30 C
Jakarta
Rabu, 30 September, 2020

PBoC Kembangkan Sistem Blockchain untuk Digitalisasi

duniafintech.com – PBoC (People’s Bank of China) telah mengembangkan sistem blockchain-powered untuk mendigitalkan cek kertas. Sistem ini bertujuan memerangi penipuan keuangan serta mengurangi biaya untuk mencetak cek.

Sebagai bank sentral, PBoC atau Bank Rakyat Tiongkok ini memiliki satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai renminbi (Yuan RRT). PBC telah banyak aset keuangan dari setiap lembaga keuangan publik tunggal lainnya dalam sejarah dunia.

Untuk tambahan informasi, peran PBoC itu sendiri secara umum akan membuat kebijakan di sisi makro, sementara merger regulator perbankan dan asuransi itu akan menjadi pengeksekusi kebijakan.

Baca juga : GIFTO, ‘New Milestone’ Dengan 500.000 Pengguna

Menurut Di Gang, seorang pejabat bank’s digital currency research department, platform ini muncul setelah satu tahun pengembangan. Di mengatakan bahwa cek akan disahkan dan semua operasi akan dilakukan oleh smart contract. Para pejabat di China berharap bahwa pemeriksaan digitalisasi akan membuat pemeriksaan lebih transparan dan kurang rentan terhadap penipuan.

Baca juga : Gameloft Segera Meluncurkan Asphalt 9: Legends 

Pengembang sistem menekankan bahwa algoritme konsensus teknologi memenuhi persyaratan ketepatan waktu dari layanan keuangan. Sistem penagihan digital memungkinkan “waktu transaksi singkat” sekitar 3 detik dan memastikan bahwa transaksi telah selesai dan tidak dapat dirusak.

Baca juga : Converse Pilih Lazada Untuk Buka Official Toko Online Pertama Di Indonesia

Pemerintah China dikenal karena sikap skeptisnya terhadap mata uang kripto, setelah melarang perdagangan mata uang dan initial coin offerings (ICO) pada akhir 2017. Namun, pihak berwenang China telah dengan antusias mengadopsi teknologi blockchain. Tahun lalu China mengajukan lebih banyak paten teknologi blockchain dengan World Intellectual Property Organization (WIPO) daripada negara lain.

Pada bulan Mei, Presiden China Xi Jinping berbicara untuk mendukung blockchain pada konferensi tahunan ke-19 dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok di Beijing. Xi mengklaim bahwa blockchain adalah salah satu dari beberapa perkembangan inovatif dalam teknologi “generasi baru”.

Baca juga : Bekraf Bawa Indonesia untuk Pertama Kalinya Hadir di MIDEM Prancis

Written by : Dinda Luvita
Picture : Pixabay.com

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Paris Saint-German Tanda Tangani Kontrak dengan Perusahaan Blockchain Sorare

DuniaFintech.com – Tim sepakbola terkemuka asal Prancis, Paris Saint-Germany (PSG) menjadi klub Eropa terbaru yang menandatangani kesepakatan lisensi dengan perusahaan Blockchain Sorare. Perusahaan...

Hati-Hati Dengan Praktik Fintech Ilegal, Tawarkan Pinjaman Lewat SMS

DuniaFintech.com – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyatakan aktivitas penawaran dari fintech ilegal makin marak di tengah masyarakat. Mereka biasanya menyasar...

BukuWarung Raih Pendanaan Hingga Puluhan Juta Dolar

DuniaFintech.com - Penyelenggara teknologi keuangan (fintech) untuk pembukuan dan kas, BukuWarung disebut meraih pendanaan hingga puluhan juta Dollar Amerika Serikat. Hal ini...

Hikmah Pandemi, Indonesia Punya Moment untuk Penguatan Kedaulatan Digital

Duniafintech.com - Memasuki era digital merupakan sebuah keniscayaan disaat seperti ini. Hampir semua aktivitas manusia sudah bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital....

Walaupun Kredit Macet Industri Fintech Lending Naik, AFPI Pastikan Masin Aman

DuniaFintech.com – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama (AFPI) menyatakan bahwa industri fintech lending naik. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan rasio wanprestasi pengembalian...
LANGUAGE