28.2 C
Jakarta
Jumat, 9 Desember, 2022

Kebijakan Konversi Kompor Listrik Bikin Rakyat Terguncang, Begini Arahan Jokowi

JAKARTA, duniafintech.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar penerapan kebijakan konversi kompor listrik untuk ditunda karena akan merubah konsumsi listrik masyarakat dari 450 Watt menjadi 1.800 Watt.

Menurut Jokowi dengan adanya perubahan penggunaan daya listrik tersebut tentunya akan membuat masyarakat menjadi terguncang karena untuk menggunakan kompor listrik, masyarakat harus membutuhkan daya listrik 1.800 watt.

“Hati-hati, hal-hal seperti ini yang berkaitan dengan rakyat, hati-hati policynya,” kata Jokowi.

Untuk itu, Jokowi meminta kepada seluruh jajarannya untuk berhati-hati dalam mengambil kebijakan di tengah kondisi dan situasi yang sulit saat ini. Menurutnya permasalahan kecil bisa menjadi sensitif, apalagi menyangkut konversi kompor listrik.

“Sekali lagi kebijakan kementerian dan lembaga itu hati-hati. Itu betul bahwa kita harus konversi, tapi timingnya bukan sekarang,” kata Jokowi.

Baca juga: Harga Gas Elpiji 3 Kg Bakal Naik, Beralih ke Kompor Listrik Solusinya?

Kebijakan Konversi Kompor Listrik

Kebijakan Konversi Kompor Listrik Lebih Teliti Sebelum Dijalankan

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, pemerintah belum berniat memutuskan konversi kompor LPG tiga kilogram (kg) ke kompor listrik induksi. Hal itu untuk menanggapi isu yang tengah ramai di masyarakat Indonesia.

Dia menjelaskan kebijakan konversi kompor listrik tersebut belum akan diberlakukan pada tahun ini. Anggaran terkait hal itu pun belum dibahas dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Belum dibicarakan dan tentunya belum disetujui,” ujar dia.

Baca juga: Lihat Mobil Mewah Isi BBM Pakai Pertalite, Erick Thohir Geram! 

Dirinya mengatakan program kompor listrik induksi merupakan uji coba sebanyak 2.000 unit dari total rencana yang sebanyak 300 ribu unit. Nantinya uji coba dilakukan di Bali dan Solo.

Setelah uji coba, pemerintah akan melakukan evaluasi sebelum memutuskan program terkait kebijakan konversi kompor listrik tersebut.

“Pemerintah akan menghitung dengan cermat segala biaya dan risiko. Lalu memperhatikan kepentingan masyarakat, serta mensosialisasikan kepada masyarakat sebelum program diperlakukan,” tutur Airlangga.

Baca jugaAncaman Resesi Ekonomi Global 2023, Tetap Yakin Ingin Cicil Rumah?

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Tips Hadapi Resesi Ekonomi Global Bagi Para Pelaku Usaha ala Rey Insurtech

JAKARTA, duniafintech.com - Resesi ekonomi global diperkirakan akan memengaruhi banyak sektor dan kinerja bisnis sehingga pelaku usaha perlu tips hadapi. Salah satu tips hadapi resesi...

Tips Cek Kesehatan Kendaraan Jelang Libur Natal dan Tahun Baru

JAKARTA, duniafintech.com - Tips cek kesehatan kendaraan menjadi salah satu hal penting dipelajari mengingat libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 sudah di depan...

Perusahaan PHK Karyawan Kembali Terjadi, Kali Ini PepsiCo

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan PHK karyawan hingga saat ini masih saja terjadi di dunia ketenagakerjaan, termasuk perusahaan startup. Hal itu berlangsung di tengah ketidakpastian ekonomi...

Tips Investasi Untuk Persiapan Masa Depan

JAKARTA, duniafintech.com - Saham merupakan instrumen investasi yang berpotensi memberikan keuntungan cukup tinggi jika dibandingkan instrumen investasi lainnya. Namun, sebagai investor, kita harus cukup cerdas...

Dollar ke Rupiah Hari Ini Terlengkap, Cek sebelum Tukar Valas

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke Rupiah hari ini, sesuai kurs, melemah pada level Rp 15.637 di perdagangan pasar spot Rabu (7/12). Diketahui, rupiah melemah 0,05%...
LANGUAGE