32.8 C
Jakarta
Selasa, 9 Agustus, 2022

Kata Pemain Fintech Pinjaman Syariah soal Peraturan Baru OJK

DuniaFintech.com – Peraturan baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk industri fintech pinjaman mendapat respon dari penyelenggara berbasis syariah. Founder dan CEO Danasyariah, Taufiq Aljufri menilai peraturan tersebut akan membawa manfaat positif terhadap industri teknologi keuangan berprinsip syariah.

Taufiq menilai adanya peraturan baru sebagai titik terang antar penyelengara yang menyajikan sistem yang sehat dan mampu dipercaya publik.

“Kami penyelenggara fintech menyadari bahwa di industri layanan keuangan, aspek trust adalah aspek yang paling menentukan keberhasilan fintech dalam perannya sebagai mediator antara pemilik dana penerima dana,”

Taufiq menjelaskan, penyelengara fintech pinjaman diharuskan mendapat kepercayaan dari para pemberi dana. Selain itu, para peyelenggara harus bisa mempercayai penerima dana lewat seleksi dan penilaian yang sehat.

Oleh sebab itu, Taufiq mewajarkan peran OJK sebagai regulator untuk memperbarui regulasi yang ada sebelumnya. Ia menilai aturan baru dibuat untuk meningkatkan kredibilitas penyelenggara fintech sebagai pihak penghubung (mediator) antara pemberi dana dan peminjam.

Baca juga:

Penilaian Fintech Pinjaman Syariah Atas Aturan Main Terbaru

Lebh lanjut, Taufiq menilai aturan terbaru sebagai tindak pencegahan praktik penyalah-gunaan jasa keuangan, seperti praktek cuci uang dan tindak kejahatan finansial lainnya.

“Kami pelaku fintech lending bisa memahami dan berusaha mengikuti aturan yang dibuat OJK dalam rangka memperkuat Industri yang sangat baru ini. Misalnya, masalah peningkatan modal dasar minimal dan modal tempatkan. Ini tentu untuk memperkuat keamanan dana nasabah,”

Danasyariah sendiri merupakan layanan fintech pinjaman berbasis syariah yang menyasar sektor properti. Mereka mengapresiasi langkah yang dilakukan OJK, lantaran dua hal, yakni mengakomodir industri syariah dan pengayoman pemain baru.

“Bagi yang ingin masuk menjadi pelaku di industri ini, RPOJK itu sebagai filter awal agar startup yang ingin masuk ke industri punya persiapan yang baik, untuk bisa tumbuh dengan baik,”

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Inilah 18 Penyakit yang tidak Ditanggung Asuransi Prudential

JAKARTA, duniafintech.com – Daftar penyakit yang tidak ditanggung Asuransi Prudential penting untuk diketahui oleh para pemilik polis asuransi ini. Adapun hal penting yang perlu dipertimbangkan...

Cara Top Up OVO lewat OCBC NISP 2022: ATM & Mobile Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat OCBC NISP sejatinya hampir mirip kok dengan cara isi saldo OVO lewat sejumlah bank lainnya. Saat ini,...

Cara Menghubungkan Akulaku ke Bukalapak, Banyak Manfaatnya!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghubungkan Akulaku ke Bukalapak berikut ini perlu diketahui karena akan memberikan banyak manfaat bagi penggunanya. Nah, sebagai pelanggan Akulaku, barangkali kamu...

Fantastis! Hingga Juni 2022, Sudah 9,5 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital

JAKARTA, duniafintech.com - Hingga Juni 2022, sudah 9,5 juta UMKM masuk ekosistem digital. Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki mengatakan sebanyak 19,5 juta pelaku...

Jangan Salah Kira, Inilah Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin

JAKARTA, duniafintech.com - Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin sangat mencolok. Data dari Coinmarketcap menunjukkan ada sekitar 20 ribu kripto yang tercatat.  Dari sekian banyak kripto di...
LANGUAGE