26.1 C
Jakarta
Minggu, 19 Mei, 2024

Rizal Ramli Buka Suara Terkait Pembatasan Pertalite untuk Kalangan Menengah Kebawah

JAKARTA, duniafintech.com – Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menyatakan pengguna Bahan Bakar Minyak Pertalite berasal dari kalangan golongan menengah kebawah dan itu mayoritas pengguna sepeda motor.

Baca jugaPembatasan Beli Pertalite Jadi Berlaku? Erick Thohir Bilang Begini

Rizal mengungkapkan sebanyak 120 juta pengguna kendaraan bermotor roda dua menggunakan kendaraannya untuk bekerja dan berkaitan dengan urusan keluarga yaitu mengantarkan anggota keluarganya. Menurutnya asumsi pemerintah terkait penggunaan BBM subsidi jenis Pertalite yang dinikmati oleh orang kaya, merupakan hal keliru.

“Bukan orang kaya, bukan bakar-bakar BBM seperti pemilik motor moge,” kata Rizal Ramli.

Baca jugaBelum ada Sanksi Mobil Mewah yang Minum Pertalite & Solar?

Rizal menilai sebanyak 35 juta orang menegah atas menggunakan bahan bakar jenis Pertamax dan Solar. Sedangkan secara rata-rata sebanyak 240 juta orang nak motor, merupakan golongan menengah kebawah.

“Mayoritas yang pakai Pertalite 120 juta pengendara sepeda motor. Rata-rata 240 juta orang naik motor, itulah golongan menengah bawah. Sisanya 35 juta menengah atas yang menggunakan Pertamax dan Solar,” kata Rizal.

Sebelumnya, Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan menilai pada situasi global yang penuh ketidakpastian, alokasi anggaran untuk BBM bersubsidi akan memberatkan keuangan negara. Di sisi lain, selama ini penggunaan BBM bersubsidi justru banyak didominasi oleh masyarakat mampu. Berdasarkan data, pengguna BBM bersubsidi saat ini dinikmati oleh 70% masyarakat yang mampu.

“Hal itu sebagai sesuatu yang kontraproduktif dan dapat menimbulkan kesenjangan sosial antara masyarakat menengah ke atas dengan masyarakat kelas bawah,” katanya.

Mamit berpendapat agar tepat sasaran, nilai guna subsidi akan jauh lebih efektif dan berdampak positif bila dialihkan untuk berbagai sektor produktif seperti program pendidikan dan beasiswa, bantuan kepada nelayan dan petani, pembangunan infrastruktur, rumah sakit, sekolah dan lain sebagainya.

“Sementara saat ini, penyesuaian harga BBM merupakan langkah tepat pemerintah untuk mengalihkan APBN ke sektor yang produktif. Khususnya terhadap masyarakat yang lebih membutuhkan,” kata Mamit.

Baca jugaBBM Pertalite Dibatasi, Begini Skema Pembelian di Tiap-tiap SPBU

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Iklan

ARTIKEL TERBARU