih menguat dan menunjukkan pergerakan yang cukup signifikan.  Belakangan ini, harga Bitcoin...

Menkeu Pusing Kuota Anggaran BBM Subsidi Makin Bengkak

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) mengkhawatirkan anggaran untuk subsidi energi akan membengkak lantaran harga BBM dan volume penggunaan BBM subsidi merangkak naik. Jika mengacu...

Dukung UMKM, Fintech Gelontorkan Rp52,92 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Koperasi dan UKM terkait peluncuran program Solusi dan Konsultasi Pembiayaan...

Cara Bayar Lazada lewat Mandiri: ATM hingga Internet Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara bayar Lazada lewat Mandiri, mulai dari ATM hingga internet banking perlu diketahui sebagai pengguna layanan ini. Seperti diketahui juga, perkembangan platform...

Bappebti Tetapkan 383 Aset Kripto Dapat Diperdagangkan

JAKARTA, duniafintech.com - Kementerian  Perdagangan  melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) terus berinovasi mengikuti perkembangan  perdagangan pasar fisik aset kripto. Hal ini ditandai dengan...
LANGUAGE