28.3 C
Jakarta
Minggu, 14 Juli, 2024

Layanan Fintech Kian Diminati Industri Ekonomi Digital Lain

DuniaFintech.com – Layanan keuangan berbasis digital, fintech semakin menegaskan posisinya dalam industri ekonomi digital di Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya pelaku industri lain yang menerapkan kolaborasi dan kerja sama mengikat untuk mendukung aktivitas bisnis.

Terdapat berbagai industri yang menaruh minat pada fintech, mulai dari yang tradisional hingga yang telah mengadopsi teknologi. Ada pun hal yang mendasari kebutuhan para pelaku ekonomi digital untuk membuka layanan fintech meliputi keterkaitannya terhadap transaksi dan berbagai jenis pembayarannya.

Hingga kini, tidak sedikit industri ekonomi digital di Indonesia yang melakukan sinergi dengan beberapa pelaku fintech. Layanan keuangan berbasis teknologi tersebut semakin diminati para pelaku ekonomi digital, lantaran menjadi pelengkap dan pendukung dari berbagai jasa yang dihadirkan industri tersebut. Siapa saja nama-nama perusahaan ekonomi digital yang mengadopsi fintech? simak berikut ini.

Baca juga:

Jasa Fintech Dilirik Industri Ekonomi Digital Lain

E-commerce

Industri layanan niaga berbasis elektronik tersebut memang telah lama melakukan kerja sama dengan teknologi keuangan. Tokopedia sebagai salah satu perusahaan dengan valuasi diatas USD 1 juta telah menggunakan berbagai layanan fintech, seperti OVO dari klaster sistem pembayaran dan Kredivo sebagai layanan cicil.

Yang terbaru, Tokopedia juga menggaet Dhanapala selaku pemain fintech pinjaman untuk membuka layanan pinjaman konsumtif dan produktif.

Sebagai pendukung layanan, Dhanapala terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Agustus 2019. Selain itu, peran Dhanapala dalam layanan fintech pinjaman di Tokopedia juga terletak dalam struktur perusahaan. 

Ada pun mereka ialah Nuraini Razak, Vice President of Corporate Communications Tokopedia yang berposisi sebagai komisaris Dhanapala, serta Nadhira Ayuningtyas sebagai COO yang juga berperan sebagai Head of Fintech Product di Tokopedia.

Transportasi

Selain mengenal pembayaran uang elektronik sebagai jasa transaksi, beberapa klaster fintech payment gateway juga mendorong berbagai layanan transportasi berbasis digita. Sebut saja GoJek, didukung oleh PT Dompet Perusahaan Anak Bangsa, layanan tersebut membuka e-wallet bernama GoPay.

Sementara, dari sisi pesaing, Grab juga dikabarkan tengah mengembangkan layanan fintechnya. Dikabarkan, Grab tengah berkomunikasi dengan Prudential PLC, AIA Group Ltd dan beberapa investor lainnya. Hal ini merujuk kepada pengembangan jenis fintech asuransi (insurtech) pada layanannya.

Layanan Streaming dan Pembelian Aplikasi

DANA merupakan salah satu nama penyelenggara e-wallet yang telah mendukung berbagai jenis transaksi pembayaran. Yang paling terbaru adalah hadirnya layanan pembayaran untuk aplikasi audio streaming berlokasi di Swedia, Spotify.

Selain itu, pembayaran aplikasi di Apple App Store juga telah didukung oleh DANA. Jika melihat 5 tahun ke belakang, pembelian aplikasi berbayar di Apple App Store masih terkendala akses, lantaran perlunya penggunaan kartu kredit. Namun kini dikabarkan, berbagai penyedia aplikasi dan jenis lainnya, seperti voucher gaming juga mampu diakomodir oleh penyelenggara fintech sistem pembayaran.

DuniaFintech/Fauzan

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU