34.5 C
Jakarta
Sabtu, 1 Oktober, 2022

Mendag Usulkan BUMN Kelola Rp100 Triliun untuk Beli Komoditas Petani

JAKARTA, duniafintech.comKementerian Perdagangan melalui Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menyarankan untuk mengalokasikan Rp100 triliun untuk membeli komoditas hasil panen dari petani.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menjelaskan alokasi Rp100 triliun tersebut dipergunakan melalui penugasan kepada perusahaan BUMN dengan membeli komoditas hasil panen seperti cabai, kedelai dan bawang merah. Menurutnya penugasan tersebut perlu dilakukan sebab tiga komoditas tersebut mengalami penurunan dari 1,5 juta ton menjadi 200 ribu ton. Apalagi komoditas tersebut dibanderol dengan harga murah saat musim panen.

“Itu yang menjadi masalah krusial bagi petani,” kata Zulkifli.

Kendati demikian, saat terjadi musim panen para petani memasang harga tingi dan konsumen pun menjerit. Sehingga produk pangan dari petani tetap kurang kurang laku di pasaran. Artinya, baik saat panen maupun tidak para petani tetap mengalami kerugian. Sebab, petani harus menjual hasil panennya dengan harga murah.

“Ini terjadi karena faktor permainan tengkulak, spekulan dan lain-lain,” kata Zulkifli.

Baca jugaMendag Duga Anjloknya Harga Ayam Akibat Distribusi Tak Merata

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada pemerintah daerah untuk antisipasi kenaikan angka inflasi akibat kenaikan harga BBM. Disinyalir dampak langsung terhadap kenaikan harga BBM adalah kenaikan harga beras.

Menurut Jokowi apabila harga beras mengalami kenaikan Rp200 atau Rp500, pemerintah daerah harus segera turun tangan karena jika harga beras mengalami kenaikan akan berpengaruh terhadap kenaikan angka kemisikinan di wilayah kabupaten, kota hingga provinsi. Artinya, inflasi akan berimbas terhadap kenaikan harga barang pokok dan berdampak terhadap daya beli masyarakat.

“Akibat inflasi tersebut terutama yang berkaitan dengan harga pangan ini, hati-hati,” kata Jokowi.

Baca jugaMendag Pastikan Jaga Stabilitas Harga Ayam Ras

Oleh karena itu, Jokowi meminta kepada pemerintah daerah untuk meredam angka inflasi. Dia menambahkan untuk meredam angka inflasi, pemerintah pusat telah membuat kebijakan melalui alokasi Dana Transfer Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar 2 persen.

“Bentuknya bisa bansos, terutama pada rakyat yang sangat membutuhkan,” kata Jokowi.

Baca jugaMendag Zulkifli Pastikan Harga Kebutuhan Pokok Tetap Stabil

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Isi Saldo DANA via ATM BCA hingga Internet Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara isi saldo DANA via ATM BCA ini tentunya penting diketahui oleh para pengguna layanan keuangan tersebut. Seperti diketahui bersama, dompet digital...

Cara Bayar Akulaku via Mandiri Online serta Persyaratannya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara bayar Akulaku via Mandiri Online berikut persyaratannya perlu diketahui oleh para pengguna layanan ini. Seperti diketahui pula, hadirnya aplikasi kredit online...

Asuransi Kecelakaan Kerja: Manfaat hingga Rekomendasi Produk

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi kecelakaan kerja adalah bentuk proteksi yang sangat diperlukan oleh seorang pekerja atau karyawan. Asuransi sendiri adalah bentuk perlindungan yang penting bagi...

AIA Call Center, Email, hingga Alamat Kantornya

JAKARTA, duniafintech.com – AIA Call Center adalah salah satu cara termudah untuk bisa menghubungi atau mencari tahu soal beragam layanan AIA. Adapun layanan yang dimaksud...

Menteri Erick Dorong Perempuan dan Generasi Muda Duduki Jabatan Direksi BUMN

JAKARTA, duniafintech.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendorong transformasi perusahaan BUMN dengan mendukung keterwakilan perempuan di jajaran direksi dan pemimpin dari generasi...
LANGUAGE