24.7 C
Jakarta
Kamis, 5 Agustus, 2021

Pendanaan Kripto UNICEF Lirik Startup Blockchain Negara Berkembang

DuniaFintech.com – Pendanaan berbasis kripto UNICEF (UNICEF’s Crypto Fund) tengah mencari startup blockchain di beberapa negara berkembang yang berfokus menangani COVID-19 dan permasalahan humanitarian. Sebagai program Perserikatan Bangsa Bangsa untuk anak-anak, UNICEF telah menjalankan program ini selama 4 tahun untuk mendanai usaha rintisan yang menerapkan teknologi open source. Harapannya, menjadikan dunia menjadi lebih baik dengan memanfaatkan teknologi terdepan.

Cecilia Chapiro, penasihat investasi UNICEF Ventures mengatakan kepada cointelegraph bahwa pihaknya telah mendanai setiap pelaku inovasi sejak 2016. Tujuan utama dari kegiatan tersebut ialah mendorong kehadiran teknologi di negara berkembang. Hingga kini, terdapat 50 startup di 35 negara yang tergabung dalam proyek ini.

“Kami berinvestasi kepada teknologi yang berpotensi memengaruhi jutaan orang, terutama anak-anak di negara berkembang,”

Chapiro menilai blockchain sebagai salah satu teknologi yang memiliki pengaruh global. Oleh sebab itu, pihaknya telah memberikan investasi cuma-cuma senilai USD 100 ribu melalui pihak pendanaannya kepada 6 startup, dimana 3 darinya bergerak di bidang blockchain.

Baca juga:

Pendanaan UNICEF Berbasis Kripto

Saphiro melanjutkan, untuk mengetahui lebih lanjut manfaat dari blockchain, UNICEF menggagas sektor pendanaan berbasis mata uang kripto yang didukung oleh Ethereum Foundation pada Oktober 2019. Ia menjelaskan, pemilihan proyek tersebut sesuai dengan kerangka kerja pihaknya dalam mendanai pelaku inovasi, hanya saja terdapat elemen cryptocurrency di dalamnya.

“Pendanaan UNICEF memberikan setiap startup mendapatkan portfolio pengalaman selama satu tahun. Kami menyediakan dukungan non-finansial yang tergabung dalam program investasi tersebut,”

Pada 20 Juni lalu, pendanaan UNICEF berbasis kripto telah melakukan investasi terbesarnya sejumlah 125 Ethereum (sekitar USD 28.600 pada saat itu) kepada 8 penyelenggara teknologi open source. Mengacu pada tahap pendanaan tersebut, UNICEF juga mengumumkan untuk berinvestasi sebanyak USD 100 ribu, baik dalam fiat mau pun kripto.

Ada pun dana tersebut diinvestasikan kepada startup blockchain yang memanfaatkan teknologi open source untuk menghadapi tantangan global, khususnya pandemi COVID-19. Chapiro juga menyebutkan bahwa dana tersebut berpotensi membawa pihaknya secara serius mendanai sartup blockchain.

“Setelah berinvestasi kepada sekian startup blockchain sepanjang tahun, kami berminat untuk menamabah 5 hingga 8 startup blockchain dengan open source,”

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Harga Bitcoin Hari Ini : Masih di Rp550 Jutaan, Uruguay Susun RUU Bitcoin

Harga Bitcoin hari ini masih menyentuh Rp550 juta. Ini adalah masa sideways dimana Bitcoin sempat rally selama lebih dari satu pekan di akhir Juli...

Like It, Dorong Literasi Keuangan Perkuat Ekonomi Nasional

Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bekerja sama dalam Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar...

Sebanyak 66% Konsumen di Asia Tenggara Tertarik dengan Bank Digital

Survey Visa menungkapkan bahwa 66% konsumen di Asia Tenggara tertarik pada bank digital. Dua negara tertinggi adalah Thailand 83% dan Filipina 81%. Laporan dari...

Survey Visa : 85% Konsumen di Asia Tenggara Cashless, Indonesia Bagaimana?

Survey Visa mengungkapkan bahwa sebanyak 85% konsumen di Asia Tenggara mengadopsi pembayaran tanpa uang tunai atau cashless. Dari hasil survey Singapura (98%), Malaysia (96%)...

FinAccel, Perusahaan Induk Kredivo Siap Melantai di Bursa Nasdaq

FinAccel, perusahaan induk dari platform fintect P2P Lending Kredivo, berencana untuk go public di bursa saham Nasdaq, Amerika Serikat. FinAccel akan akuisisi dengan...
LANGUAGE