26.8 C
Jakarta
Selasa, 16 Agustus, 2022

Duh! Pengguna GoFood dan GrabFood Mengeluh Harga di Aplikasi Lebih Mahal ketimbang Restoran

JAKARTA, duniafintech.com – Masyarakat Indonesia belakangan ini kian menikmati layanan pesan antar makanan (food delivery) OjolFood semacam GoFood atau GrabFood. Pasalnya, dengan layanan ini, pengguna lebih dimudahkan untuk memesan makanan dan tanpa harus keluar rumah.

Hanya dengan membuka smartphone, para pengguna ini akan langsung masuk ke aplikasi food delivery yang sering dipakai lalu memilih makanan, membayar, dan menunggu pesanan sampai di depan pintu rumah mereka.

Namun, tetap saja ada harga yang harus dibayar untuk menikmati segala kemudahan yang ditawarkan OjolFood macam GoFood atau GrabFood, di antaranya adalah harga makanan yang lebih mahal ketimbang harga restoran.

Seorang pengguna GoFood bernama Tia mengatakan, harga makanan yang tertera di GoFood bisa berbeda sekitar Rp2.000—Rp10.000 dengan harga restoran. Meski demikian, perempuan yang tinggal di wilayah Tangerang ini mengaku bahwa dirinya menemukan beberapa restoran yang harganya terlalu mahal.

Kata Tia, perbedaan harga sekitar Rp10.000 dari harga restoran sudah dianggap tidak wajar.

“Kalau selisih hanya Rp2.000—Rp3.000 masih tidak masalah, tetapi jika selisihnya sampai Rp10.000 seperti beberapa restoran sekarang, lebih baik saya jalan ke restorannya dan beli di tempat,”  tuturnya, mengutip Kompas.com, Senin (27/6).

Sementara itu, menurut seorang pengguna GrabFood yang tinggal di dearah Tangerang Selatan bernama Rita, harga di aplikasi saat ini lebih mahal sekitar Rp5.000—10.000.

“Biasanya, setiap restoran bisa menetapkan harga berbeda-beda tergantung promo dari restoran tersebut. Kalau harga yang dipasang jauh lebih mahal dari harga restoran, saya biasanya tidak jadi memesan kecuali ada promo,” jelasnya.

Tarif ongkir berubah dan biaya ekstra lebih banyak

Di samping harus membayar harga makanan yang lebih mahal ketimbang haga restoran, pengguna pun mesti membayar biaya-biaya ekstra, misalnya biaya pengantaran atau ongkos kirim (ongkir), biaya platform, dan lain sebagainya.

Untuk ongkir, hal itu terbilang cukup wajar lantaran biaya ini biasanya dialokasikan untuk para pengemudi yang mengantar makanan. Akan tetapi, belakangan, sejumlah pengguna mengeluhkan biaya pengantaran yang berbeda dari biasanya.

Galuh, pengguna GoFood yang tinggal di daerah Tangerang, misalnya, menyebut bahwa kini ongkir layanan pesan-antar makanan terasa lebih mahal.

“Sepengalaman saya, biasanya untuk jarak restoran kurang dari 5 km dahulu hanya bayar ongkir mungkin sekitar Rp10.000, tetapi sekarang naik jadi Rp20.000, bahkan bisa menjadi Rp30.000 kalau jam sibuk,” sebutnya. 

Selain biaya pengantaran yang lebih mahal, Galuh pun mengeluhkan soal biaya tambahan lain yang dibebankan kepada pengguna, misalnya biaya aplikasi (platform fee), biaya pemesanan (order fee), dan juga biaya pengemasan (packing charge).

“Dahulu, sepertinya, biaya tambahannya tidak sebanyak sekarang. Karena banyak tambahan biaya, total yang harus dibayar juga otomatis semakin lebih mahal dibanding dahulu,” paparnya.

Senada, Tia pun mengatakan bahwa sejatinya tidak masalah dengan biaya-biaya tambahan yang ada di aplikasi, tetapi kalau total biaya yang harus dibayarkan terlalu tinggi, dirinya lebih memilih untuk membeli makanan langsung di restoran yang diinginkan atau memilih tempat lain.

“Kalau harganya masih masuk akal, saya lanjut pesat makanannya, tetapi kalau biaya tambahannya itu bisa seharga satu porsi makanan yang saya pesan, saya lebih memilih membeli makanan itu di tempatnya langsung atau beli yang lain,” tegasnya.

