28.7 C
Jakarta
Minggu, 29 Januari, 2023

MENAKJUBKAN: INVESTASI BITCOIN $10,000 DI 2010 KINI BERNILAI $200 JUTA, EMAS HANYA $9,900

duniafintech.com – Baik Bitcoin maupun emas dianggap sebagai satu cara menyimpan aset yang selalu aman. Namun, selama tujuh tahun terakhir, salah satu dari keduanya mengalami kenaikan pesat dalam hal kapitalisasi pasar, basis pengguna dan nilai, sementara yang lainnya gagal memenuhi ekspektasi investornya.

Sambutan bagi investor Bitcoin awal

Pada 13 Mei lalu, StockTwits, platform komunikasi keuangan terbesar di dunia untuk komunitas investasi, mengungkapkan salah satu grafik pertumbuhan penggunanya yang membandingkan berbagai mata uang, obligasi dan aset. Di dalamnya, pengguna StockTwits bernama Charlie Bilello mencatat bahwa investasi $10,000 pada Bitcoin yang dibuat pada bulan Juli 2010 akan memberi investor pengembalian $200 juta.

Tepatnya, seorang investor Bitcoin yang membeli Bitcoin senilai $10,000 pada tahun 2010 akan memperoleh $201.56 juta.

Sebaliknya, investor yang membeli emas senilai $10,000 pada tahun 2010 akan mengalami tingkat pengembalian negatif sebesar $9,981.

Emas secara luas dianggap sebagai aset yang aman, yang artinya nilai investasinya tetap bisa bertahan atau meningkat di tengah gejolak pasar dan tingkat kepastian ekonomi dari waktu ke waktu. Namun dalam tujuh tahun terakhir, emas belum memenuhi salah satu dari kedua kondisi tersebut. Emas telah gagal mempertahankan nilainya selama periode tujuh tahun dan gagal pula untuk mengalami kenaikan nilai. Dengan demikian, apakah emas masih bisa dianggap sebagai investasi aset yang aman atau tidak masih belum jelas.

Sejak Juli 2010, Bitcoin telah secara signifikan mengungguli Yen Jepang, Dolar Kanada, Euro, Perak, Emas, Dolar AS, obligasi, saham global, real estat AS dan saham AS. Secara alamiah, sifatnya yang terdesentralisasi, likuiditas dan transportabilitas yang tinggi mulai menarik banyak investor mencari aset alternatif untuk melindungi kekayaan mereka dalam investasi jangka panjang.

Keunggulan Bitcoin

Bitcoin sering dianggap sebagai Gold 2.0, atau emas digital, karena karakteristiknya. Tidak seperti emas, Bitcoin dapat mempertahankan nilainya atau bahkan mencatat kenaikan nilainya dari waktu ke waktu karena adanya pasokan tetap sebesar 21 juta Bitcoin. Sementara pada emas, jika terdapat persediaan emas cukup masif, maka emas bisa mengalami inflasi dalam hal pasokan dan dapat menghambat nilai jangka menengahnya.

Faktanya pada akhir Maret lalu, sebuah tambang emas terbesar di China hingga saat ini ditemukan oleh Shangdong Gold Group, produsen emas milik negara di Cina. Saat itu, Bloomberg melaporkan:

Tambang Xiling di provinsi Shandong mengatakan kepada pihak berwenang setempat bahwa pihaknya telah menemukan 382,58 ton cadangan emas dan jumlahnya bisa mencapai lebih dari 550 ton setelah eksplorasi selesai dalam dua tahun.”

Hal yang lebih penting, kepemilikan Bitcoin jelas digambarkan dengan adanya pemanfaatan kriptografi, sehingga Bitcoin tidak dapat disita oleh entitas pusat karena jaringan Bitcoin itu sendiri terdesentralisasi dan tidak dapat diubah.

Lebih jauh lagi, Bitcoin menyediakan komponen penting yang tidak ditawarkan oleh emas dan hal itu adalah sistem settlement. Bitcoin saat ini sering disebut sebagai emas digital dengan sistem settlement. Artinya, Bitcoin tidak bisa dianggap sebagai kas digital, seperti yang ditetapkan oleh pencipta Bitcoin Satoshi Nakamoto, karena kurangnya penskalaan dan biaya transaksi jaringan yang tinggi.

Sumber: cointelegraph.com

Picture: pixabay.com

Written by: Rosmy Sophia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Allianz vs Prudential, Pilih Mana? Simak Perbandingan Selengkapnya

JAKARTA, duniafintech.com – Allianz vs Prudential, pilih mana? Sejatinya, keduanya adalah perusahaan asuransi terbesar yang ada di Indonesia. Seperti diketahui, ada banyak perusahaan asuransi global...

Malacca Trust: Profil, Produk, hingga Cara Klaim Asuransinya

JAKARTA, duniafintech.com – Malacca Trust Finance merupakan sebuah perusahaan multifinance yang memiliki berbagai macam jasa pembiayaan. Di antara pembiayaannya, yaitu produk asuransi umum yang berdiri...

Berita Bitcoin Hari Ini: Bitcoin Menguat Tipis, Cek Harga Kripto Hari Ini

JAKARTA, duniafintech.com – Berita Bitcoin hari ini terkait harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya menjelang akhir pekan, Sabtu (28/1/2023). Pada perdagangan hari ini, Bitcoin cs...

Cara Beli Koin Shopee: Syarat hingga Manfaatnya bagi Customer & Seller

JAKARTA, duniafintech.com – Cara beli koin Shopee tentu akan sangat penting diketahui, khususnya oleh seller di platform e-commerce ini. Pasalnya, koin ini bisa digunakan untuk...

Normalisasi APBN, Pemerintah tidak Tanggung Biaya Pasien Covid-19

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa seluruh belanja APBN 2023 telah dinormalisasi atau normalisasi APBN. Artinya, seluruh belanja APBN...
LANGUAGE