32.8 C
Jakarta
Selasa, 9 Agustus, 2022

Layanan Fintech Line Pay Corporation akan Hadir Tahun Depan

duniafintech.com – Perusahaan pengiriman pesan instan, LINE Corporation, akan kian gencar memperluas bisnisnya. Baru-baru ini, perusahaan tersebut telah meluncurkan layanan fintech LINE Pay Corporation (LINE Pay) di negara asalnya, Jepang.

LINE Pay adalah layanan kartu kredit yang mengintegrasikan kartu dan LINE Pay sehingga pelanggan dapat melakukan transaksi pembayaran melalui ponsel pintar. Khusus kerja sama ini, Visa World Wide Japan Co. Ltd. (Visa) telah menyetujui untuk mengeluarkan kartu kredit melalui kolaborasi dengan Orient Corporation (Orico) dan LINE Pay.

Sebelum itu, LINE Pay juga sudah ada di Indonesia dengan menggandeng e-cash Mandiri. Namun kerja sama tersebut terhenti setelah adanya LinkAja, yaitu aplikasi pembayaran besutan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 

Namun, pihak LINE Indonesia justru semakin bangkit dan bergairah dengan perusahaan yang kini tengah mengembangkan layanan di sektor Financial Technology (Fintech).

Baca juga: Visa Indonesia Membuka Pendaftaran untuk Kompetisi Inovasi Fintech

Tujuan Kedepan LINE Indonesia

Berdasarkan sajian berita Kontan, seorang sumber dari LINE yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan perihal penutupan LINE Pay di Indonesia:

“Terkait penutupan LINE Pay di Indonesia, hal ini karena kami tengah fokus mengembangkan teknologi keuangan atau Fintech [pada] tahun ini.”

Namun, sang sumber masih enggan menjelaskan layanan apa yang tengah dikembangkan. Yang jelas, kerja sama layanan kali ini akan melibatkan Bank KEB HANA. Rencana peluncuran produk keuangan berbasis digital ini pun diperkirakan akan dilakukan pada tahun depan. Ia mengatakan:

“Sayangnya untuk layanan-layanannya [Fintech LINE] belum bisa kami ungkapkan. Mudah-mudahan awal tahun depan sudah bisa.”

Baca Juga: Kerja Sama TokoCrypto: Memajukan Ekosistem Blockchain di Indonesia 

Geliat LINE Indonesia

Sekedar informasi, LINE memiliki serangkaian layanan di berbagai area, mulai dari pesan singkat hingga layanan Fintech yang telah kita bahas sebelumnya diatas, LINE Pay Indonesia.

Dari serangkaian layanannya, kunci fokus LINE di Indonesia juga ternyata adalah konten berita dan perbankan online.

Hal tersebut diungkapkan oleh Chief Executive Officer (CEO) dan Presiden LINE, Takeshi Idezawa pada akhir bulan lalu, dengan mengatakan:

“Fokus utama layanan kami di Indonesia adalah berita, dan kami sekarang sedang menyiapkan internet banking (perbankan online). Kedua hal itu akan menjadi fokus kami sekarang di Indonesia.”

Untuk layanan berita, LINE cukup agresif dalam mengembangkan platform beritanya di Indonesia yakni, LINE Today, melalui kerja sama dengan media-media lokal. Seiring perkembangannya, kini LINE Today juga menyediakan berbagai konten lain, termasuk video-video popouler yang tengah viral.

Sementara untuk perbankan online, LINE sedang menyiapkan layanan smartphone bank melalui kerja sama dengan berbagai layanan perbankan di empat negara Asia, yakni Jepang, Taiwan, Thailand, dan Indonesia. Diketahuim peluncuran layanan ini akan berbeda di masing-masing negara tersebut.

Image by Gerd Altmann from Pixabay

-Syofri Ardiyanto-

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Inilah 18 Penyakit yang tidak Ditanggung Asuransi Prudential

JAKARTA, duniafintech.com – Daftar penyakit yang tidak ditanggung Asuransi Prudential penting untuk diketahui oleh para pemilik polis asuransi ini. Adapun hal penting yang perlu dipertimbangkan...

Cara Top Up OVO lewat OCBC NISP 2022: ATM & Mobile Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat OCBC NISP sejatinya hampir mirip kok dengan cara isi saldo OVO lewat sejumlah bank lainnya. Saat ini,...

Cara Menghubungkan Akulaku ke Bukalapak, Banyak Manfaatnya!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghubungkan Akulaku ke Bukalapak berikut ini perlu diketahui karena akan memberikan banyak manfaat bagi penggunanya. Nah, sebagai pelanggan Akulaku, barangkali kamu...

Fantastis! Hingga Juni 2022, Sudah 9,5 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital

JAKARTA, duniafintech.com - Hingga Juni 2022, sudah 9,5 juta UMKM masuk ekosistem digital. Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki mengatakan sebanyak 19,5 juta pelaku...

Jangan Salah Kira, Inilah Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin

JAKARTA, duniafintech.com - Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin sangat mencolok. Data dari Coinmarketcap menunjukkan ada sekitar 20 ribu kripto yang tercatat.  Dari sekian banyak kripto di...
LANGUAGE