26.3 C
Jakarta
Minggu, 21 April, 2024

Masuk Pasar Neobank, Grup Modalku Umumkan Co-Investment di Bank Index

JAKARTA, duniafintech.com – Platform pendanaan digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Asia Tenggara, Grup Modalku, resmi umumkan investasi bersama Carro, platform jual beli otomotif di Asia Tenggara atas saham PT Bank Index Selindo (Bank Index).

“Langkah ini menjadi salah satu tonggak penting Grup Modalku untuk memasuki industri neobank dan sebagai dorongan untuk terus memberikan layanan finansial secara menyeluruh serta menjangkau bisnis yang kurang terlayani secara lebih optimal,” kata Co-Founder & CEO Modalku, Reynold Wijaya dalam keterangannya, Selasa (26/4).

Dengan fokus terhadap segmen UMKM, Bank Index merupakan institusi perbankan nasional milik swasta dengan 52 jaringan kantor di area komersial utama seperti Jabodetabek, Jawa, Sumatera, Bali dan Batam.

Baca juga: Kolaborasi, Modalku Berikan Pinjaman Karyawan Lazada Hingga Rp 200 Juta

Bank Index juga menjalankan bisnis di berbagai rantai pasokan komersial melalui pelayanan mobile serta internet banking kepada penggunanya.

“Kolaborasi bersama Bank Index ini akan mendukung strategi bisnis Grup Modalku ke depannya. Kami melihat bahwa Bank Index adalah partner yang sesuai bagi Modalku karena adanya kesamaan visi untuk memberdayakan dan mengembangkan UMKM,” ujarnya.

Menurutnya, sejak 2015 Grup Modalku telah menjadi mitra untuk industri perbankan di seluruh wilayah operasinya. Kemitraan dengan Bank Index akan membawa kolaborasi fintech dan perbankan ke level yang lebih tinggi.

“Bersama-sama kami berencana untuk mendukung UMKM dengan lebih baik di lintas perbankan, pembayaran, pinjaman, dan layanan digital,” ucapnya.

Baca juga: Grup Modalku Umumkan Siapkan Dana Rp229,3 Miliar Untuk Beli Kembali Saham Karyawan

Langkah yang diambil Grup Modalku untuk melakukan investasi di Bank Index merupakan salah satu kunci untuk memajukan industri financial technology.

Berdasarkan hasil Annual Members Survey AFTECH 2021, klaster neobank memiliki potensi untuk tumbuh pesat di masa depan khususnya bagi populasi unbanked dengan perkiraan peningkatan sebesar 51%.

Hal ini diperkuat dengan survei Ernst & Young (EY) yang juga mencatat bahwa masyarakat Indonesia memiliki ketertarikan yang cukup tinggi terkait penggunaan super apps termasuk layanan neobank.

Sementara itu, CEO Carro Indonesia Jeremy Ong, mengatakan rencana Bank Index terhadap industri financial technology yang lebih maju dengan kontribusi dari sumber daya manusia sejalan dengan visi mereka untuk membangun kapabilitas dan infrastruktur dalam hal melayani pelanggan di seluruh ekosistem otomotif baik dalam hal pembelian, pembiayaan UMKM, asuransi, atau yang lainnya.

“Oleh karena itu, co-investment merupakan pilihan yang natural. Kami sangat percaya dengan nilai kerja sama ini dan bersemangat untuk menjadi bagian dari perjalanan ini ke depan,” ujarnya.

Baca juga: Fintech Syariah Alami Berhasil Salurkan Pembiayaan Rp2,19 Triliun

Adapun, menurut Gimin Sumalim selaku Presiden Direktur Bank Index pihaknya sangat terbuka untuk menyambut Grup Modalku serta Carro sebagai pemegang saham Bank Index untuk bersama-sama turut membantu membangun inisiatif strategis sesuai dengan visi dan misi yang sejalan khususnya untuk memberikan pelayanan yang lebih masif.

“Langkah ini juga menjadi acuan untuk terus melakukan transformasi digital secara komprehensif,” terangnya.

Sebagai informasi, Modalku menyediakan layanan pendanaan digital, di mana peminjam (UMKM yang berpotensi) bisa mendapatkan pinjaman modal usaha hingga Rp 2 miliar yang didanai oleh pendana platform melalui pasar digital.

Selain di Indonesia, Modalku juga beroperasi di Singapura, Malaysia, dan Thailand dengan nama Funding Societies. Sampai saat ini, Grup Modalku telah berhasil mencapai penyaluran pinjaman usaha sebesar Rp33,02 triliun kepada lebih dari 5 juta transaksi pinjaman UMKM.

 

Penulis: Nanda Aria

Editor: Rahmat Fitranto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU

LANGUAGE