25.6 C
Jakarta
Minggu, 4 Desember, 2022

Masyarakat Digital Perempuan, Pemuda dan UMKM jadi Fokus Pemerintah

JAKARTA, duniafintech.com – Masyarakat Digital Perempuan, Pemuda dan UMKM, jadi fokus pemerintah untuk memacu peningkatan produktivitasnya.

Bank Indonesia menyampaikan dalam acara perhelatan internasional Presidensi G20, Indonesia akan memformulasikan kerangka inklusi keuangan untuk meningkatkan digitalisasi guna meningkatkan produktivitas masyarakat dengan fokus terhadap perempuan, pemuda dan UMKM.

Baca juga: Kolaborasi Visa dan DANA untuk Mendukung Pembayaran Digital UMKM

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan Presidensi G20 Indonesia akan mendorong pemanfaatan digitalisasi untuk berperan konkret bagi terwujudnya keuangan yang inklusif dan berkelanjutan bagi setiap negara. Menurutnya dengan tersedianya infrastruktur pembayaran di seluruh lapisan masyarakat, dorongan pemanfaatan instrumen pembayaran digital, peningkatan literasi keuangan serta penguatan perlindungan konsumen menjadi dorongan utama bagi inklusi keuangan.

“Oleh karena itu, Presidensi G20 melalui Global Partnership for Financial Inclusion (GPFI) memformulasikan kerangka inklusi keuangan untuk meningkatkan digitalisasi guna meningkatkan produktivitas bagi seluruh masyarakat dengan fokus kepada perempuan pemuda dan UMKM,” kata Perry.

Perry mengaku pihaknya telah mencetak 3 capaian yang mempermudah layanan keuangan di sektor pembayaran bagi seluruh lapisan masyarakat dan mendorong pencapaian target inklusi keuangan yaitu QRIS yang mendorong pembayaran digital antar platform dan telah mengakomodasi 20,5 juta UMKM, BI-FAST yang memfasilitasi pembayaran digital secara cepat, aman, efisien dan tersedia setiap waktu, serta Standar Nasional Open API yang mendukung integrasi dan interoperabilitas layanan perbankan dan fintech.

Baca juga: Waduh! UMKM di Indonesia yang Melek Teknologi Digital Hanya 20 Persen?

Masyarakat Digital Perempuan Pemuda dan UMKM

Masyarakat Digital Perempuan, Pemuda dan UMKM – Komitmen Bersama

Sementara itu, Kerajaan Belanda Ratu Maxima sekaligus United Nations Secretary-General’s Special Advocate for Inclusive Finance for Development (UNSGSA) dan G20 GPFI Honorary Patron memberikan apresiasi terhadap komitmen bersama untuk mendukung perempuan, pemuda dan UMKM. Menurutnya dengan mendukung pemuda, perempuan dan UMKM merupakan hal yang esensial bagi pertumbuhan inklusif, merata dan berkelanjutan.

“Kita dapat membantu pertumbuhan UMKM dengan memanfaatkan penyerapan digital, berinvestasi dalam keterampilan dan mengembangkan ekosistem keuangan,” kata Ratu Maxima.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan digitalisasi menjadi komponen kunci bagi ekonomi yang inklusif terutama pada daerah remote untuk melakukan transaksi ekonomi dengan lebih efisien. Menurutnya terdapat enam aspek dalam ekosistem UMKM, dimana digitalisasi dapat mengoptimalkannya. Dia menambahkan enam aspek tersebut diantaranya kebijakan, pembiayaan SDM, modal, dukungan dan kultur.

“Untuk mendukung itu, Pemerintah telah mengimplementasikan berbagai inovasi digital untuk mendorong UMKM termasuk pada aspek keuangan terkait pembayaran, pembukuan dan pemasaran serta upaya onboarding UMKM ke ekosistem digital,” kata Sri Mulyani.

Sebagai informasi, perhelatan Presidensi G20 Indonesia mendorong pemanfaatan digitalisasi untuk berperan konkret bagi terwujudnya keuangan yang inklusif dan berkelanjutan bagi setiap negara. Dorongan tersebut antara lain diwujudkan dalam penyusunan, pertama kerangka dan panduan pemanfaatan digitalisasi yang berfokus pada perempuan, pemuda dan UMKM.

Kedua, database sebagai referensi inovasi produk dan layanan keuangan digital dari seluruh dunia. Ketiga, perangkat kebijakan guna mendukung akses UMKM kepada layanan keuangan digital berdasarkan praktek terbaik di berbagai negara.

Untuk memperkuat implementasinya, regulator berperan dalam memastikan ekosistem digital tersedia secara aman dan sehat guna dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Masyarakat digital perempuan, pemuda dan UMKM, jadi fokus pemerintah untuk memacu peningkatan produktivitasnya.

Baca juga: Pahlawan Digital Targetkan 30 Juta UMKM Harus Digital Dorong Ekonomi Indonesia

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Perusahaan Asuransi yang Diawasi OJK, Simak Ya Daftarnya

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan asuransi yang sudah terdaftar dan diawasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan) hingga kini sudah banyak. Meski demikian, hanya sekitar 1,7 persen penduduk...

Outstanding Shares, Apa Itu? Ini Pengertian hingga Manfaatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Outstanding shares merupakan salah satu istilah dalam dunia investasi saham yang wajib dipahami oleh investor. Pada dasarnya, istilah ini merujuk pada sebuah...

Kerugian Ikut Asuransi Prudential dan Keuntungannya, Cek Ya!

JAKARTA, duniafintech.com – Kerugian ikut asuransi Prudential dan keuntungannya perlu diketahui oleh nasabah dari perusahaan asuransi ini. Seperti diketahui, salah satu pertimbangan saat akan membeli...

Cara Pindah Faskes BPJS Berikut Syarat dan Ketentuannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara pindah faskes BPJS Kesehatan berikut ini sangat penting diketahui oleh para peserta asuransi satu ini. Cara pindah faskes-nya pun sebetulnya sangat...

Kripto Masuk Pembahasan RUU P2SK, Ini Respon CEO Indodax

JAKARTA, duniafintech.com - Rancangan Undang Undang (RUU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) resmi masuk ke dalam daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) DPR yang...
LANGUAGE