26.2 C
Jakarta
Jumat, 19 Agustus, 2022

Pasar Infrastruktur Cloud Terus Alami Peningkatan Selama 3 Tahun

DuniaFintech.com – Layanan infrastruktur teknologi cloud computing menjadi tren yang diadaptasi setiap pelaku industri yang ingin bersaing di revolusi 4.0. Sebagai teknologi yang mampu mengatur, mengelola dan memangkas biaya dan aktivitas perusahaan, teknologi tersebut juga mengalami peningkatan dalam hal penjualan.

Menurut Canalys, pasar cloud computing telah melipat-gandakan pendapatannya selama 3 tahun terakhir. Hal ini membuat pembukuan pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan.

Pada kuartal pertama 2016, total pendapatan pasar mencapai sekitar USD 8 miliar. Selanjutnya dalam 2 tahun berikutnya, volume pasar bertumbuh 2 kali lipat. Dan hanya dalam waktu 3 tahun mencapai USD 24,1 miliar pada kuartal pertama 2019.

Pertumbuhan layanan infrastruktur cloud didasari oleh meningkatnya permintaan akan informasi dan penyimpanan data. Teknologi tersebut memungkinkan pengguna untuk menyimpan dan mengakses informasi melalui koneksi internet. Alih-alih menyimpan informasi di satu perangkat, pengguna dapat mengakses informasi dari perangkat apa pun dengan koneksi internet.

Baca juga:

Permintaan Pasar Akan Infrastruktur Cloud Computing

Raksasa teknologi sedang memasuki industri yang menguntungkan dan berkelanjutan. Laporan kuartal pertama Alibaba untuk tahun 2020 menunjukkan pengembangan bisnis cloudnya sebesar 66% dari tahun ke tahun. Segmen ini menjadi bisnis dengan petumbuhan yang cepat.

Dalam besaran keuntungan komersil, cloud computing menempati urutan kedua setelah inti usaha dari bisnis Alibaba, yakni e-commerce yang dinilai merujuk ke arah masa depan perusahaan.

Saat ini, pengembang infrastruktur cloud asal Amerika Serikat, Amazon Web Services menjadi pesaing utama Alibaba. AWS menjadi pemimpin di pasar teknologi tersebut dengan pangsa pasar sebesar 33% di seluruh dunia. Alibaba dan IBM sama-sama bersaing ketat dengan persentase perolehan perbedaan sebanyak 1%, yakni Alibaba sebanyak 6% dan IBM sebanyak 5%.

Meski pun Alibaba mendominasi pasar Asia dan mengincar dominasi di berbagai wilayah, Amazon tetap menjadi pemain utama dalam industri cloud di level mancanegara.

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Penarikan Uang di Indodax, Gampang Banget!

JAKARTA, duniafintech.com - Setelah meraih untung dalam trading kripto, cara penarikan uang di Indodax tentunya sangat penting untuk diketahui.  Ini tentunya akan bermanfaat untuk menarik...

Alasan Token ASIX tak Lolos Izin, Bappebti Beberkan Hal Ini

JAKARTA, duniafintech.com - Token ASIX milik pesohor tanah air, Anang Hermansyah tak lolos izin dari Badan Pengawas Bursa Berjangka Komoditi (Bappebti). Hal ini lantas...

Bisa Dicoba! Inilah Pilihan Platform untuk Mining Ethereum

JAKARTA, duniafintech.com - Platform untuk mining Ethereum (ETH) penting diketahui, guna mendukung proses mining atau penambangan tersebut. Selain trading, cara mudah untuk mendapatkan kripto jenis...

Penambahan Modal BUMN, Erick: Jangan Dibilang Utang Lagi 

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memberikan penjelasan gamblang mengenai rencana penambahan modal sejumlah BUMN  seperti PT Bank Tabungan...

Cara Top Up OVO lewat ATM Permata hingga Internet Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat ATM Permata dan beberapa metode lainnya berikut ini perlu disimak oleh pengguna layanan ini. Kalau kamu sering...
LANGUAGE