24.1 C
Jakarta
Senin, 6 Desember, 2021

Pendanaan Kripto UNICEF Lirik Startup Blockchain Negara Berkembang

DuniaFintech.com – Pendanaan berbasis kripto UNICEF (UNICEF’s Crypto Fund) tengah mencari startup blockchain di beberapa negara berkembang yang berfokus menangani COVID-19 dan permasalahan humanitarian. Sebagai program Perserikatan Bangsa Bangsa untuk anak-anak, UNICEF telah menjalankan program ini selama 4 tahun untuk mendanai usaha rintisan yang menerapkan teknologi open source. Harapannya, menjadikan dunia menjadi lebih baik dengan memanfaatkan teknologi terdepan.

Cecilia Chapiro, penasihat investasi UNICEF Ventures mengatakan kepada cointelegraph bahwa pihaknya telah mendanai setiap pelaku inovasi sejak 2016. Tujuan utama dari kegiatan tersebut ialah mendorong kehadiran teknologi di negara berkembang. Hingga kini, terdapat 50 startup di 35 negara yang tergabung dalam proyek ini.

“Kami berinvestasi kepada teknologi yang berpotensi memengaruhi jutaan orang, terutama anak-anak di negara berkembang,”

Chapiro menilai blockchain sebagai salah satu teknologi yang memiliki pengaruh global. Oleh sebab itu, pihaknya telah memberikan investasi cuma-cuma senilai USD 100 ribu melalui pihak pendanaannya kepada 6 startup, dimana 3 darinya bergerak di bidang blockchain.

Baca juga:

Pendanaan UNICEF Berbasis Kripto

Saphiro melanjutkan, untuk mengetahui lebih lanjut manfaat dari blockchain, UNICEF menggagas sektor pendanaan berbasis mata uang kripto yang didukung oleh Ethereum Foundation pada Oktober 2019. Ia menjelaskan, pemilihan proyek tersebut sesuai dengan kerangka kerja pihaknya dalam mendanai pelaku inovasi, hanya saja terdapat elemen cryptocurrency di dalamnya.

“Pendanaan UNICEF memberikan setiap startup mendapatkan portfolio pengalaman selama satu tahun. Kami menyediakan dukungan non-finansial yang tergabung dalam program investasi tersebut,”

Pada 20 Juni lalu, pendanaan UNICEF berbasis kripto telah melakukan investasi terbesarnya sejumlah 125 Ethereum (sekitar USD 28.600 pada saat itu) kepada 8 penyelenggara teknologi open source. Mengacu pada tahap pendanaan tersebut, UNICEF juga mengumumkan untuk berinvestasi sebanyak USD 100 ribu, baik dalam fiat mau pun kripto.

Ada pun dana tersebut diinvestasikan kepada startup blockchain yang memanfaatkan teknologi open source untuk menghadapi tantangan global, khususnya pandemi COVID-19. Chapiro juga menyebutkan bahwa dana tersebut berpotensi membawa pihaknya secara serius mendanai sartup blockchain.

“Setelah berinvestasi kepada sekian startup blockchain sepanjang tahun, kami berminat untuk menamabah 5 hingga 8 startup blockchain dengan open source,”

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Target Tahun Ini Hampir Tercapai, Akseleran Pasang Target Baru: Rp4 Triliun di 2022 

JAKARTA, duniafintech.com - Fintech pembiayaan bersama atau peer to peer (P2P) lending, Akseleran, terus menggenjot kinerjanya hingga tutup tahun ini. Platform penyedia layanan pinjaman...

Mengenal Private Equity dan Venture Capital di Dunia Investasi

JAKARTA, duniafintech.com - Private Equity dan Venture Capital merupakan istilah populer dalam dunia permodalan yang mungkin asing bagi para investor pemula. Namun, kedua istilah...

Mengenal Biaya Asuransi JNE dan Syarat Pengiriman Paketnya

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi JNE adalah produk pertanggungan dari JNE, sebuah perusahaan ekspedisi yang dalam beberapa tahun terakhir ini melayani jasa antar barang bagi...

Ini Cara Memahami Sentimen Pasar bagi Investor di Dunia Trading dan Investasi

JAKARTA, duniafintech.com - Sentimen pasar atau market sentiment merupakan konsensus atau sikap secara keseluruhan dari pelaku pasar atau investor terhadap pergerakan harga suatu pasar....

Biaya Asuransi: Pengertian dan Jenis-jenisnya

JAKARTA, duniafintech.com – Biaya asuransi pada dasarnya terdiri dari berbagai macam. Umumnya, ketika memiliki asuransi, pemegang polis diwajibkan untuk tahu apa saja jenis biaya...
LANGUAGE