27 C
Jakarta
Senin, 27 Juni, 2022

PEMERINTAH FILIPINA AKAN TERBITKAN REGULASI MATA UANG VIRTUAL

duniafintech.com – Salah satu negara Asia Tenggara yakni Filipina dikabarkan sedang menyiapkan aturan baru terkait penggunaan mata uang virtual. Banyaknya tindak kejahatan siber yang melibatkan cryptocurrency membuat pihak berwenang melakukan langkah ini.

Komisi Sekuritas dan Bursa Filipina mengatakan pada hari Senin bahwa pihaknya menyusun peraturan untuk mengatur transaksi cryptocurrency untuk melindungi investor dan mengurangi risiko kecurangan.

Baca juga: bank-indonesia-segera-gunakan-blockchain-untuk-terbitkan-rupiah-digital/

Peraturan tersebut akan mencakup penerbitan dan pendaftaran cryptocurrency, diperkirakan akan selesai tahun ini, kata Emilio Aquino, komisaris SEC (Securities and Exchange Commission/Komisi Sekuritas dan Bursa Filipina) yang bertanggung jawab atas penegakan dan perlindungan investor, sebagaimana dilansir oleh Reuters.

Kami ingin membuat peraturan kami sendiri, Anda harus ekstra hati-hati bagaimana investor di ruang baru ini terlindungi,” ungkap Emilio Aquino dalam sebuah konferensi pers.

Aquino lebih lanjut mengatakan bahwa peraturan tersebut diperkirakan akan selesai tahun ini dan akan mencakup penerbitan dan pendaftaran cryptocurrency. Pedoman tentang keamanan siber di pasar cybersecurity dan literasi keuangan investor serta kelayakan diharapkan disertakan dalam peraturan tersebut.

Baca juga: bca-segera-terapkan-teknologi-blockchain-dalam-sistem-operasionalnya/

“ada banyak kasus di mana penyelenggara ICO (Initial Coin Offerings) menghilang entah ke mana (melakukan penipuan). Kami tidak ingin hal semacam itu terjadi di sini,” tambah Aquino.

Sebuah media lokal, Philstar Global juga menyarankan agar semua penyelenggara ICO mendaftarkan diri terlebih dulu ke SEC. Mereka menganggap ICO dengan menggunakan cryptocurrency yang anonim cenderung memperbesar peluang terjadinya penipuan.

Awal bulan ini, SEC memperingatkan masyarakat untuk mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan dalam menangani ICO, dan juga mengajukan perintah penghentian operasional terhadap empat perusahaan dan operator ICO yang mengutip peraturan pendaftaran sekuritas.

Baca juga: apa-yang-paling-dicari-tentang-bitcoin-10-hal-ini-jawabannya/

Source: coindesk.com

Written by: Dita Safitri

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Daftar Biaya CT Scan di Rumah Sakit Terlengkap

JAKARTA, duniafintech.com – Besaran biaya CT scan di rumah sakit memang variatif bervariasi, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Adapun faktor-faktor itu terdiri dari rumah sakit,...

Nilai Syariah P2P Lending Syariah, Adil dan Transparan

JAKARTA, duniafintech.com – Nilai syariah dalam P2P lending syariah ada apa saja? Benarkah P2P lending syariah halal? Mari kita kupas tuntas nilai syariah yang...

Pengamat Prediksi Bitcoin Akan Kembali Sentuh Level Tertinggi, Tapi Butuh Waktu Lama

JAKARTA, duniafintech.com - Pembawa acara keuangan “Mad Money”, Jim Cramer dalam acaranya menjelaskan prediksi Bitcoin dapat mengalami reli selama beberapa bulan ke depan, meskipun...

Civic Turbo Baru dan Bekas 2022, Segini Harganya

JAKARTA, duniafintech.com – Civic Turbo adalah jenis mobil dengan performa “gahar” dan hal itu sekaligus menjadi pesona alias daya tariknya. Mobil ini memang menjadi incaran...

Afrika Tengah Adopsi Bitcoin Jadi Mata Uang Resmi, Ternyata Ini yang Jadi Alasannya

JAKARTA, duniafintech.com - Adopsi Bitcoin oleh Republik Afrika Tengah (CAR) jadi mata uang resmi ukup mengejutkan dan membingungkan dunia kripto. Hal itu karena masih...
LANGUAGE