29.7 C
Jakarta
Sabtu, 28 Mei, 2022

Kominfo Mulai Awasi Transaksi NFT di Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com – Non-Fungible Token (NFT) sedang ramai diperbincangkan di ranah media sosial. Salah satu pemicunya yaitu seorang pemuda bernama Ghozali yang bisa meraup cuan hingga miliaran berkat menjual foto selfienya melalui platform marketplace OpenSea. 

Mengenai  hal ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G. Plate mengingatkan, untuk platform transaksi NFT dapat memastikan platformnya tidak memfasilitasi penyebaran konten yang melanggar peraturan perundang-undangan, baik berupa pelanggaran ketentuan perlindungan data pribadi, hingga pelanggaran hak kekayaan intelektual. 

Selain itu, Johnny G. Plate memerintahkan agar adanya pengawasan dari kegiatan transaksi NFT yang berjalan di Indonesia, dan melakukan koordinasi dengan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, Kementerian Perdagangan (Bappebti) sebagai Lembaga yang berwenang dalam tata kelola perdagangan aset kripto. 

Dalam keterangan resminya, UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik serta perubahannya dan peraturan pelaksananya, mewajibkan seluruh PSE untuk memastikan platformnya tidak digunakan untuk tindakan yang melanggar peraturan perundang-undangan. Pelanggaran terhadap kewajiban yang ada dapat dikenakan sanksi administratif termasuk di antaranya pemutusan akses platform bagi pengguna dari Indonesia.

Kominfo  mengimbau agar masyarakat untuk dapat merespons tren transaksi NFT dengan lebih bijak sehingga potensi ekonomi dari pemanfaatan NFT tidak menimbulkan dampak negatif maupun melanggar hukum. 

“Serta terus meningkatkan literasi digital agar semakin cakap dalam memanfaatkan teknologi digital secara produktif, dan kondusif,”jelasnya dalam keterangan resminya, Minggu (16/1). 

Dalam hal ini, Kominfo juga akan mengambil tindakan tegas bersama dengan  Bappebti, Kepolisian, dan Kementerian/Lembaga terkait melakukan tindakan hukum apabila ada pelanggaran hukum bagi pengguna platform teknologi NFT.

Marketplace NFT disalahgunakan 

Sebelum keterangan resmi ini diterbitkan oleh Kominfo, pada Sabtu (15/1), telah ditemukan banyak masyarakat yang menyalahgunakan platform OpenSea dengan menjual aset digital yang dinilai meresahkan. Misalnya makanan, baju, lemari, bahkan foto seorang bayi. Tak hanya itu,  ada pula yang menjual foto Kartu Tanda Penduduk (KTP) di OpenSea. 

Kejadian ini langsung menjadi sorotan  dari salah satu warganet di Twitter mengenai aksi orang yang memanfaatkan OpenSea sebagai ranah untuk menjual karya yang meresahkan. 

“Harusnya saat berita Ghozali di up dibarengi juga dengan informasi apa itu NFT dan bagaimana cara kerjanya, udah tau orang indo ****** dan latah kek gini, dipikir post foto apa aja langsung cuan, kemaren liat ada foto anak bayinya juga di up ke OpenSea hadeuh,”tulis seorang warganet. 

Merespons tren transaksi NFT dengan lebih bijak 

Perlu diketahui, menyebarkan identitas pribadi merupakan hal yang sangat berbahaya. Misalnya, menyebarkan identitas pemilik KTP di mana ada Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan lainnya yang bersifat rahasia. Apabila bila diketahui orang, bisa disalahgunakan untuk berniat jahat. 

Oleh karena itu, sebaiknya anda memanfaatkan platform marketplace NFT seperti OpenSea, dengan menjual aset digital hasil kreatifitas anda.  

Dikutip dari forbes.com, Minggu, 16 Januari 2021, Non-Fungible Tokens atau NFT adalah sebuah aset digital yang berbentuk karya seni ataupun barang koleksi.  

Karya seni dan barang koleksi tersebut meliputi lukisan, seni musik, item dalam gim, video pendek, foto, hingga rekaman suara.

Penulis: Kontributor / Achmad Ghifari

Editor: Anju Mahendra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Profil Lengkap PT Asuransi Binagriya Upakara dan Daftar Produknya

JAKARTA, duniafintech.com – Binagriya Upakara merupakan salah satu perusahaan asuransi umum di Indonesia yang sudah mendapatkan izin operasional resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pada...

Tabungan Haji Muamalat: Cara Daftar dan Keunggulannya

JAKARTA, duniafintech.com – Tabungan Haji Muamalat melalui program Tabungan iB Hijrah Haji merupakan produk dari Bank Muamalat yang dikhususkan untuk pembiayaan haji atau umrah. Dengan...

Tips Merencanakan Biaya Naik Haji bagi Anak Muda

JAKARTA, duniafintech.com – Tips merencanakan biaya haji sangat penting untuk diketahui, apalagi bagi anak muda yang punya mimpi untuk berangkat haji ke Tanah Suci...

Nasib Tragis Nasabah BPR Ditagih Rp100 Juta karena Utang Rp8 Juta

JAKARTA, duniafintech.com – Nasib tragis dialami oleh keluarga Nasikah, istri dari salah satu nasabah bank perkreditan rakyat (BPR) Bumi Sanggabuana di Gresik, Jawa Timur.  Hal...

Minta Maaf, Dirut DNA Pro Berharap Industri Robot Trading Lebih Maju Lagi

JAKARTA, duniafintech.com – Direktur Utama (Dirut) DNA Pro, Daniel Abe, menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada para korban robot trading DNA Pro. Hal itu diutarakannya...
LANGUAGE