Latte Factor, Sepele Tapi Bisa Rusak Keuangan Jangka Panjang

0
237
Latte factor bisa rusak keuangan
Pixabay

DuniaFintech.com – Mengatur keuangan memang menjadi tantangan tersendiri. Apalagi buat Anda yang masih belum bisa patuh pada anggaran yang ditetapkan. Salah satu momok yang paling sering membuat Anda terjebak adalah latte factor. Apakah latte factor bisa rusak keuangan dan bagaimana kebiasan ini bisa mengganggu kondisi finansial Anda secara keseluruhan?

Istilah latte factor diperkenalkan pertama kali oleh David Bach. Konsep dari teori ini sebenarnya sangat sederhana. Latte factor bisa rusak keuangan yang merujuk pada pengeluaran-pengeluaran kecil yang dianggap tidak penting namun jika berlangsung terus menerus dalam jangka panjang, bisa merusak kondisi keuangan.

Bach mengasosiasikan konsep ini dengan segelas latte yang kerap diincar banyak orang setiap harinya hanya agar terlihat kekinian. Mereka tidak sadar, jika segelas latte yang dibeli setiap hari bisa membawa masalah keuangan yang serius. Kebanyakan mereka baru sadar setelah menghitung langsung jumlah uang yang sudah mereka habiskan untuk itu.

Apa Saja yang Bisa Jadi Penyebab Latte Factor?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, latte factor bisa rusak keuangan dengan pengeluaran-pengeluaran yang terkesan kecil, tapi jika diakumulasikan ternyata nilainya cukup besar. Contohnya saja Anda yang terbiasa membeli secangkir kopi seharga Rp30.000 di kafe dekat kantor/rumah. Nilainya mungkin kecil jika dilihat per cangkirnya. Tapi jika Anda melakukannya 30 kali dalam sebulan, biaya kopi Anda nyaris menyentuh Rp1 juta! Ini bukan lagi nilai yang sedikit.

Baca Juga:

Selain kopi, ada banyak pengeluaran lain yang kerap dianggap sepele. Misalnya saja biaya makan di luar atau pesan makanan dengan cara delivery, menggunakan internet dari 3 provider sekaligus hingga berlangganan terlalu banyak aplikasi streaming video. Anda mungkin merasa hal-hal tersebut nilainya kecil. Namun Tapi cobalah sesekali mengakumulasikan berapa yang yang Anda keluarkan untuk itu, Anda mungkin akan terkejut.

Bagaimana Cara Menyingkirkan Latte Factor?

Menyingkirkan latte factor bukan berarti melarang orang tersebut untuk minum kopi atau memesan makanan dari luar. Menyingkirkan kebiasaan latte factor adalah tentang bagaimana Anda mengelola pengeluaran tersebut dengan lebih bijak. Kopi yang mahal bisa Anda ganti dengan cara membeli dan menyeduh kopi sendiri di rumah atau di kantor. Sementara itu, kebiasaan makan di luar bisa diganti dengan memasak sendiri di rumah dan membawa bekal saat berangkat kerja. Sederhana memang. Tapi Anda akan merasakan efeknya dalam jangka panjang.

Dengan memerhatikan pos-pos yang terkesan sepele ini, Anda bisa menghindari “kebocoran halus” dalam keuangan Anda. Ingat, meskipun sifanya “bocor halus”, tapi kalau terjadi terus menerus, dompet Anda bisa kempes juga. Yuk, evaluasi lagi keuangan Anda demi menghindari bahaya latte factor!

(DuniaFintech/DitaSafitri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here