29.2 C
Jakarta
Sabtu, 20 Juli, 2024

Melek Teknologi, Negara Termiskin di Dunia Ini Sahkan Bitcoin Jadi Alat Pembayaran

JAKARTA, duniafintech.com – Negara Republik Afrika Tengah sahkan uang digital terbesar dunia, bitcoin menjadi alat pembayaran yang sah. 

Pemerintah negara itu berpendapat, keputusan itu guna mengamankan masa depan keuangan negara.

Presiden Afrika Tengah Faustin-Archange Touadéra bahkan menciptakan moto terkait pembayaran bitcoin. Moto itu dari sebuah bahasa latin ‘Vires in Numeris’ yang artinya “kekuatan dalam jumlah” dari bitcoin.

Republik Afrika Tengah menjadi negara kedua yang sahkan bitcoin sebagai pembayaran. Sementara yang pertama didahului oleh El Salvador.

Mengutip dari BBC, Kamis (9/6/2022), keputusan ini diambil pada 29 April 2022 lalu. Menurut siaran pers, pemerintah mengatakan ingin membangun ‘Hub Crypto’ legal pertama yang diakui oleh parlemen suatu negara. Tujuannya untuk bisnis dan menarik penggemar kripto global.

Setelah disahkannya bitcoin menjadi alat bayar, uang digital itu sudah bisa diimplementasikan. Misalnya saja di ibu kota, Bangui, bisnis seperti toko atau kafe sudah menerima bitcoin sebagai alat pembayaran.

Baca juga:  Mengejutkan! Triliunan Uang di Binance Dituding Hasil Jual Narkoba & Senjata

Dengan disahkannya bitcoin sebagai alat pembayaran, hal ini juga bertujuan untuk menarik investor global. Bahkan ada rencana negara mengizinkan berinvestasi di pertambangan dan industri lain menggunakan bitcoin tidak dikenakan pajak penghasilan atau perusahaan.

Namun di sisi lain, keputusan Afrika Tengah mengesahkan bitcoin menjadi alat pembayaran cukup membuat publik kecengang. Pasalnya, negara yang kaya mineral ini masuk dalam peringkat sebagai salah satu yang termiskin di dunia.

Baca juga: Harus Lebih Teliti Lagi, Warga AS Kehilangan Rp 14,3 Triliun Gara-gara Penipuan Kripto

Situasi negara itupun diperumit oleh perang saudara selama hampir satu dekade yang telah menghancurkan sebagian besar negara.

Mengingat bitcoin merupakan uang digital yang memerlukan internet, hal ini dikaitkan dengan bagaimana keadaan perluasan akses internet di Afrika Tengah. 

Menurut perkiraan dari tahun 2020, sembilan dari 10 orang Afrika Tengah tidak memiliki akses ke internet.

Baca jugaSesuai Standar Kemenag, Inilah Daftar Biaya Umroh 2022 Terbaru

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU