Deutsche Bank Bergabung dengan Jaringan Blockchain JPMorgan

0

duniafintech.com – Deutsche Bank, Bank terbesar Jerman, resmi bergabung dengan jaringan berbasis blockchain JPMorgan, Interbank Information Network (IIN). Diluncurkan sebagai pilot program pada tahun 2017, inisiatif blockchain yang dipimpin JPMorgan ini tercatat memiliki jaringan 320 bank. Financial Times melaporkan bank-bank tersebut telah memasuki platform untuk menukar data pembayaran global menggunakan jaringan Ethereum.

Baca juga: Eropa Tolak Pengembangan Mata Uang Digital Libra

Menurut Ole Matthiessen, Kepala Manajemen Kas Global Deutsche Bank, IIN akan memungkinkan Deutsche Bank untuk menawarkan layanan klien yang lebih baik. Matthiessen menjelaskan bahwa bank mengharapkan IIN untuk mengurangi biaya pemrosesan pembayaran yang sulit.

Takis Georgakopoulos, Kepala Pembayaran di JPMorgan, menyatakan harapan dengan bergabungnya Deutsche Bank akan menjadi pemicu untuk bank besar lainnya agar turut bergabung dengan IIN. Dilaporkan, Deutsche Bank adalah pembayaran denominasi euro terbesar di dunia.

Target 400 Anggota pada Akhir Tahun  Jaringan IIN didasarkan pada platform Quorum yang dikembangkan JPMorgan dan ditujukan untuk mengatasi tantangan utama berbagi informasi antara bank dan mempercepat transaksi kepada penerima. Quorum didasarkan pada blockchain Ethereum, yang baru-baru ini dilaporkan oleh co-founder Vitalik Buterin hampir penuh karena merupakan jaringan blockchain publik yang paling populer untuk aplikasi yang didesentralisasi.

Baca juga: Perancis Meminta Adanya Regulasi Kripto untuk Seluruh Uni Eropa

Menurut Georgakopoulos, JPMorgan menargetkan untuk mencapai 400 perjanjian dengan bank pada akhir 2019. Pihaknya juga berharap dapat segera mengumumkan bank-bank besar lainnya.

Bulan Juni lalu sebuah laporan menyebut JPMorgan tengah berharap dapat memiliki mata uang kripto sendiri, JPM Coin, pada akhir tahun 2019. Baru-baru ini, CEO JPMorgan Jamie Dimon mendukung proyek kripto yang banyak dibahas, Libra, mengklaim bahwa stablecoin tidak menimbulkan ancaman bagi bank dalam jangka pendek.

Sementara itu, Deutsche Bank merupakan salah satu dari 26 bank sentral global yang dijadwalkan akan bertemu dengan para pendiri Libra di Swiss untuk membahas risiko stabilitas keuangan.

-Karin Hidayat-

Mengenal Amalan, Fintech Solusi Beban Pinjaman

0

duniafintech.com – Amalan Internasional Indonesia (AII) atau dikenal dengan Amalan ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai satu-satu nya fintech pemain tunggal di klaster online distress solution. Bisnis yang dijalankan perusahaan ini yakni menawarkan pertolongan bagi konsumen yang memiliki masalah dalam pembayaran utang bulanan.

Amalan menawarkan program pengelolaan pinjaman yang disesuaikan dengan keadaan peminjam. Tujuannya, agar seseorang terbebas dari tunggakan. Dengan program manajemen utang dari amalan, beban utang biasanya bisa dikurangi 50% hingga 90%. Solusi ini dapat meringankan peminjam dan memberi awal yang baru untuk membangun finansial yang lebih baik.

Baca Juga : Modalku Jalin Kemitraan dengan Zilingo untuk Solusi Pendanaan

Amalan beridiri sejak tahun 2014 di Singapura, dan melebarkan bisnisnya pada Agustus 2015 di Indonesia. Perusahaan ini merupakan satu-satunya penyedia program manajemen pinjaman di Asia dengan akreditasi dari International Association of Professional Debt Arbitrators atau Asosiasi Internasional Arbitrat Pinjaman Profesional dan 2018 resmi terdaftar sebagai anggota Fintech Indonesia dibawah peraturan nomor 13/POJK.02/2018.

