32.8 C
Jakarta
Selasa, 9 Agustus, 2022

Aset Kripto Lebih Mahal dari Bitcoin Ini Melambung 330% Dalam Beberapa Hari

DuniaFintech.com Kabar mengejutkan santer datang dari industri aset kripto karena di temukan ada salah satu aset kripto lebih mahal dari bitcoin. Apa aset kripto lebih mahal dari bitcoin itu? Ternyata aset kripto yEarn Finance (YFI), Harga aset kripto yEarn Finance (YFI) dikabarkan melambung 330% menjadi Rp210 juta, dalam hitungan hari. Kini YFI lebih mahal dari cryptocurrency terpopuler bitcoin yang sudah mencapai Rp180 jutaan per 1 bitcoin

Di market INDODAX, platform bitcoin dan crypto exchange terbesar di Indonesia, YFI awalnya dijual Rp51 jutaan pada minggu 6 Agustus 2020, atau hari pertama dia melantai di bursa INDODAX Pada Jumat 21 Agustus 2020 pagi, YFI berada pada level Rp210 juta. 

CEO INDODAX Oscar Darmawan menjelaskan YFI mencatatkan relly secara terus menerus selama beberapa hari semenjak YFI pertama kali listing di INDODAX. YFI menambah daftar cryptocurrency yang mencatatkan performa yang fantastis dalam beberapa hari. Sebelumnya, ada banyak cryptocurrency yang mencatatkan kenaikan yang hampir sama dalam periode yang singkat.

“YFI mencatatkan kinerja yang fantastis semenjak pertama kali listing di INDODAX. Bahkan, karena kenaikan yang fantastis itu membuat YFI lebih mahal dari bitcoin,” kata Oscar Darmawan, Jumat (21 Agustus 2020). 

Oscar Darmawan mengungkapkan, kenaikan harga YFI dikarenakan sistem DeFi yang saat ini sedang ramai digunakan. YFI merupakan salah satu cryptocurrency yang bisa masuk di sistem DeFi. 

Menurut perhitungan terakhir pada 17 Agustus 2020, nilai total yang tersimpan di seluruh ekosistem DeFi melampaui USD6,4 miliar. Perluasan keseluruhan pasar DeFi telah menyebabkan nilai total yang tersimpan di YFI mencapai USD600 juta. 

“DeFi mendorong permintaan YFI hingga akhirnya meningkatkan harga YFI secara drastis dalam hitungan beberapa hari saja,” kata Oscar Darmawan. 

Baca juga :

DeFi Ekosistem yang Sedang Digandrungi

DeFi atau decentralized finance adalah sistem moneter yang terbuka atau open finance yang dibangun di atas teknologi blockchain. DeFi memiliki sifat desentralisasi atau tidak terpusat. DeFi sedang digandrungi karena orang-orang meyakini bahwa DeFi merupakan bentuk sistem moneter masa depan. 

Salah satu yang bisa dilakukan dengan sistem DeFi adalah peminjaman atau pendanaan dengan menjadikan cryptocurrency sebagai jaminan atau agunan. Ini tentunya banyak dimanfaatkan oleh crypto holder seperti penambang kripto dan pegiat kripto lainnya. Bahkan, juga banyak dimanfaatkan oleh investor dan industri keuangan. 

“Ini membuat permintaan aset kripto terus stabil karena orang-orang tidak menjual aset kriptonya. DeFi mencegah pengurangan permintaan terhadap cryptocurrency. Sehingga, permintaannya terjaga dan membuat harga tetap melanjutkan kenaikan,” kata Oscar Darmawan. 

DeFi menciptakan ekosistem baru di dunia blockchain dan cryptocurrency dan membuatnya semakin populer. DeFi membuktikan meingkatkan harga cryptocurrency secara fantastis. Tidak hanya YFI, bitcoin dan ethereum juga meningkat dan mencatatkan rekor tertinggi semenjak tahun 2018. 

“Bitcoin kembali melambung mencapai Rp185 juta pada beberapa waktu lalu. Saat ini masih berada di level tertingginya di sekitar Rp180 juta. Salah satu faktornya juga karena DeFi. Selain itu, juga ada Ethereum dan lain-lain yang meningkat karena DeFi,” katanya. 

Oscar Darmawan meyakini, di masa depan, DeFi semakin banyak lagi digandrungi oleh orang-orang atau bahkan diterapkan dalam sistem keuangan industri atau kebijakan financial suatu negara. Ini seiring meningkatnya pemahaman orang-orang terhadap dunia blockchain dan cryptocurrency. 

“Dengan semakin jelasnya kegunaan dari bitcoin ini melalui defi ikut meningkatkan permintaan bitcoin dan kripto lainnya, Kripto sekarang bisa jaminan aset juga selain sebagai media investasi dan bagian dari infrastruktur blockchain” katanya. 

Hal tersebut juga membuat Oscar Darmawan meyakini harga bitcoin dan aset kripto lainnya akan terdorong di masa mendatang. Dia juga berharap agar masyarakat Indonesia juga memanfaatkan momen ini untuk mendapatkan keuntungan besar dari trading kripto seperti bitcoin dan lainnya. 

“Jadi, DeFi adalah salah satu contoh nyata yang dapat dimanfaatkan orang awam sebagai pelengkap dari infrastruktur blockchain. Ini yang mendorong penggunaan kripto di dunia. Penggunaan kripto secara masal ini terus mendorong pergerakan harga kripto belakangan ini”  jelasnya. 

(DuniaFintech/ Dinda Luvita)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Top Up OVO lewat OCBC NISP 2022: ATM & Mobile Banking

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat OCBC NISP sejatinya hampir mirip kok dengan cara isi saldo OVO lewat sejumlah bank lainnya. Saat ini,...

Cara Menghubungkan Akulaku ke Bukalapak, Banyak Manfaatnya!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara menghubungkan Akulaku ke Bukalapak berikut ini perlu diketahui karena akan memberikan banyak manfaat bagi penggunanya. Nah, sebagai pelanggan Akulaku, barangkali kamu...

Fantastis! Hingga Juni 2022, Sudah 9,5 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital

JAKARTA, duniafintech.com - Hingga Juni 2022, sudah 9,5 juta UMKM masuk ekosistem digital. Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki mengatakan sebanyak 19,5 juta pelaku...

Jangan Salah Kira, Inilah Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin

JAKARTA, duniafintech.com - Perbedaan Bitcoin dan Stablecoin sangat mencolok. Data dari Coinmarketcap menunjukkan ada sekitar 20 ribu kripto yang tercatat.  Dari sekian banyak kripto di...

Lindung Konsumen, AFPI Percepat Sertifikasi Tenaga Penagihan

JAKARTA, duniafintech.com – Untuk meningkatkan perlindungan konsumen, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) percepat program pelatihan dan sertifikasi bagi para tenaga penagihan sehingga di...
LANGUAGE