28.2 C
Jakarta
Jumat, 9 Desember, 2022

Meskipun Pandemi, Transaksi E-Commerce Alibaba Terus Meningkat di Kuartal II

DuniaFintech.com – E-Commerce Alibaba, Raksasa platform online shoppinh terbesar di China yang juga tercatat di bursa Wall Street AS, Alibaba mencatatkan penjualan US$ 136,51 miliar atau setara dengan Rp 1.911 triliun (asumsi kurs Rp 14.000/US$) selama pandemi melalui platform mereka selama gelaran festival belanja terbesar di negara itu, Festival Belanja Tengah Tahun 618.

Festival yang dikenal sebagai 618 ini karena tepat jatuh pada tanggal 18 Juni lalu. Festival ini sedang diawasi ketat terkait dengan kesehatan konsumen di negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu China saat ini mulai terlihat pulih dari pandemi coronavirus.

E-Commerce Alibaba juga mengumumkan pendapatannya mencapai angka 21,76 miliar dolar AS; meningkat 34% daripada tahun lalu. Sementara, ekspektasi pasar hanyalah 21,4 miliar dolar AS. Ekosistem bisnis ritel daring Alibaba mendapat keuntungan dari lonjakan pengeluaran daring setelah pandemi. Pasar daring Alibaba yang mencakup Taobao, Taobao Live, dan Tmall memperoleh tambahan 28 juta pengguna aktif bulanan. Saat ini, ekosistem ritel daring Alibaba memiliki total 874 juta pengguna bulanan.

Baca Juga:

Kepala Eksekutif Alibaba, Daniel Zhang mengatakan, “kami berada dalam posisi yang baik untuk menangkap pertumbuhan dari transformasi digital yang sedang berlangsung, yang juga dipercepat oleh pandemi; baik dari segi konsumsi maupun operasi perusahaan.”

Zhang menambahkan Integrasi mendalam perusahaan ke sejumlah segmen ekonomi digital juga membuahkan hasil. Di bisnis pengantaran makanan misalnya, Ele.me mencatat pertumbuhan 30% jumlah pedagang. Ada pula 45% pelanggan baru Ele.me yang berasal dari Alipay. Dari segi nilai barang dagangan bruto (GMV), Tmall mencatatkan pertumbuhan 27% penjualan barang fisik selama kuartal II 2020.

Sebagai platform e-commerce terbesar di China, kinerja keuangan Alibaba dipandang oleh banyak investor sebagai tolok ukur belanja konsumen dan barometer penting kesehatan ekonomi Negeri Tirai Bambu tersebut. Industri e-commerce Alibaba di China menunjukkan kekuatan dan ketahanannya di tengah pandemi virus corona. Penjualan ritel online China mencapai angka 5,15 triliun yuan pada periode Januari-Juni 2020. Angka tersebut tumbuh 7,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menurut data Kementerian Perdagangan China.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Tips Hadapi Resesi Ekonomi Global Bagi Para Pelaku Usaha ala Rey Insurtech

JAKARTA, duniafintech.com - Resesi ekonomi global diperkirakan akan memengaruhi banyak sektor dan kinerja bisnis sehingga pelaku usaha perlu tips hadapi. Salah satu tips hadapi resesi...

Tips Cek Kesehatan Kendaraan Jelang Libur Natal dan Tahun Baru

JAKARTA, duniafintech.com - Tips cek kesehatan kendaraan menjadi salah satu hal penting dipelajari mengingat libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 sudah di depan...

Perusahaan PHK Karyawan Kembali Terjadi, Kali Ini PepsiCo

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan PHK karyawan hingga saat ini masih saja terjadi di dunia ketenagakerjaan, termasuk perusahaan startup. Hal itu berlangsung di tengah ketidakpastian ekonomi...

Tips Investasi Untuk Persiapan Masa Depan

JAKARTA, duniafintech.com - Saham merupakan instrumen investasi yang berpotensi memberikan keuntungan cukup tinggi jika dibandingkan instrumen investasi lainnya. Namun, sebagai investor, kita harus cukup cerdas...

Dollar ke Rupiah Hari Ini Terlengkap, Cek sebelum Tukar Valas

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke Rupiah hari ini, sesuai kurs, melemah pada level Rp 15.637 di perdagangan pasar spot Rabu (7/12). Diketahui, rupiah melemah 0,05%...
LANGUAGE