CEO and Founder of Amalan, Arne Hartmann menjelaskan sampai Juni 2019, sebanyak 2.200 orang sudah sign up ke program ini. Perusahaan ini juga sudah menyelesaikan lebih dari 1.500 utang dengan total tertunggak lebih dari Rp 35 miliar. Selain itu membantu peminjam mendapatkan keringanan dengan total lebih dari Rp 10 miliar. Dalam menjalankan usahanya, perusahaan ini telah menjalin sinergi dengan KoinWorks dan Bank CIMB Niaga. Aplikasinya di Play Store kini telah diunduh oleh lebih dari 10.000 pengguna.

Baca Juga : Eropa Tolak Pengembangan Mata Uang Digital Libra

Saat ini, Amalan sudah mulai menangani bantuan kredit di pinjaman online. Pihaknya juga telah mengembangkan refinancing untuk customer. Terbaru, telah menjalankan sistem contact center terpusat demi maksimalnya pelayanan.

Dalam satu tahun ke depan, AII akan diberikan “regulatory sandbox” dan bekerja sama dengan OJK untuk mengembangkan peraturan yang tepat, dan peraturan ini akan menjadi landasan bagi semua perusahaan yang termasuk dalam klaster masing-masing.

-Vidia Hapsari-

Perancis Meminta Adanya Regulasi Kripto untuk Seluruh Uni Eropa

0

duniafintech.com – Hingga hari ini, regulasi kripto aset masih menjadi problem yang belum selesai di berbagai belahan dunia. Setelah penolakan pengembangan kripto aset Facebook, Libra, oleh Eropa, kali ini suara vokal kembali datang dari Perancis. Pemerintahan kota mode ini kembali menyuarakan agar Uni Eropa segera merilis regulasi yang seragam untuk mengatur penggunaan kripto aset di kawasan tersebut.

Menurut laporan dari kantor berita dunia, Reuters, Menteri Keuangan Perancis, Bruno Le Maire telah menyerukan agar Uni Eropa segera mengatur kerangka kerja bersama. Hal ini harus dilakukan demi terciptanya ekosistem kripto aset yang aman dan nyaman bagi semua pihak.

Baca juga: Eropa Tolak Pengembangan Mata Uang Digital Libra

Berbicara di depan 28 pemimpin Eropa di  Helsinki, Le Maire juga dilaporkan kembali menyebutkan kekhawatirannya akan rencana Facebook meluncurkan Libra yang katanya akan mengancam kedaulatan moneter. Di tempat lain, Le Maire juga pernah menyerukan agar mata uang kripto publik segera diregulasi tanpa menyebutkan secara spesifik aset apa yang dimaksudnya.

Perlunya Aturan yang Seragam

Hingga saat ini, Uni Eropa masih belum membuat undang-undang tersendiri terkait kripto aset. Alih-alih, menyerahkan semua keputusan kepada masing-masing negara anggotanya. Peraturan mengenai peredaran uang hingga saat ini harus mengikuti regulasi anti pencucian uang uang yang sudah ditetapkan oleh Uni Eropa.

Beberapa negara diketahui telah membuat rancangan undang-undang mereka sendiri. Dalam beberapa kasus, perusahaan terkait harus meminta izin dari regulator setempat sebelum mereka bisa beroperasi di wilayah yang diinginkan.

Le Maire sebenarnya bukan termasuk pejabat yang anti kripto. Beberapa waktu yang lalu dia sempat memberikan status bebas pajak untuk pengguna yang melakukan perdagangan kripto ke kripto tanpa menukarkannya ke fiat.

