26 C
Jakarta
Selasa, 31 Januari, 2023

Malta Dengan Omnitude Tingkatkan Transportasi Publik

duniafintech.com – Malta, negara kepulauan di Eropa Selatan ini, dikabarkan menjalin kerjasama dengan perusahaan middleware Inggris, Omnitude.

Baca juga : Bigo Rilis Aplikasi Baru Untuk Gamers Indonesia

Secara gamblang, Menteri Transportasi negara tersebut telah mengungkapkan kemitraan dengan perusahaan Omnitude ini dengan tujuan untuk meningkatkan Maltese Public Transport Service, yang dilansir dari The Malta Independent pada tanggal 17 Mei 2018 lalu.

Omnitude itu sendiri merupakan platform pintar blockchain yang menghubungkan teknologi blockchain, platform eCommerce dan sistem perusahaan.

Baca juga : Lazada Ngabuburit Puasale, Tebar Voucher Rp 1 Miliar!

Dari hal tersebut mendukung Negara kepulauan ini yang memiliki tujuan utama yaitu untuk menjadi “pulau Blockchain,”. Negara ini pun juga dibantu oleh pertukaran kripto utama,  Binance  – pertukaran crypto terbesar kedua di dunia berdasarkan volume perdagangan, menurut CoinMarketCap – serta mengumumkan rencana Maret ini untuk membuka kantor di negara tersebut. Disisi lain,  OKEx, yang saat ini menjadi pertukaran crypto terbesar di dunia, juga mengumumkan niat mereka untuk memperluas ke Malta, pada bulan April.

Baca juga : Tips Memilih WebHosting Yang Tepat Untuk Bisnis Anda

Ian Borg selaku Menteri Transportasi Malta mengatakan bahwa kemitraan antara Omnitude dan sistem transportasi Maltese secara garis besar difokuskan untuk menciptakan platform blockchain transportasi dan logistik yang akan “mengembangkan perbaikan menyeluruh dalam keandalan transportasi.”

Chris Painter selaku CEO dan pendiri Omnitude juga mengatakan bahwa mereka berharap dapat bekerja dengan Pemerintah Malta untuk mengeksplorasi kemampuan ekosistem blockchain berbasis Omnitude yang luas.

“Pemerintah di seluruh dunia mulai melihat potensi blockchain untuk mengurangi biaya dan merampingkan layanan. Malta memiliki pemerintahan yang sangat progresif dan kami senang dengan potensi kemitraan ini. ” ungkapnya.

Sekedar informasi tambahan, pada pertengahan April lalu, Malta Financial Services Authority (MFSA) merilis sebuah makalah mengenai konsultasi tentang kemungkinan pengenalan “Tes Instrumen Keuangan” yang secara hukum akan menentukan token virtual dalam langkah lain menuju kejelasan peraturan untuk proyek blockchain dan crypto.

Written by : Dinda Luvita
Picture : Pixabay.com

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Investasi Sektor Manufaktur Naik 52 Persen di Tahun 2022, Tembus Rp497,7 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi pada sektor industri manufaktur di Tanah Air terus meningkat meski di tengah dinamika geopolitik dunia yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi global....

Daftar HP Samsung Terbaru 2023 Dari Berbagai Seri

JAKARTA, duniafintech.com - Samsung dikenal sebagai salah satu merek ponsel pintar atau HP favorit banyak orang, terutama bagi para pengguna sistem operasi Android. Pasalnya,...

Sri Mulyani Upayakan Sinergi APBN Kembangkan Produktivitas UMKM

JAKARTA, duniafintech.com - Sinergi APBN sebagai instrumen keuangan negara dengan para pelaku usaha menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani dapat mengamplifikasi pemulihan ekonomi Indonesia. Berkaitan dengan...

Moncer! Ekspor Mobil Surplus Capai 64 Persen

JAKARTA, duniafintech.com - Industri otomotif ekspor mobil surplus merupakan salah satu sektor manufaktur yang strategis karena berperan penting dalam upaya menopang perekonomian nasional.  Juru Bicara...

Berikan PMN, Sri Mulyani Minta BTN Penuhi Kebutuhan Rumah

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan hak untuk mendapatkan tempat tinggal, termasuk dari BTN, yang layak diatur dalam undang-undang. Namun...
LANGUAGE