26 C
Jakarta
Rabu, 29 Juni, 2022

Pasar Kripto Menguat Sepanjang Pekan Keempat Juni di Tengah Sentimen Negatif

JAKARTA, duniafintech.com – Pasar Kripto, Bitcoin dan altcoin teratas lainnya berhasil naik sepanjang pekan keempat Juni 2022 di tengah berbagai sentimen negatif dari industri dan ketidakpastian ekonomi. 

Pada Rabu, 22 Juni 202 kemarin, harga bitcoin melonjak sekitar 1 persen menjadi USD 20.698 atau sekitar Rp 307 juta, menurut Coin Metrics. Sebelumnya, selama akhir pekan, Bitcoin sempat jatuh ke level USD 17.958.05. Itu merupakan titik terendah sejak Desember 2020.

Rebound pasar kripto terjadi di tengah berita utama bearish untuk industri cryptocurrency yang dimulai dengan tekanan dari kekuatan ekonomi makro. Harga grosir naik mendekati rekor kecepatan tahunan pekan lalu dan Federal Reserve menaikkan suku bunga acuannya sebesar tiga perempat poin persentase, kenaikan terbesar sejak 1994.

Perusahaan cryptocurrency, termasuk Coinbase dan BlockFi, memberhentikan karyawan. Pemberi pinjaman kripto, yang menjanjikan hasil tinggi kepada pengguna untuk menyimpan koin digital mereka Celsius membekukan penarikan yang telah memicu ketakutan kebangkrutan.

Baca juga: Lihat Perbandingan Triv vs Indodax, Mana yang Lebih Cocok Buat Investor Pemula? 

Melansir Liputan6.com, seorang analis pasar kripto di bursa bitcoin Jepang Bitbank, Yuya Hasegawa mengatakan penurunan yang terjadi pada akhir pekan tidak terlalu dalam.

“Lingkungan makro belum benar-benar berubah dari pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal minggu lalu. Masih belum ada tanda yang jelas dari inflasi turun dan the Fed mungkin masih mendorong ekonomi ke dalam resesi dengan menaikkan suku terlalu agresif atau hanya dengan gagal untuk menjinakkan inflasi,” kata Hasegawa dikutip dari CNBC

Baca juga: Binance vs Indodax Dua Platform Jual Beli Kripto Raksasa, Manakah yang Lebih Baik? 

Adapun seorang analis di pialang aset digital GlobalBlock yang berbasis di Inggris, Marcus Sotiriou mengatakan bitcoin menghadapi resistensi di level USD 21.300. 

Jika Bitcoin dapat mengatasinya, itu bisa mencapai target berikutnya di USD 23.500 di tengah ketidakpaatian pasar Kripto saat ini. 

Baca jugaJenis-jenis Deposito CIMB Niaga hingga Besaran Bunganya

Baca jugaKelas Standar BPJS Kesehatan, Apa Saja Fasilitas Ruang Inapnya?

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Mengenali P2P Lending Syariah, Halal Tanpa Riba

JAKARTA, duniafintech.com – Mengenali P2P Lending Syariah nampaknya menjadi salah satu hal yang penting saat ini. Kemajuan teknologi membuat peer to peer (P2P) lending...

Kelebihan dalam P2P Lending Syariah, Halal Pastinya!

JAKARTA, duniafintech.com – Kelebihan dalam P2P lending syariah akan jadi pembahasan tim DuniaFintech.com kali ini. Untuk lebih mengenal apa itu P2P lending syariah, simak...

Cara Kerja Akad P2P Lending Syariah, Simak ini Guys!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara Kerja Akad P2P Lending Syariah, seperti apa? Kini anda bisa dengan bebas berinvestasi dan mengajukan pembiayaan syariah melalui fintech P2P...

Bengkel Spesialis Mercy, Ini Daftar Lengkapnya

JAKARTA, duniafintech.com – Bengkel spesialis Mercy terdekat adalah tempat yang paling dicari oleh pengguna mobil keluaran Jerman ini. Di samping lantaran membutuhkan perawatan khusus, di...

Tahapan Investasi P2P Lending Syariah, Jadi Solusi Keuangan

JAKARTA, duniafintech.com – Tahapan investasi P2P lending syariah kali ini bisa dijadikan solusi, jika Anda mencari investasi yang terpercaya dan menawarkan imbal hasil yang...
LANGUAGE