Baca juga: Pengiriman Uang Ke Luar Negeri Dengan True Money

Sama seperti pejabat pemerintahan lain, Le Maire sepertinya hanya merasa cemas keberadaan kripto aset yang tidak diatur bisa mengancam keamanan keuangan Uni Eropa. Penetapan peraturan yang seragam diharapkan bisa menjadi jalan keluar sehingga tidak ada pihak yang dirugikan dari seluruh aktivitas dan peredaran kripto aset.

-Dita Safitri-

Eropa Tolak Pengembangan Mata Uang Digital Libra

0

duniafintech.com – Menteri Keuangan Perancis, Bruno Le Maire memperingatkan akan menghambat pengembangan mata uang kripto yang disebut libra besutan facebook ini di Eropa pada acara pembukaan konferensi OECD tentang mata uang kripto. Menurutnya, peluncuran mata uang kripto dapat membahayakan kedaulatan keuangan setiap pemerintahan.

Dikutip dari laman Reuters, Bruno mengatakan pada pertemuan Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (Organization for Economic Co-operation and Development) di Paris telah menghubungi kepala Bank Sentral Eropa dan membahas pengaturan “mata uang digital publik” di bawah naungan lembaga keuangan internasional. Selain itu, Bruno menambahkan privatisasi uang ini pada akhirnya memuat risiko penyalahgunaan posisi dominan, risiko kedaulatan, dan risiko bagi konsumen juga perusahaan.

Baca Juga : Pengiriman Uang Ke Luar Negeri Dengan True Money

Salah satu keprihatinan yang akan terjadi adalah kemungkinan mata uang Libra akan mendorong penggunanya untuk melepaskan mata uang nasional apabila terjadi krisis keuangan. Ini akan sangat menyulitkan pemerintah untuk menstabilkan perekonomian negara.

Facebook mengumumkan bulan Juni akan meluncurkan mata uang kripto Libra pada paruh pertama tahun depan. Pihak facebook mengatakan Libra akan ditopang oleh sejumlah mata uang asing untuk mencegah fluktuasi nilai yang besar, seperti yang terjadi dengan mata uang kripto bitcoin dan lainnya.

Menanggapi pernyataan dari Menteri Keuangan Perancis, Kepala Kebijakan dan Komunikasi untuk Libra Association, Dante Disparte menjelaskan akan berkomitmen untuk bekerja sama dengan pihak berwenang. Selain itu, akan selalu menegaskan bahwa pentingnya proyek libra yang sedang berlangsung dengan lembaga dan pimpinan pengatur di seluruh dunia.

Baca Juga : Modalku Jalin Kemitraan dengan Zilingo untuk Solusi Pendanaan

Facebook mengiklankan Libra sebagai mata uang yang bisa digunakan oleh lebih dari satu milyar orang yang tidak punya akun bank, atau orang-orang yang menggunakan layanan di luar bank seperti perusahaan “payday loans” yang memungkinkan orang meminjam uang tunai dengan jaminan gaji yang belum diperolehnya.

-Vidia Hapsari-

Pengiriman Uang Ke Luar Negeri Dengan True Money

0

duniafintech.com – Remitansi mempunyai dampak positif bagi peningkatan keuangan inklusif, bahkan beberapa kajian mengungkapkan remitansi atau pengiriman uang sebagai bagian dari bentuk transfer merupakan entry point keuangan inklusif. Namun, rendahnya tingkat literasi keuangan mengakibatkan kesalahan dalam menggunakan sarana remitansi yang benar.

Baca juga : Rayakan Hari Lalu Lintas Bhayangkara, Polri Siap Uji Coba Smart SIM

Kini Anda dapat melakukan pengiriman uang dengan produk dari TrueMoney Indonesia. True Money dapat  memudahkan siapapun untuk mengirim uang dari kota ke desa ataupun sebaliknya, tanpa rekening cukup ktp, dengan proses yang cepat dan sangat aman karena sudah memiliki lisensi Bank Indonesia.

