25.6 C
Jakarta
Jumat, 9 Desember, 2022

MILIARDER MICHAEL NOVOGRATZ BERENCANA MEMBUAT MERCHANT BANK UNTUK CRYPTOCURRENCY

duniafintech.com – Miliarder Michael Novogratz telah mengumumkan rencana untuk meluncurkan sebuah merchant bank layanan penuh yang didedikasikan untuk mata uang virtual dan usaha berbasis Blockchain, dengan tujuan untuk didaftarkan di Canadian’s TSX Venture Exchange. Jika rencana ini terlaksana, maka bank buatan Novogratz akan menjadi bank berbasis cryptocurrency pertama di dunia.

Pedagang Wall Street ini berencana untuk mengumpulkan $ 200 juta jika penawaran umum perdana (IPO) perusahaannya berhasil. Perusahaan yang bernama Galaxy Digital ini akan membangun bisnis perbankan merchant terbaik di kelasnya, layanan penuh, berkualitas institusional di ruang mata uang virtual dan Blockchain menurut Novogratz, seperti dikutip Bloomberg.

Baca juga: duniafintech.com/hello-sehat-terus-eksis-tanpa-fitur-ini/

Galaxy Digital dilaporkan akan fokus pada area seperti perdagangan, investasi utama, manajemen aset dan kerja konsultasi. Novogratz, mantan kepala investasi untuk Fortress, menggambarkan perusahaan baru tersebut sebagai Goldman Sachs dari mata uang virtual, begitu menurut sepengetahuan salah seorang yang mengetahui rencana Novogratz.

Usaha tersebut tidak akan menawarkan layanan apapun kepada penduduk AS, menurut siaran pers tersebut.

Baca juga: duniafintech.com/setelah-turun-drastis-ripple-mulai-alami-kenaikan-lagi/

Sang Guru investasi Bitcoin itu juga berencana untuk membeli startup kripto Kanada First Coin Capital Corp. Yang kelak diharapkan dapat bergabung dengan perusahaan shell Kanada, Bradmer Pharmaceuticals. Entitas ini akan digunakan untuk mengumpulkan $ 201 juta dalam bentuk saham swasta bulan depan.

Pengusaha tersebut dilaporkan menghabiskan hampir semua investasi mata uang virtualnya – hampir $ 400 juta saham Bitcoin, Ethereum, ICO (Initial Coin Offerings) dan saham di beberapa perusahaan pemula digital – di Galaxy.

Merchan bank ini adalah proyek paling ambisius yang muncul di tengah demam cryptocurrency saat ini. Pada bulan Desember, Novogratz menolak gagasan untuk meluncurkan cryptocurrency  hedge fund yang banyak diantisipasi, dengan alasan kondisi pasar yang tidak menguntungkan.

Baca juga: duniafintech.com/kredina-jamin-100-uang-kembali-bagi-investor/

Miliarder yang telah sangat optimis pada cryptocurrency selama setahun terakhir ini, pernah meramalkan bahwa Bitcoin akan bernilai $ 40.000 pada tahun 2019. Novogratz mengatakan bahwa investor menyimpan uang ke dalam bentuk cryptocurrency karena kurangnya kepercayaan pada lembaga keuangan setelah krisis ekonomi 2008.

Source: rt.com

Written by: Dita Safitri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Perusahaan PHK Karyawan Kembali Terjadi, Kali Ini PepsiCo

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan PHK karyawan hingga saat ini masih saja terjadi di dunia ketenagakerjaan, termasuk perusahaan startup. Hal itu berlangsung di tengah ketidakpastian ekonomi...

Tips Investasi Untuk Persiapan Masa Depan

JAKARTA, duniafintech.com - Saham merupakan instrumen investasi yang berpotensi memberikan keuntungan cukup tinggi jika dibandingkan instrumen investasi lainnya. Namun, sebagai investor, kita harus cukup cerdas...

Dollar ke Rupiah Hari Ini Terlengkap, Cek sebelum Tukar Valas

JAKARTA, duniafintech.com – Dollar ke Rupiah hari ini, sesuai kurs, melemah pada level Rp 15.637 di perdagangan pasar spot Rabu (7/12). Diketahui, rupiah melemah 0,05%...

Jelang Akhir Tahun, Modalku Catat Pertumbuhan Positif Fasilitas Finansial Bagi Karyawan

JAKARTA, duniafintech.com - Modalku mencatatkan pertumbuhan positif dari berbagai fasilitas finansial karyawan antara lain fasilitas Modal Karyawan dan Modal Kasbon. Dalam menyediakan fasilitas finansial bagi...

Berita Kripto Hari Ini: Mantan CEO FTX Siap-siap Dipenjara?

JAKARTA, duniafintech.com – Berita kripto hari ini terkait sosok mantan CEO pertukaran kripto yang bangkrut, yaitu FTX, Sam Bankman-Fried. Menjadi salah satu sosok berpengaruh di...
LANGUAGE