 Lantaran harga pemesanan makanan via aplikasi saat ini lebih mahal, otomatis tidak sedikit pengguna yang mengandalkan promo untuk menutup atau memangkas biaya tambahan-tambahan tadi.

Baca juga: Miris! ShopeeFood Sepi, Driver Terpaksa Gantung Jaket dan Helm

Bahkan, kata Galuh, dirinya sekarang ini sering membanding-bandingkan promo terbaik yang ditawarkan platform pemesanan makanan karena harga yang mesti dibayar kian mahal.

“Kalau ditanya lebih sering pakai aplikasi mana, jawabannya tergantung di hari itu aplikasi mana yang sedang memberikan promo terbaik,” ulasnya.

 Tia pun menyampaikan hal senada. Sebelum membeli makanan secara online, Tia akan melakukan banyak perhitungan hingga benar-benar memperoleh harga terbaik yang tidak menguras kantong.

“Kalau semua aplikasi ada promo, saya biasanya memilih promo yang paling menarik dan memberikan potongan harga terbanyak setelah saya memilih menu atau makanan di aplikasi dan hendak menyelesaikan pesanan (checkout),” akunya.

Telanjur sudah jadi pengguna setia

Meski biaya beli makanan secara online lewat platform seperti GoFood dan GrabFood kian mahal, tetapi tetap saja ada banyak masyarakat yang tetap memilih membeli makanan secara online.

Di antara alasannya adalah kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkan GoFood dan GrabFood, demikian pula dengan promo yang bertebaran di dalam aplikasi. Adit, seorang pengguna GrabFood yang tinggal di Bogor, bahkan mengatakan bahwa dirinya tidak akan berhenti memesan makanan via aplikasi online, terlepas dari biaya tambahan-tambahan yang disebutkan di atas.

Pasalnya, ia sudah telanjur setia dengan aplikasi pemesanan makanan online karena tidak ingin repot keluar rumah.

“Saya saat ini sudah telanjur nyaman dengan platform pemesanan makanan yang sudah ada. Sebab, saya merupakan pengguna setia dan kalau ada yang mudah, mengapa harus sulit-sulit membeli keluar?” katanya.

“Toh, biaya-biaya ekstra tadi juga mungkin saja dipakai untuk meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi dan UMKM atau restorannya, dan biaya-biaya ini sejatinya bisa kita akali dengan promo,” sambungnya.

Sejalan dengan Adit, Galuh pun mengaku tidak ada niat untuk berhenti menggunakan aplikasi pesan-antar makanan online sebab hal itu sudah melekat di hatinya.

“Tidak ada niat untuk berhenti (memesan makanan online) karena saya sudah ketergantungan dengan aplikasi. Strateginya, saat ini, mungkin harus pintar-pintar cari promo yang membuat harga makanan jadi murah,” tutupnya.

Baca jugaDaftar Toko HP terpercaya di Akulaku: Shopee dan Lainnya

Baca jugaBisnis Pertashop Pertamina: Syarat dan Cara Daftarnya

 

Penulis: Kontributor/Boy Riza Utama

Admin: Panji A Syuhada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Makin Dilirik, Sandiaga Uno Ajak Jelajahi Keindahan Indonesia Lewat Metaverse

JAKARTA, duniafintech.com - Teknologi Metaverse kini semakin dilirik, Sandiaga Uno mengajak untuk menjelajahi keindahan Indonesia melalui Metaverse.  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Menparekraf ini...

OneAset, Aplikasi Investasi One Stop Solution Favorit Masa Kini

JAKARTA, duniafintech.com - Saat ini investasi sudah mulai dikenal luas oleh masyarakat, salah satunya karena munculnya berbagai aplikasi yang mendukung, yakni OneAset adalah suatu...

Asuransi Kesehatan Syariah untuk Keluarga, Inilah Produknya

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi kesehatan syariah untuk keluarga penting dimiliki sebagai upaya pertanggungan atas segala risiko yang akan terjadi. Tentu saja, setiap orang ingin memiliki...

10 Game NFT Terbaik, Seru dan Bisa Hasilkan Cuan Lho!

JAKARTA, duniafintech.com - Game NFT atau non-fungible token terbaik sepertinya penting untuk anda ketahui. Selain asyik dan seru, ternyata game non-fungible token terbaik juga...

Ada Sinyal dari Menteri ESDM, Harga Pertalite Bakal Naik?

JAKARTA, duniafintech.com - Harga BBM jenis pertalite diisukan bakal naik. Rencana kenaikan harga ini dilakukan di tengah keputusan Badan Anggaran (Banggar) DPR yang menolak...
LANGUAGE