32.8 C
Jakarta
Selasa, 9 Agustus, 2022

Mobile Gaming Raih Keuntungan Hingga 35 Miliar Dolar di Semester 1

DuniaFintech.com – Kemajuan teknologi yang signifikan membuat hal yang disentuhnya berubah. Tak terkecuali mobile gaming sebagai jenis permainan yang dapat dimainkan hanya dengan menggunakan gawai ponsel pintar saja.

Selain bertransformasi, mobile gaming juga menuai respon positif dengan membludaknya peminat. Banyaknya pengembang aplikasi yang tertarik mengembangkan layanan game di berbagai platform ponsel pintar juga menjadi salah satu faktor yang mendukung tumbuh pesatnya industri.

Mobile gaming telah berubah menjadi industri yang memiliki jumlah pendapatan yang tidak bisa disepelekan. Seperti yang ditunjukkan bagan berikut, game berperangkat smartphone ini telah tumbuh menjadi bisnis raksasa serta menghasilkan puluhan miliar Dolar AS dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian besar melalui pembelian item virtual dan / atau konten tambahan dalam aplikasi.

sumber: Statista

Menurut perkiraan dari Sensor Tower, pendapatan game seluler di layanan App Store milik Apple telah mengoleksi USD 42 miliar dalam setahun, terhitung per 30 Juni 2020. Sementara itu, Google Play juga mendekat dengan koleksi USD 27 miliar.

Ada pun jumlah total estimasi keuntungan Apple akan bertambah senilai USD 4 miliar, apabila bersedia menurunkan jatah komisi kepada pengembang, dari 30% menjadi 20%.

Baca juga:

Apple App Store Sumbang Pemasukan Mobile Gaming Terbanyak

Saat perseteruan publik antara Apple dan pengembang game Fortnite, Epic Games memanas, beberapa orang mungkin bertanya-tanya mengapa polemik tersebut menjadi besar.

Setelah melihat bagan, tidak heran jika perbedaan tarif komisi yang Apple terapkan kepada pengembang di App Store menjadi polemik. Hal ini terlihat dari pemasukan Apple melalui layanan App Store telah menyentuh angka USD 11 miliar pada semester 1.

Seperti diketahui sebelumnya, pengembang game Fortnite, Epic Game hendak melayangkan gugatan hukum kepada dua jenis layanan aplikasi smartphone, yakni Apple dan Android. Hal ini terjadi setelah dihapusnya produk milik Epic Game dari sistem operasi milik keduanya.

Sistem bagi hasil yang dilakukan App Store dan Google Play berisikan penerimaan keuntungan 30% bagi penyedia layanan. Sementara, para pengembang aplikasi berhak menerima 75% dari keseluruhan transaksi pengguna. Hal ini melatar-belakangi gugatan yang dilakukan Epic Game.

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Inilah 18 Penyakit yang tidak Ditanggung Asuransi Prudential

JAKARTA, duniafintech.com – Daftar penyakit yang tidak ditanggung Asuransi Prudential penting untuk diketahui oleh para pemilik polis asuransi ini. Adapun hal penting yang perlu dipertimbangkan...

Cara Top Up OVO lewat OCBC NISP 2022: ATM & Mobile Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat OCBC NISP sejatinya hampir mirip kok dengan cara isi saldo OVO lewat sejumlah bank lainnya. Saat ini,...

Cara Menghubungkan Akulaku ke Bukalapak, Banyak Manfaatnya!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghubungkan Akulaku ke Bukalapak berikut ini perlu diketahui karena akan memberikan banyak manfaat bagi penggunanya. Nah, sebagai pelanggan Akulaku, barangkali kamu...

Fantastis! Hingga Juni 2022, Sudah 9,5 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital

JAKARTA, duniafintech.com - Hingga Juni 2022, sudah 9,5 juta UMKM masuk ekosistem digital. Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki mengatakan sebanyak 19,5 juta pelaku...

Jangan Salah Kira, Inilah Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin

JAKARTA, duniafintech.com - Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin sangat mencolok. Data dari Coinmarketcap menunjukkan ada sekitar 20 ribu kripto yang tercatat.  Dari sekian banyak kripto di...
LANGUAGE