25.2 C
Jakarta
Jumat, 14 Agustus, 2020

PBoC Kembangkan Sistem Blockchain untuk Digitalisasi

duniafintech.com – PBoC (People’s Bank of China) telah mengembangkan sistem blockchain-powered untuk mendigitalkan cek kertas. Sistem ini bertujuan memerangi penipuan keuangan serta mengurangi biaya untuk mencetak cek.

Sebagai bank sentral, PBoC atau Bank Rakyat Tiongkok ini memiliki satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai renminbi (Yuan RRT). PBC telah banyak aset keuangan dari setiap lembaga keuangan publik tunggal lainnya dalam sejarah dunia.

Untuk tambahan informasi, peran PBoC itu sendiri secara umum akan membuat kebijakan di sisi makro, sementara merger regulator perbankan dan asuransi itu akan menjadi pengeksekusi kebijakan.

Baca juga : GIFTO, ‘New Milestone’ Dengan 500.000 Pengguna

Menurut Di Gang, seorang pejabat bank’s digital currency research department, platform ini muncul setelah satu tahun pengembangan. Di mengatakan bahwa cek akan disahkan dan semua operasi akan dilakukan oleh smart contract. Para pejabat di China berharap bahwa pemeriksaan digitalisasi akan membuat pemeriksaan lebih transparan dan kurang rentan terhadap penipuan.

Baca juga : Gameloft Segera Meluncurkan Asphalt 9: Legends 

Pengembang sistem menekankan bahwa algoritme konsensus teknologi memenuhi persyaratan ketepatan waktu dari layanan keuangan. Sistem penagihan digital memungkinkan “waktu transaksi singkat” sekitar 3 detik dan memastikan bahwa transaksi telah selesai dan tidak dapat dirusak.

Baca juga : Converse Pilih Lazada Untuk Buka Official Toko Online Pertama Di Indonesia

Pemerintah China dikenal karena sikap skeptisnya terhadap mata uang kripto, setelah melarang perdagangan mata uang dan initial coin offerings (ICO) pada akhir 2017. Namun, pihak berwenang China telah dengan antusias mengadopsi teknologi blockchain. Tahun lalu China mengajukan lebih banyak paten teknologi blockchain dengan World Intellectual Property Organization (WIPO) daripada negara lain.

Pada bulan Mei, Presiden China Xi Jinping berbicara untuk mendukung blockchain pada konferensi tahunan ke-19 dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok di Beijing. Xi mengklaim bahwa blockchain adalah salah satu dari beberapa perkembangan inovatif dalam teknologi “generasi baru”.

Baca juga : Bekraf Bawa Indonesia untuk Pertama Kalinya Hadir di MIDEM Prancis

Written by : Dinda Luvita
Picture : Pixabay.com

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

4 Kebijakan Pinjaman Karyawan Jika Hendak Ajukan Kredit di P2P Lending? Simak Disini

DuniaFintech.com - Meningkatnya kebutuhan sehari-hari ini tidak diimbangi dengan kenaikan pendapatan bulanan alias gaji di kantor. Maka dari itu, mau tak mau...

IBM Rencana Kenalkan Manfaat DeFi Kepada Bank

DuniaFintech.com - Salah satu korporasi teknologi dan piranti lunak terbesar di dunia, International Business Machines (IBM) berencana untuk mengenalkan sistem desentralisasi keuangan,...

Ini Dia Industri yang Berpotensi Tumbuh Lewat Digitalisasi

DuniaFintech.com - Hantaman pandemi COVID-19 membuat setiap pelaku industri harus melakukan perubahan dalam mengelolanya. Terbatasnya aktivitas di masa pandemi, mau tidak mau...

Fintech Ilegal 2020, Berikut Daftar Perusahaannya

DuniaFintech.com - Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan kembali fintech ilegal dari segmen peer to peer (P2P) lending sebanyak 105...

Peluang Usaha dengan Bisnis Untung 200 Ribu per Hari, Ini Pilihannya

DuniaFintech.com - bisnis untung 200 ribu per hari kini bisa didapatkan dengan mudah. Kebanyakan orang saat akan memulai bisnis langsung memiliki keinginan...
LANGUAGE