Melalui platform TrueMoney, pengirim dan penerima uang tidak harus memiliki rekening dan bisa menyetorkan besaran uang yang akan dikirim secara tunai, berapapun pecahannya. Biaya yang dikenakan mulai dari 10 ribu rupiah hingga maksimal 5 juta rupiah dengan biaya administrasi tidak lebih dari 25 ribu.

Baca juga : Block Community Surabaya: Blockchain Sebagai Solusi Masa Depan

Bahkan jika Anda bekerja di luar negeri (Malaysia, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Nigeria, Pantai Gading, UEA, Qatar, Hong Kong, Taiwan, Brunei), dengan layanan ini Anda dapat mengirim uang dari luar negeri dan penerima di Indonesia dapat mengambilnya melalui jaringan toko Alfamidi hanya dengan menunjukkan kode otentifikasi yang didapat.

Untuk menjadi pengguna True Money pun mudah, hanya cukup mengunduh aplikasi True Money di Google Playstore, lalu memilih opsi registrasi untuk mendaftarkan diri dan pastikan pengisian identitas diri dengan teliti untuk meminimalisir kesalahan dan hambatan.

Baca juga : Antler, Akselerator Startup Siap Lahirkan 20 Startup Indonesia Tiap Tahun

— Dinda Luvita —

Block Community Surabaya: Blockchain Sebagai Solusi Masa Depan

0

duniafintech.com — Block Community kembali di gelar di Surabaya. Konferensi skala nasional yang dihelat untuk keempat kalinya itu mengusung tema “Blockchain Sebagai Solusi Masa Depan”. Acara tersebut diselenggarakan untuk memperkaya pengetahuan, menemukan solusi, dan berbagi wawasan terbaru terkait perkembangan teknologi Blockchain di masa depan.

Baca juga: Rayakan Hari Lalu Lintas Bhayangkara, Polri Siap Uji Coba Smart SIM

CEO Indodax, Oscar Darmawan mengatakan setiap hari semakin banyak masyarakat terutama kelas sosial menengah dan anak muda yang melek akan Blockchain. Bahkan, sebagian diantara mereka juga sudah merasakan kemutakhiran teknologi Blockchain di dalam kehidupan sehari-hari. Di bidang sektor publik misalnya, teknologi peer to peer ini telah berhasil mempermudah aktivitas pencatatan identitas, aset berharga, data kesehatan, dan faktur pajak. Sementara itu, di bidang keuangan Blockchain turut membantu masyarakat dalam mempercepat kegiatan audit, pembayaran lintas negara, investasi aset digital, dan pembuatan kontrak pintar (smart contract).

“Salah satu kehebatan Blockchain adalah kita dapat mengirimkan data apapun tanpa perlu bergantung pada satu server. Solusi cerdas atau multi aplikasi melalui Blockchain ini memang dinilai mampu mendorong kesejahteraan sosial masyarakat. Misalnya, muncul peluang-peluang baru bagi para pelaku usaha dimana mereka mulai giat mendirikan lapangan pekerjaan yang jauh lebih menjanjikan dan menguntungkan. Maka daripada itu, momentum dan eksistensi ekosistem digital yang sudah terbentuk harus selalu kita jaga dan Indodax siap berkomitmen sebagai pionir yang terus giat mengedukasi masyarakat mengenai Blockchain,” jelas Oscar.

Di beberapa tahun mendatang, Oscar memprediksi eksisnya gaya hidup digital masyarakat serta peningkatan penetrasi internet dan telepon pintar akan menjadi faktor akselerasi berkembangnya Blockchain yang semakin sesuai dengan kebutuhan. Beliau mencontohkan teknologi terdistribusi dan terdesentralisasi ini dapat digunakan guna mewujudkan proses pemilu yang lebih efektif dan efisien.

“Memang benar isu seperti kepercayaan publik, tantangan teknis, privasi dan fluktuasi nilai, serta tata kelola data yang belum memadai akan menjadi tantangan-tantangan baru bagi pengimplementasian Blockchain di masa mendatang“, tambah Oscar.

