24.6 C
Jakarta
Sabtu, 15 Agustus, 2020

Pendanaan Kripto UNICEF Lirik Startup Blockchain Negara Berkembang

DuniaFintech.com – Pendanaan berbasis kripto UNICEF (UNICEF’s Crypto Fund) tengah mencari startup blockchain di beberapa negara berkembang yang berfokus menangani COVID-19 dan permasalahan humanitarian. Sebagai program Perserikatan Bangsa Bangsa untuk anak-anak, UNICEF telah menjalankan program ini selama 4 tahun untuk mendanai usaha rintisan yang menerapkan teknologi open source. Harapannya, menjadikan dunia menjadi lebih baik dengan memanfaatkan teknologi terdepan.

Cecilia Chapiro, penasihat investasi UNICEF Ventures mengatakan kepada cointelegraph bahwa pihaknya telah mendanai setiap pelaku inovasi sejak 2016. Tujuan utama dari kegiatan tersebut ialah mendorong kehadiran teknologi di negara berkembang. Hingga kini, terdapat 50 startup di 35 negara yang tergabung dalam proyek ini.

“Kami berinvestasi kepada teknologi yang berpotensi memengaruhi jutaan orang, terutama anak-anak di negara berkembang,”

Chapiro menilai blockchain sebagai salah satu teknologi yang memiliki pengaruh global. Oleh sebab itu, pihaknya telah memberikan investasi cuma-cuma senilai USD 100 ribu melalui pihak pendanaannya kepada 6 startup, dimana 3 darinya bergerak di bidang blockchain.

Baca juga:

Pendanaan UNICEF Berbasis Kripto

Saphiro melanjutkan, untuk mengetahui lebih lanjut manfaat dari blockchain, UNICEF menggagas sektor pendanaan berbasis mata uang kripto yang didukung oleh Ethereum Foundation pada Oktober 2019. Ia menjelaskan, pemilihan proyek tersebut sesuai dengan kerangka kerja pihaknya dalam mendanai pelaku inovasi, hanya saja terdapat elemen cryptocurrency di dalamnya.

“Pendanaan UNICEF memberikan setiap startup mendapatkan portfolio pengalaman selama satu tahun. Kami menyediakan dukungan non-finansial yang tergabung dalam program investasi tersebut,”

Pada 20 Juni lalu, pendanaan UNICEF berbasis kripto telah melakukan investasi terbesarnya sejumlah 125 Ethereum (sekitar USD 28.600 pada saat itu) kepada 8 penyelenggara teknologi open source. Mengacu pada tahap pendanaan tersebut, UNICEF juga mengumumkan untuk berinvestasi sebanyak USD 100 ribu, baik dalam fiat mau pun kripto.

Ada pun dana tersebut diinvestasikan kepada startup blockchain yang memanfaatkan teknologi open source untuk menghadapi tantangan global, khususnya pandemi COVID-19. Chapiro juga menyebutkan bahwa dana tersebut berpotensi membawa pihaknya secara serius mendanai sartup blockchain.

“Setelah berinvestasi kepada sekian startup blockchain sepanjang tahun, kami berminat untuk menamabah 5 hingga 8 startup blockchain dengan open source,”

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

5 E-Commerce Terbesar dengan Pengguna Terbanyak di Indonesia, check!

DuniaFintech.com – Apa saja perusahaan e-commerce terbesar di Indonesia tahun 2020? Simak ulasannya berikut ini! Pasar e-commerce Indonesia diproyeksikan akan semakin melejit hingga tahun-tahun kedepan....

Cara Mendapatkan Bitcoin Gratis di Indonesia, Raih Keuntungan Optimal Dengan Ini

DuniaFintech.com - Masih bingung bagaimana cara mendapatkan Bitcoin gratis di indonesia? Berikut beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk mendapatkan keuntungan investasi...

Daftar Nama Besar Perusahaan Pemberi Modal Startup Indonesia

DuniaFintech.com - Ekosistem usaha rintisan, atau dikenal dengan sebutan startup telah menjadi tren positif dalam mendukung ekonomi digital Indonesia. Adopsi dan perkembangan...

Aplikasi Penghasil Saldo Gopay yang Banyak Diburu Kaum Milenial, Apa Saja? Simak Disini

DuniaFintech.com - Generasi milenial kini semakin dimudahkan dalam mencari sumber pendapatan tambahan dengan kemajuan teknologi internet. Selain banyaknya pekerjaan sampingan dengan sistem...

Fintech P2P Lending Jadi Primadona, Pinjaman Meroket Di Tengah Pandemi

DuniaFintech.com - Fintech P2P Lending jadi primadona? Pinjaman online lewat fintech peer to peer (P2P) lending meroket di tengah pandemi Covid-19 untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Berdasarkan...
LANGUAGE