26.1 C
Jakarta
Jumat, 10 Juli, 2020

Malta Dengan Omnitude Tingkatkan Transportasi Publik

duniafintech.com – Malta, negara kepulauan di Eropa Selatan ini, dikabarkan menjalin kerjasama dengan perusahaan middleware Inggris, Omnitude.

Baca juga : Bigo Rilis Aplikasi Baru Untuk Gamers Indonesia

Secara gamblang, Menteri Transportasi negara tersebut telah mengungkapkan kemitraan dengan perusahaan Omnitude ini dengan tujuan untuk meningkatkan Maltese Public Transport Service, yang dilansir dari The Malta Independent pada tanggal 17 Mei 2018 lalu.

Omnitude itu sendiri merupakan platform pintar blockchain yang menghubungkan teknologi blockchain, platform eCommerce dan sistem perusahaan.

Baca juga : Lazada Ngabuburit Puasale, Tebar Voucher Rp 1 Miliar!

Dari hal tersebut mendukung Negara kepulauan ini yang memiliki tujuan utama yaitu untuk menjadi “pulau Blockchain,”. Negara ini pun juga dibantu oleh pertukaran kripto utama,  Binance  – pertukaran crypto terbesar kedua di dunia berdasarkan volume perdagangan, menurut CoinMarketCap – serta mengumumkan rencana Maret ini untuk membuka kantor di negara tersebut. Disisi lain,  OKEx, yang saat ini menjadi pertukaran crypto terbesar di dunia, juga mengumumkan niat mereka untuk memperluas ke Malta, pada bulan April.

Baca juga : Tips Memilih WebHosting Yang Tepat Untuk Bisnis Anda

Ian Borg selaku Menteri Transportasi Malta mengatakan bahwa kemitraan antara Omnitude dan sistem transportasi Maltese secara garis besar difokuskan untuk menciptakan platform blockchain transportasi dan logistik yang akan “mengembangkan perbaikan menyeluruh dalam keandalan transportasi.”

Chris Painter selaku CEO dan pendiri Omnitude juga mengatakan bahwa mereka berharap dapat bekerja dengan Pemerintah Malta untuk mengeksplorasi kemampuan ekosistem blockchain berbasis Omnitude yang luas.

“Pemerintah di seluruh dunia mulai melihat potensi blockchain untuk mengurangi biaya dan merampingkan layanan. Malta memiliki pemerintahan yang sangat progresif dan kami senang dengan potensi kemitraan ini. ” ungkapnya.

Sekedar informasi tambahan, pada pertengahan April lalu, Malta Financial Services Authority (MFSA) merilis sebuah makalah mengenai konsultasi tentang kemungkinan pengenalan “Tes Instrumen Keuangan” yang secara hukum akan menentukan token virtual dalam langkah lain menuju kejelasan peraturan untuk proyek blockchain dan crypto.

Written by : Dinda Luvita
Picture : Pixabay.com

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

PNM Mekaar Berbasis Digital Luncur, Mudahkan Pencairan Pembiayaan Nasabah

DuniaFintech.com – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM berkolaborasi dengan LinkAja meluncurkan pilot project PNM Mekaar berbasis digital di Pasar Minggu,...

Hal-hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Mencapai Masa Pensiun

DuniaFintech.com - Mencapai masa pensiun kadang terasa melegakan karena mengucapkan selamat tinggal kepada pekerjaan menumpuk, di sisi lain juga menjadi beban bagi...

Layanan TokoCabang di Tokopedia Bantu Pengusaha di Tengah Pandemi

DuniaFintech.com - E-commerce Tokopedia mengungkapkan adanya peningkatan pemanfaatan fitur TokoCabang, sebuah layanan untuk ketersediaan pasokan hingga pemenuhan permintaan selama masa pandemi COVID-19....

Mau Dapat Beasiswa? Kunjungi Beberapa Situs Ini

DuniaFintech.com - Siapa yang tidak mau dapat beasiswa? Rasanya, hampir setiap orang punya impian untuk meneruskan studi ke jenjang lebih tinggi, bukan?...

Pandemi Covid-19 Jadi Ajang Menuju Reformasi Memanfaatkan Teknologi

DuniaFintech.com - Pemerintah memandang masa krisis yang terjadi hingga saat ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan reformasi memanfaatkan teknologi. Inilah hikmah...
LANGUAGE