Senada dengan tersebut, Danny Rowshandel sebagai Managing Director High Performance Blockchain (HPB) menuturkan yakni ekspansi mereka ke Indonesia dilatarbelakangi masih minimnya perusahaan-perusahaan konvensional yang mampu mengimplementasikan teknologi Blockchain. Pihaknya siap untuk terjun langsung ke akar rumput guna membentuk sebuah komunitas Blockchain baru di Indonesia dengan memberikan berbagai macam bentuk dukungan seperti permodalan keuangan serta manajemen operasional.

Baca juga: Modalku Jalin Kemitraan dengan Zilingo untuk Solusi Pendanaan

High Performance Blockchain adalah salah satu perusahaan yang dihadirkan Block Community sebagai salah satu project blockchain berkualitas yang mempunyai pengalaman pengembangan blockchain bersama UnionPay. Unionpay sendiri adalah perusahaan pemroses pembayaran terbesar di China saat ini.

Acara ini mendatangkan lebih dari lima pakar di dunia Blockchain baik dari kalangan nasional maupun internasional. Selain itu, terhitung lebih dari 200 delegasi yang hadir dengan latar belakang yang berbeda-beda seperti akademisi, mahasiswa, investor, dll.

Baca juga: Atozpay, Pembayaran Non-Tunai Fokuskan Pengembangan Merchant Kecil

Oscar Darmawan ikut menambahkan acara Block Community adalah salah satu sarana Indodax untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat luas mengenai Blockchain dan perdagangan Kripto Aset. Saat ini Indodax mempunyai member lebih dari 1,8 juta orang di Indonesia dan ikut membantu banyak masyarakat Indonesia mendapatkan pendapatan melalui ikut berdagang di dalam perdagangan kripto yang merupakan aset berharga di dalam teknologi blockchain.

-Karin Hidayat-

Atozpay, Pembayaran Non-Tunai Fokuskan Pengembangan Merchant Kecil

0

duniafintech.com – Indonesia dengan program cashless society kerap didukung berbagai macam pihak, dukungan tersebut dapat dilihat dari salah satu kolaborasi yang dilakukan PT Weyland Indonesia Perkasa bersama perusahaan fintech payment gateway multi source of fund, PT Finnet Indonesia dengan menghadirkan Atozpay.

Baca juga : Antler, Akselerator Startup Siap Lahirkan 20 Startup Indonesia Tiap Tahun

Atozpay merupakan aplikasi mobile untuk pembayaran non-tunai yang akan membantu mendigitalisasikan merchant-merchant mulai dari kelas menengah keatas hingga yang paling utama yaitu menengah kebawah.

Platform ini menawarkan beberapa fitur dengan kelebihan kecepatan transaksi. Beberapa fitur yang ditawarkan antara lain, pembayaran pulsa dan payment point, instant payment dan tiket traveling secara online yang mencakup lebih dari 30 ribu agen dan 10 ribu merchant di seluruh Indonesia.

Baca juga : Rayakan Hari Lalu Lintas Bhayangkara, Polri Siap Uji Coba Smart SIM

Untuk menggunakan aplikasi Atozpay, Anda hanya perlu mengunduh aplikasi di Google Playstore dan Apple Appstore. Kemudian daftarkan akun Anda di aplikasi, dengan hanya memasukkan data diri Anda.

Cara melakukan top up saldonya pun mudah, Anda cukup memilih menu top up saldo di aplikasi kemudian transfer dengan nominal yang Anda inginkan melalui rekening bank. Jika transaksi gagal, Anda dapat menghubungi nomor customer service yang tertera.

Atozpay juga tengah mengembangkan layanan pesan antar makanan jarak dekat bernama Atozgo. Atozgo memiliki keunggulan terkait penghematan biaya khususnya bagi pemesanan ke gedung-gedung perkantoran.

