32.8 C
Jakarta
Selasa, 9 Agustus, 2022

MCASH CATAT PENINGKATAN LABA BERSIH

duniafintech.com – MCash (PT MCash Integrasi Tbk) mencatatkan pertumbuhan laba bersih 1Q18 sebesar 25,5 kali lipat dari tahun  sebelumnya (year on year/yoy) menjadi Rp23.625 juta, dari Rp926 juta di 1Q17.

Baca juga : ASOSIASI BLOCKCHAIN INDONESIA BAGI INDUSTRI

Hal ini terutama didorong oleh kuat kinerja top-line, yang dapat mencatatkan lompatan dari tahun  sebelumnya (year on year/yoy) sebesar 317,6% menjadi Rp809,9 miliar pada 1Q18 terhadap Rp194,0 miliar pada 1Q17.

Baca juga : PERKEMBANGAN BITCOIN DI KOTA BOGOR DAN PREDIKSI KENAIKAN BITCOIN

Dari sini dapat kita apresiasi dimana gross margin MCash juga mengalami peningkatan, marjin laba kotor ini naik menjadi 5,0% di 1Q18, dari 1,1% di 1Q17. Tidak hanya itu, untuk  operating margin pun meningkat dari 0,5% di 1Q17 hingga 2,9% di 1Q18. Aset pun tumbuh 31,1% QoQ (quater on quarter); net cash melonjak tinggi hingga Rp124,8 milyar.

Baca juga : JUSTICE; RILIS SITUS E-COMMERCE REMAJA PUTRI

Total aset MCash di 1Q18 naik menjadi Rp745,1 miliar, yang sebelumnya sebesar Rp568,4 miliar pada FY17, terutama didorong oleh piutang dagang serta uang tunai dan near cash (termasuk uang tunai dan yang setara kas, marketable securities dan deposit terbatas), yang mencatat lonjakan sebesar Rp151,2 miliar dan Rp217,0 miliar pada 1Q18, dari yang sebelumnya sebesar Rp50,6 miliar dan Rp188,0 miliar pada FY17, masing-masing.

Dan di sisi lain, total liabilities MCash meningkat dari Rp178,1 miliar pada FY17 menjadi Rp331,6 miliar pada 1Q18. Hal ini terjadi terutama karena MCash mencatat pinjaman bank jangka pendek sebesar Rp92, 2 miliar dan uang muka dari pelanggan sebesar Rp109,1 miliar pada 1Q18.

Untuk net cash dari MCash ini masih menduduki posisi yang tinggi sebesar Rp124,8 miliar di 1Q18. Di sisi ekuitas, pendapatan komprehensif yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan ini sebesar Rp21,9 miliar selama periode 1Q18 dan telah memperoleh total ekuitas untuk mencatatkan peningkatan, dari Rp390,3 miliar pada FY17 sebelumnya hingga menjadi Rp413,5 miliar pada 1Q18

Press Release
Picture by : Pixabay.com

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Top Up OVO lewat OCBC NISP 2022: ATM & Mobile Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat OCBC NISP sejatinya hampir mirip kok dengan cara isi saldo OVO lewat sejumlah bank lainnya. Saat ini,...

Cara Menghubungkan Akulaku ke Bukalapak, Banyak Manfaatnya!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghubungkan Akulaku ke Bukalapak berikut ini perlu diketahui karena akan memberikan banyak manfaat bagi penggunanya. Nah, sebagai pelanggan Akulaku, barangkali kamu...

Fantastis! Hingga Juni 2022, Sudah 9,5 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital

JAKARTA, duniafintech.com - Hingga Juni 2022, sudah 9,5 juta UMKM masuk ekosistem digital. Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki mengatakan sebanyak 19,5 juta pelaku...

Jangan Salah Kira, Inilah Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin

JAKARTA, duniafintech.com - Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin sangat mencolok. Data dari Coinmarketcap menunjukkan ada sekitar 20 ribu kripto yang tercatat.  Dari sekian banyak kripto di...

Lindung Konsumen, AFPI Percepat Sertifikasi Tenaga Penagihan

JAKARTA, duniafintech.com – Untuk meningkatkan perlindungan konsumen, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) percepat program pelatihan dan sertifikasi bagi para tenaga penagihan sehingga di...
LANGUAGE