26.6 C
Jakarta
Kamis, 2 Juli, 2020

Optimalkan Digitalisasi Nasional, Kominfo Butuh Dana Rp22,57 Triliun

DuniaFintech.com – Kementrian Komunikasi dan Informatika, Kominfo butuh dana tambahan untuk mendukung percepatan digitalisasi Nasional pada tahun depan. Kominfo tengah menyiapkan lima program prioritas, salah satunya untuk optimalkan transformasi digital menuju masyarat yang mampu mengikuti teknologi termasuk internet pada saat new normal di Indonesia.

Johnny G. Plate selaku Mentri Kominfo mengatakan, “Kominfo butuh dana sebesar Rp 22,57 triliun untuk program digitalisasi nasional. Sehingga terdapat kekurangan sekitar Rp16,82 triliun untuk membiayai kebutuhan inisiatif baru. Di satu sisi, ada penyesuaian postur anggaran (refocusing) pada tahun ini, yang berfokus pada penanganan pandemi corona.”

Johnny menambahkan, anggaran itu merupakan kebutuhan percepatan karena adanya penyesuaian belanja kementerian dan lembaga pada tahun anggaran 2020. Rincian dari ke lima program itu antara lain, Penyediaan Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Pengelolaan Spektrum Frekuensi, Pemanfaatan TIK, Penataan Pengelolaan Pos dan Informatika, serta Komunikasi Publik.

Baca Juga:

“Pandemi Covid-19 mendorong percepatan transformasi digital Indonesia, sehingga perlu dilakukan upaya optimalisasi layanan TIK untuk publik dan sekaligus akselerasi kebijakan digitalisasi nasional. Oleh karena itu Kominfo butuh dana/ tambahan anggaran (ABT) rupiah murni sebesar Rp2,33 triliun untuk percepatan infrastruktur seperti Base Transceiver Station (BTS) dan akses internet di wilayah nonkomersial dan persiapan pusat data nasional sebagai langkah percepatan digitalisasi nasional, operasional layanan publik dan dukungan sosialisasi Pilkada 2020,” ungkap Johnny

Kementerian juga akan berfokus pada pembangunan infrastruktur digital di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).  Sebab, baru 70.670 dari total 83.218 desa dan kelurahan di Indonesia yang sudah bisa mengakses layanan internet generasi keempat (4G). Masih ada 12.548 desa dan kelurahan yang belum terlayani 100% 4G. Mayoritas atau sebanyak 9.113 di antaranya masuk 3T.

Komisi I DPR pun menilai infrastruktur digital Indonesia belum siap untuk mendukung produktivitas di tengah virus corona. Hal ini tecermin dari sebagian siswa di daerah yang kesulitan belajar dari rumah. Ia mendorong Kominfo untuk mengoptimalkan infrastruktur digital, supaya bisa digunakan oleh seluruh warga, khususnya di wilayah 3T

Menurut Menkominfo, beberapa inisiatif telah ditempuh agar pembangunan infrastruktur TIK dan pembangunan bidang komunikasi dan informatika berlangsung dan bermanfaat bagi masyarakat. Mengurangi penggunaan APBN dengan mengembangkan kerja sama dengan ekosistem atau mitra kerja Kemenkominfo. Salah satu contohnya adalah aplikasi PeduliLindungi yang dibuat bersama Kementerian BUMN dan Telkom.

(DuniaFintech/VidiaHapsari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Raih Segudang Keuntungan di Masa Pandemi dengan Ide Bisnis Ini

DuniaFintech.com - Wabah corona berdampak cukup besar bagi kalangan masyarakat, terutama dari segi ekonomi. Perubahan tren dan kebutuhan prioritas konsumen pun mempengaruhi...

Influencer Diadu di PUBG Mobile Global Ultimate Team Selection

DuniaFintech.com - Penggemar game berbasis mobile, Players Unknown Battle Ground (PUBG) menghelat PUBG Mobile Global Ultimate Team Selection per tanggal 23 Juni...

Pintek Bersama Sevima Bantu Berikan Solusi Managemen Akademik

DuniaFintech.com - Perusahaan fintech P2P lending yang fokus kepada sektor pendidikan, Pintek bersama Sevima, perusahaan konsultan dan pengembangan teknologi informasi untuk berikan...

BIDR Resmi Diperdagangkan di Binance dan Tokocrypto

DuniaFintech.com - Binance, Perusahaan Blockchain global dibelakang pertukaran aset digital terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan dan pengguna bersama Tokocrypto, pedagang aset...

Pinjaman Dana Cepat untuk Laptop Agar WFH Lebih Produktif

DuniaFintech.com - Laptop menjadi salah satu kebutuhan untuk menunjang masa work from home (WFH). Tanpa barang ini, pekerjaan yang dilakukan tentu menjadi...
LANGUAGE