Baca juga : Santander Terbitkan Obligasi Blockchain End-To-End $20 Juta di Ethereum

— Dinda Luvita —

Modalku Jalin Kemitraan dengan Zilingo untuk Solusi Pendanaan

0

duniafintech.com – Modalku, aplikasi teknologi finansial (fintech) platform Peer-to-Peer (P2P) lending digital yang menghubungkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan pemberi pinjaman individu telah resmi menjalin kerjasama dengan Zilingo, salah satu startup daring terkemuka asal Singapura.

Modalku adalah platform pinjaman online yang berdiri sejak 2016 di Indonesia. Platform ini menghubungkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan pemberi pinjaman individu dan institusi.

Baca Juga : OJK : Kenali Manfaat dan Resiko Fintech Lending

Reynold Wijaya selaku Co-Founder & CEO Modalku, mengatakan dalam pers releasenya akan mendukung UMKM dengan cara menyediakan akses pinjaman modal usaha. selain itu, kerjasama ini bertujuan untuk menyediakan solusi pendanaan bagi para pedagang (merchant) Zilingo melalui proses digital yang efisien. Selain itu, para merchant online dapat mengakses modal usaha secara tepat waktu agar mereka dapat segera membeli kebutuhan usaha serta mengembangkan bisnisnya.

Arus kas tambahan dari Modalku ini juga sangat berguna saat musim penjualan sedang ramai, di mana merchant e-commerce dapat menggunakan pendanaan untuk melayani volume pesanan yang meningkat serta menambah pendapatan.

Di tengah pertumbuhan sektor e-commerce, di semua pasar Asia Tenggara, Indonesia mengungguli negara lainnya dengan pencapaian hingga USD 12 miliar pada tahun 2018. Hal ini menunjukkan besarnya potensi pasar e-commerce di Indonesia seiring bertumbuhnya jumlah UMKM nasional. Sayangnya, dari total 63 juta UMKM tanah air, hanya 26% yang dianggap memenuhi syarat untuk mendapatkan akses ke pendanaan. Situasi ini menjadi peluang besar bagi Modalku untuk meningkatkan akses terhadap pinjaman usaha bagi para UMKM lokal.

Baca Juga : Pinjam Dana Fintech Mengkhawatirkan? Simak Langkah Cermat Ini

Sejak beroperasi hingga kini, Modalku telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp 8,5 triliun kepada para pelaku UMKM secara regional, yaitu di Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 5 triliun disalurkan di Indonesia. Modalku menargetkan pada akhir tahun ini penyaluran pinjaman bisa mencapai Rp 6,5 triliun hingga Rp 7 triliun. Upaya untuk mengejar target tersebut adalah dengan berkolaborasi dengan beberapa pelaku usaha. Salah satu upayanya adalah Modalku menggandeng Zilingo.

-Vidia Hapsari-

Antler, Akselerator Startup Siap Lahirkan 20 Startup Indonesia Tiap Tahun

0

duniafintech.com – Geliat startup yang berkembang pesat di Indonesia kian menjadi daya tarik perusahaan asing melebarkan sayapnya di tanah air, seperti salah satu perusahaan akselerator startup bernama Antler.  Perusahaan ini berencana untuk melakukan ekspansi ke Indonesia pada semester pertama tahun 2020 mendatang.

Baca juga : Polri Siap Uji Coba Smart SIM

Rencana ekspansi Antler ini disertai dengan misi perusahaan untuk mencetak setidaknya 20 startup Indonesia setiap tahunnya dengan memberikan dukungan kepada pendiri startup untuk membentuk tim yang tepat, memberikan pendanaan untuk tahapan awal (pre-seed dan seed), dan memberikan akses ke platform hingga jaringan secara global.

Antler juga akan memberikan berupa grant atau uang saku setiap dua bulan kepada peserta yang mengikuti program. Apabila peserta berhasil, peserta akan mengikuti program lanjutan selama beberapa bulan yang difokuskan untuk meluncurkan dan mulai menumbuhkan perusahaan peserta dengan dukungan dari para mentor, penasihat, dan VC. Tidak melulu didukung mentor asing, perusahaan ini juga didukung mentor asal Indonesia yang berkualitas, termasuk CEO GDP Venture Martin Hartono dan Presiden Direktur Blue Bird Noni Purnomo.

