33.6 C
Jakarta
Senin, 26 September, 2022

Iridium yang Naik Lebih Tinggi dari Bitcoin, Apa itu?

Bitcoin mencatatkan kenaikan yang sangat fantastis di sepanjang tahun 2020. Namun, tahu kah kamu, kenaikan Iridium lebih tinggi dari Bitcoin. Apa itu Iridium?

Penjelasan Iridium

Kamu mungkin belum pernah mendengar nama komoditas yang satu ini. Iridium merupakan aset nyata dan bukan aset digital. Dia merupakan sebuah logam.

Menurut Wikipedia, Iridium adalah unsur kimia dalam tabel periodik dengan lambar Ir. Logam ini memiliki nomor atom 77. Iridium adalah golongan dari platina yang berguna sebagai bahan untuk busi dan pengantar listrik lainnya. Iridium adalah unsut terpadat kedua setelah osmium.

Kenaikan Harga Iridium

Harga Iridium lebih fantastis dari Bitcoin. Awalnya, harga Iridium hanya USD6.000 per ons. Saat ini, harganya sudah mencapai USD29.800 per ons. Itu artinya kenaikannya melebihi 400%.

Baca Juga : Berapakah Harga Bitcoin di Bulan April? Ini Prediksinya

Baca Juga : Rekomendasi Platform Investasi Untuk Investor Crypto

Sedangkan kenaikan Bitcoin di sepanjang tahun 2020 hanya 400% saja.

Bahkan dari Januari hingga Maret 2021, kenaikannya mencapai 131%. Sedangkan kenaikan Bitcoin dalam periode yang sama hanya 85%.

“Kenaikan harga iridium karena oleh gangguan pasokan sepanjang tahun lalu dan meningkatnya permintaan logam ini untuk pembuatan layar-layar elektronik,” jelas manajemen Heraeus Group dikutip dari Bloomberg, Minggu (28/3/2021).

Mengapa Harganya Begitu Tinggi

Daya tarik Iridum adalah investasi yang terbatas pada produksi platina. Mayoritas komoditas ini berfungsi untuk industri otomotif.

Selain itu, pangsa pasarnya jauh lebih kecil dari pada logam mulia lainnya, misalnya emas.

Pembelian Iridium Masih Terbatas

Jika Bitcoin bisa bisa kamu beli di Indodax, tetapi kamu belum bisa membeli Iridium. Biasanya, investor besar langsung membelinya dari produsen atau tambang.

Portfolio Manager di Valent Asset Management Jay Tatum mengatakan, waktu antara pesanan dan pengiriman iridium (lead time) di sisi pasokan terlalu lama untuk menambah pasokan logam ini secara tepat waktu.

“Satu-satunya solusi jangka pendek adalah harga yang tinggi akan membuat para investor menjual kepemilikannya,” kata Tatum.

Namun, tidak menutup kemungkinan, nantinya Iridium akan listing di beberapa aset penjual atau bursa komoditas berjangka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Dampak Fintech di Indonesia hingga Sederet Keuntungannya

JAKARTA, duniafintech.com – Dampak fintech di Indonesia tentunya sangat besar. Adapun fintech muncul seiring perubahan gaya hidup masyarakat. Seperti diketahui, saat ini penggunaaan teknologi informasi...

Pinjol Bunga Rendah 2022 Cepat Cair, Nih 6 Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol bunga rendah 2022 cepat cair tentunya sangat penting untuk diketahui oleh kamu yang tengah kepepet dana talangan. Meski saat ini ada...

Bisnis Fintech di Indonesia: Ini 11 Startup Fintech Terbaik

JAKARTA, duniafintech.com – Bisnis fintech atau financial technology di Indonesia tampak bertumbuh pesat dalam beberapa tahun belakangan. Hal ini terjadi sebagai dampak dari perkembangan globalisasi,...

Keuangan Digital, Inilah Jenis-jenisnya di Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com – Keuangan digital dan sederet layanannya terus bermunculan dalam beberapa waktu terakhir di Indonesia. Seperti diketahui bersama, industri keuangan memang masih menjadi salah...

Asuransi Mobil: Intip Tips Memilih dan Rekomendasinya Yuk!

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi mobil adalah proteksi penting bagi kendaraan roda empat kesayanganmu saat ini. Apa saja rekomendasinya? Mengingat aset yang satu ini punya nilai...
LANGUAGE