25.6 C
Jakarta
Minggu, 4 Desember, 2022

Apa Itu Mandiri Supply Chain? Ini Syarat dan Cara Daftarnya

JAKARTA, duniafintech.com – Mandiri Supply Chain Management (SCM/MSC) adalah sebuah layanan Bank Mandiri untuk keperluan para pelaku usaha.

Layanan yang satu ini diharapkan bisa memperlancar rantai pasokan, yang akan berdampak terhadap peningkatan kesuksesan dalam bisnis yang dijalankan.

Untuk mengetahui lebih jauh soal MSC, simak ulasan berikut ini, seperti dinukil dari Lifepal.

Baca juga: HUT Bank Mandiri Ke-24, Ini Fitur dan Layanan Digitalnya

Apa Itu Mandiri Supply Chain?

Pada dasarnya, MSC, atau juga disebut sebagai Mandiri Financial Supply Chain Management (MFSCM), adalah aplikasi berbasis web (web-based) yang digunakan para pelaku usaha untuk melakukan transaksi supply chain financing.

Adapun sistem manajemen yang satu ini diperuntukkan bagi para pelaku usaha yang mengakomodasi aliran uang dari retailer kepada distributor, baik secara tunai, kredit, maupun pinjaman.

Sementara itu, menurut keterangan resmi dari Bank Mandiri, MSC adalah sistem daring berbasis web untuk transaksi value chain (meliputi Principal, Supplier, dan Distributor), yang menyediakan layanan Mandiri Supplier Financing dan Mandiri Distributor Financing.

Istilah supply chain management sendiri memang sudah familier dan umum dipakai di dunia usaha. Meski demikian, buat masyarakat awam, istilah ini barangkali masih agak asing. Pada dasarnya, supply chain management (manajemen rantai pasokan) adalah rangkaian kegiatan yang berfungsi untuk merencanakan, mengendalikan, dan menjalankan arus produk.

Hal tersebut meliputi proses perolehan bahan baku, produksi, hingga distribusi produk ke konsumen akhir dengan cara yang efisien dan hemat biaya. Supply chain management melibatkan seluruh pihak yang berada dalam rantai pasokan. Dalam hal ini, kian besar bisnis yang dijalankan, kian banyak pihak yang terlibat di dalamnya.

Nah, supaya seluruh pihak mendapatkan keuntungan dan produk yang dihasilkan laku di pasaran, sejumlah langkah efisiensi harus dilakukan, salah satunya adalah menggunakan perangkat lunak khusus, misalnya MSCM.

Tujuan Mandiri Supply Chain

Tujuan MSCM diciptakan adalah guna menyelaraskan permintaan dengan pasokan yang ada sehingga rantai supply-demand senantiasa terpenuhi. SCM pun bertujuan untuk memaksimalkan nilai bisnis yang dihasilkan secara keseluruhan supaya bisa mengoptimalkan keuntungan.

Hal itu karena rantai pasok (supply chain) yang terintegrasi akan meningkatkan nilai yang dihasilkan rantai pasok secara keseluruhan dan mampu dimanfaatkan untuk mengembangkan produk seefisien mungkin.

Dengan demikian, para pelaku usaha yang memanfaatkan MFSCM akan bisa meningkatkan performa bisnisnya dengan jaminan keamanan yang prima. Pasalnya, seluruh rantai pasok sudah terhubung dalam sistem yang transparan dan dapat dipantau setiap waktu.

Fungsi MSC

Adapun MSC punya fungsi utama yang terkait dengan berbagai biaya fisik, contohnya biaya penyimpanan, material, biaya khusus produksi, dan lain-lain yang mesti dikeluarkan oleh pelaku usaha.

Biaya-biaya itu dipakai untuk mengonversi bahan baku menjadi produk jadi yang bisa dipasarkan langsung ke konsumen. Melalui MFSCM, para pelaku usaha bisa mengontrol seluruh biasa yang perlu dikeluarkan dalam sebuah rantai pasokan.

Di samping biaya-biaya utama tadi, MFSCM pun bisa dipakai untuk mengatur biaya lain, misalnya survei pasar, perencanaan produk, dan lain-lain, yang mungkin timbul akibat tidak terpenuhinya aspirasi konsumen oleh produk yang dipasarkan.

mandiri supply chain

Keuntungan Gabung MSC

Salah satunya keuntungan gabung MSC adalah kemudahan dalam membuat atau mengunggah (upload) invoice transaksi dengan mitra bisnis sehingga seluruh pengeluaran bisa tercatat dengan baik. Berikut ini keuntungan-keuntungan lainnya:

  • Bisa melakukan monitoring dokumen dan status tagihan (invoice) transaksi bisnis secara mudah sebab semua sudah tercatat dan tersimpan secara daring.
  • Kemudahan dalam melakukan proses pembayaran dan mendapatkan fasilitas pembiayaan atas tagihan bisnis.
  • Jaminan keamanan bertransaksi melalui penerapan sistem otorisasi bertingkat.
  • Bisa melakukan transaksi online kapan dan di mana saja.
  • Adanya notifikasi transaksi dan laporan untuk mempermudah rekonsiliasi tagihan bisnis.