Baca juga : Raiz Invest, Tawarkan Investasi Tanpa Perlu Modal Tinggi

Sebagai tambahan informasi, Antler telah menjajaki Singapura sejak tahun 2018 dan dari program Antler yang berlangsung di Singapura, saat ini telah terdapat 4 startup asal Indonesia yang lahir, yaitu Sampingan, Robin, Base, dan Bubays.

Sejauh ini Antler telah berinvestasi senilai US$ 8,3 juta kepada 70 startup dalam portofolionya, sejak pertama kali memulai program inkubasinya di Singapura pada Juli 2018 lalu. Saat ini, secara global perusahaan ini memiliki 8 lokasi operasional dengan 6 program yang tengah berjalan.  Antler menggelar program pembinaan secara intensif selama 6 bulan dalam bentuk inkubasi bagi para calon pengusaha startup.

Baca juga : Santander Terbitkan Obligasi Blockchain End-To-End $20 Juta di Ethereum

— Dinda Luvita —

Rayakan Hari Lalu Lintas Bhayangkara, Polri Siap Uji Coba Smart SIM

0

duniafintech.com – Bertepatan dengan Hari Lalu Lintas Bhayangkara pada tanggal 22 September 2019, Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Kakorlantas) Polri akan meluncurkan Surat Izin Mengemudi (SIM) Pintar atau Smart SIM yang berfungsi sebagai uang elektronik. Smart SIM ini dapat digunakan untuk keperluan bertransaksi sehari hari, seperti pembayaran tol, kereta, MRT, SPBU, hingga dapat dgunakan untuk berbelanja.

Polri akan meluncurkan Smart SIM yang dilengkapi dengan chip layaknya kartu ATM. Selain dapat digunakan sebagai uang elektronik, Smart SIM juga akan berisikan data foreksik kepolisian berikut dengan identitas lengkap pemegang SIM serta dapat merekam pelanggaran pemiliknya bahkan terdapat nomor telepon pemiliknya dan nomor telepon orang terdekat yang dapat dihubungi jika terjadi sesuatu.

Baca Juga : Ekosistem Digital Indonesia Kembali Didorong Melalui Kerjasama Fintech

Kepala Korlantas Polri, Inspektur Jenderal Refdi Andi mengatakan untuk saat ini masih dalam tahap uji coba dan belum dapat difungsikan dengan baik. Polri akan memberikan pelayanan serta informasi yang lengkap setelah resmi diluncurkan akhir September mendatang.

SIM Pintar atau Smart SIM memiliki keunggulan lebih dari pendahulunya. Seperti layaknya e-money pada kebanyakan kartu, SIM Pintar dapat diisi saldo maksimal Rp 2 juta. Saldo tersebut dapat dibelanjakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk bayar tilang. Untuk merealisasikan hal ini, Polri pun telah menjajaki kerja sama dengan sejumlah bank yaitu BRI, BNI, dan Mandiri. Nantinya, pemilik Smart SIM yang ingin menggunakan kartu tersebut sebagai uang elektronik dapat mengaktivasi ke bank terkait.

Baca Juga : Kian Memanas, Grab Saingi Gojek dalam Bisnis Reparasi

Tidak hanya fungsinya yang berubah, tampilan fisik SIM Pintar pun berbeda dengan SIM yang telah beredar. SIM terlihat lebih simpel dengan warna merah menutupi seluruh kartu bagian atas serta putih mendominasi bagian bawah. Dua warna itu lantas didasari peta Indonesia berwarna abu pada bagian tengah. Pada bagian atas kartu terdapat tulisan ‘Indonesia’. Persis di bawahnya, terdapat tulisan ‘surat izin mengemudi’. Logo Kepolisian Negara Republik Indonesia terletak di pojok kiri atas.

-Vidia Hapsari-