32.8 C
Jakarta
Selasa, 9 Agustus, 2022

Kredit Lewat Blockchain, Bank Besar Asia Ini Didukung oleh Standard Chartered Bank (SCB)

DuniaFintech.com – Bank besar Asia keluarkan kredit lewat Blockchain? Sebelum menjawab rasa penasaran Anda, jiuka menelisik peran Blockchain di kancah perbankan dunia nampaknya menunjukkan perkembangan yang signifikan. Kabar baik itu datang dari beberapa bank besar di Asia yang mulai memanfaatkan jaringan Blockchain yang didukung oleh Standard Chartered untuk melakukan transaksi kredit lewat Blockchain.

Bank Pembangunan Asia (The Asian Development Bank/ADB), yang berkantor pusat di Filipina, telah menyelesaikan transaksi letter of credit (LC) pertamanya menggunakan jaringan Blockchain Contour yang didukung Standard Chartered. Perdagangan tersebut merupakan bagian dari program rantai pasokan dan perdagangan ADB yang melibatkan Standard Chartered serta Bank untuk Investasi dan Pembangunan Vietnam (The Bank for Investment and Development of Vietnam).

Baca juga :

Transaksi LC Lintas Batas Lewat Blockchain Pertama Antara Thailand dan Vietnam

Penyelesaian perdagangan ADB tersebut juga menandai transaksi LC lintas batas berbasis Blockchain pertama antara Vietnam dan Thailand. Menurut laporan Tinjauan Perdagangan Global, perdagangan tersebut melibatkan pengiriman plastik senilai $ 50.000 yang dikirim dari SCG Plastics Co Ltd Thailand ke Perusahaan Saham Gabungan Plastik OPEC Vietnam.

Meskipun ADB tidak secara khusus menyebutkan bagaimana Blockchain digunakan untuk mendukung efisiensi penyelesaian perdagangan, Steven Beck, kepala perdagangan dan keuangan rantai pasokan bank, mengatakan bahwa penggunaan Blockchain telah membuat perdagangan lebih efisien sekaligus mengurangi risiko dan menurunkan hambatan untuk masuk. Manfaat ini bisa dirasakan oleh usaha kecil dan menengah di negara berkembang di Asia.

Langkah-langkah social distancing yang diterapkan di seluruh dunia karena pandemi yang sedang berlangsung telah membuktikan pentingnya digitalisasi perdagangan. Ini mendorong banyak entitas besar yang terlibat dalam perdagangan internasional dan rantai pasokan untuk menggunakan Blockchain dalam upaya mendigitalkan operasi, mengelola dokumen dan melanjutkan bisnis.

Sebelumnya, perusahaan perbankan multinasional yang berbasis di London Standard Chartered juga melakukan perdagangan berbasis Blockchain pertama di Bangaladesh, memperkenalkan negara Asia Selatan pada inovasi Blockchain.

Cointelegraph sebelumnya melaporkan bahwa National Blockchain Lead Chloe White dari Departemen Industri menyebut bahwa Blockchain dapat membantu memerangi penipuan makanan dan anggur yang merugikan negara hampir $1,7 miliar setiap tahun.

(DuniaFintech/ Dita Safitri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Top Up OVO lewat OCBC NISP 2022: ATM & Mobile Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat OCBC NISP sejatinya hampir mirip kok dengan cara isi saldo OVO lewat sejumlah bank lainnya. Saat ini,...

Cara Menghubungkan Akulaku ke Bukalapak, Banyak Manfaatnya!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghubungkan Akulaku ke Bukalapak berikut ini perlu diketahui karena akan memberikan banyak manfaat bagi penggunanya. Nah, sebagai pelanggan Akulaku, barangkali kamu...

Fantastis! Hingga Juni 2022, Sudah 9,5 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital

JAKARTA, duniafintech.com - Hingga Juni 2022, sudah 9,5 juta UMKM masuk ekosistem digital. Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki mengatakan sebanyak 19,5 juta pelaku...

Jangan Salah Kira, Inilah Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin

JAKARTA, duniafintech.com - Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin sangat mencolok. Data dari Coinmarketcap menunjukkan ada sekitar 20 ribu kripto yang tercatat.  Dari sekian banyak kripto di...

Lindung Konsumen, AFPI Percepat Sertifikasi Tenaga Penagihan

JAKARTA, duniafintech.com – Untuk meningkatkan perlindungan konsumen, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) percepat program pelatihan dan sertifikasi bagi para tenaga penagihan sehingga di...
LANGUAGE