Baca juga: Cara Menabung di Bank Mandiri lewat ATM dan Teller

Cara Daftar Mandiri Supply Chain

Buat kamu, pebisnis yang ingin memanfaatkan layanan MSC, kamu  hanya perlu datang langsung ke salah satu kantor cabang Bank Mandiri untuk melengkapi persyaratan jika ingin mendaftarkan diri.

Syarat Daftar

  • Persyaratan utama yang harus mesti penuhi, yakni mengisi formulir MSC.
  • Sudah mendaftar Mandiri Internet Bisnis.
  • Sudah memiliki Company ID, yaitu kode pengenal nasabah yang diperoleh saat sudah mendaftar Mandiri Internet Bisnis.
  • Nama nasabah atau nama perusahaan.
  • Alamat rumah yang sesuai KTP
  • Nomor handphone yang masih aktif.
  • Alamat email yang aktif.
  • Nomor rekening bank Mandiri.
  • Tanda tangan di atas meterai dan cap perusahaan.

Berikut ini proses mendaftar Mandiri Internet Bisnis (MIB) hingga MSC siap digunakan:

Proses mendaftar MIB hingga MSC:

  • Datang ke salah satu kantor cabang bank Mandiri untuk mendaftar layanan MIB.
  • Mendaftar MSC dengan mengisi formulir yang sudah disediakan.
  • Tunggu selama lima hari kerja karena pihak bank Mandiri akan melakukan setting lanjutan dengan SLA 5.
  • Apabila setting di sistem MSC sudah dilakukan maka pihak bank akan segera menginformasikan ke nasabah.
  • Kalau sudah mendapatkan informasi maka kamu bisa menggunakan username dan password MIB untuk melakukan login ke MSC dan join community sebelum mulai melakukan transaksi.

Cara Login di Akun MSC

  • Silakan kunjungi situs web https://scm.bankmandiri.co.id/
  • Kemudian, klik “Corporate Login“.
  • Jika sudah masuk halaman Corporate Login maka masukkan Corporate ID, User ID Maker dan Password MIB.
  • Masukkan kode captcha yang tersedia lalu klik “Login“.
  • Selanjutnya, lakukan join community sebelum melakukan transaksi.

Cara Join Community dalam MSC

  • Setelah berhasil login, klik menu “Business Community“.
  • Selanjutnya, klik “Join Community“.
  • Setelah itu, klik “New ” untuk bergabung di dalam community.
  • Isi data new member dengan data yang benar dan lengkap, jika sudah klik “Submit“.
  • Konfirmasi data diri, pastikan tidak ada kesalahan data, jika sudah klik “Submit“.
  • Apabila langkah-langkah tersebut sudah kamu lakukan maka artinya kamu sudah bisa menggunakan seluruh manfaat yang disediakan dalam MSC.

Sekian ulasan tentang Mandiri Supply Chain yang perlu kamu ketahui. Semoga bermanfaat!

Baca juga: Kartu Debit Mandiri: Jenis-jenis hingga Cara Membuatnya

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Perusahaan Asuransi yang Diawasi OJK, Simak Ya Daftarnya

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan asuransi yang sudah terdaftar dan diawasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan) hingga kini sudah banyak. Meski demikian, hanya sekitar 1,7 persen penduduk...

Outstanding Shares, Apa Itu? Ini Pengertian hingga Manfaatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Outstanding shares merupakan salah satu istilah dalam dunia investasi saham yang wajib dipahami oleh investor. Pada dasarnya, istilah ini merujuk pada sebuah...

Kerugian Ikut Asuransi Prudential dan Keuntungannya, Cek Ya!

JAKARTA, duniafintech.com – Kerugian ikut asuransi Prudential dan keuntungannya perlu diketahui oleh nasabah dari perusahaan asuransi ini. Seperti diketahui, salah satu pertimbangan saat akan membeli...

Cara Pindah Faskes BPJS Berikut Syarat dan Ketentuannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara pindah faskes BPJS Kesehatan berikut ini sangat penting diketahui oleh para peserta asuransi satu ini. Cara pindah faskes-nya pun sebetulnya sangat...

Kripto Masuk Pembahasan RUU P2SK, Ini Respon CEO Indodax

JAKARTA, duniafintech.com - Rancangan Undang Undang (RUU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) resmi masuk ke dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR yang...
LANGUAGE