33.8 C
Jakarta
Minggu, 21 Juli, 2024

Mobile Gaming Raih Keuntungan Hingga 35 Miliar Dolar di Semester 1

DuniaFintech.com – Kemajuan teknologi yang signifikan membuat hal yang disentuhnya berubah. Tak terkecuali mobile gaming sebagai jenis permainan yang dapat dimainkan hanya dengan menggunakan gawai ponsel pintar saja.

Selain bertransformasi, mobile gaming juga menuai respon positif dengan membludaknya peminat. Banyaknya pengembang aplikasi yang tertarik mengembangkan layanan game di berbagai platform ponsel pintar juga menjadi salah satu faktor yang mendukung tumbuh pesatnya industri.

Mobile gaming telah berubah menjadi industri yang memiliki jumlah pendapatan yang tidak bisa disepelekan. Seperti yang ditunjukkan bagan berikut, game berperangkat smartphone ini telah tumbuh menjadi bisnis raksasa serta menghasilkan puluhan miliar Dolar AS dalam beberapa tahun terakhir. Sebagian besar melalui pembelian item virtual dan / atau konten tambahan dalam aplikasi.

Mobile Gaming Raih Keuntungan Hingga 35 Miliar Dolar di Semester 1
sumber: Statista

Menurut perkiraan dari Sensor Tower, pendapatan game seluler di layanan App Store milik Apple telah mengoleksi USD 42 miliar dalam setahun, terhitung per 30 Juni 2020. Sementara itu, Google Play juga mendekat dengan koleksi USD 27 miliar.

Ada pun jumlah total estimasi keuntungan Apple akan bertambah senilai USD 4 miliar, apabila bersedia menurunkan jatah komisi kepada pengembang, dari 30% menjadi 20%.

Baca juga:

Apple App Store Sumbang Pemasukan Mobile Gaming Terbanyak

Saat perseteruan publik antara Apple dan pengembang game Fortnite, Epic Games memanas, beberapa orang mungkin bertanya-tanya mengapa polemik tersebut menjadi besar.

Setelah melihat bagan, tidak heran jika perbedaan tarif komisi yang Apple terapkan kepada pengembang di App Store menjadi polemik. Hal ini terlihat dari pemasukan Apple melalui layanan App Store telah menyentuh angka USD 11 miliar pada semester 1.

Seperti diketahui sebelumnya, pengembang game Fortnite, Epic Game hendak melayangkan gugatan hukum kepada dua jenis layanan aplikasi smartphone, yakni Apple dan Android. Hal ini terjadi setelah dihapusnya produk milik Epic Game dari sistem operasi milik keduanya.

Sistem bagi hasil yang dilakukan App Store dan Google Play berisikan penerimaan keuntungan 30% bagi penyedia layanan. Sementara, para pengembang aplikasi berhak menerima 75% dari keseluruhan transaksi pengguna. Hal ini melatar-belakangi gugatan yang dilakukan Epic Game.

DuniaFintech/Fauzan

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU