32.7 C
Jakarta
Rabu, 25 Mei, 2022

Tren Penggunaan Blockchain untuk Perangi Wabah Covid-19

duniafintech.com – Penggunaan Blockchain dalam memerangi wabah Covid-19 makin kentara, melalui berbagai penelitian oleh sejumlah universitas. Serangkaian upaya berkelanjutan di berbagai universitas sedang dilakukan oleh para akademisi medis, sektor swasta, dan bahkan warga negara biasa dengan memanfaatkan sistem terdistribusi dalam memerangi wabah virus korona ini.

Proyek tersebut dilakukan untuk mendukung usaha pemerintah yang meminta warga negaranya tinggal di dalam rumah demi meratakan kembali kurva COVID-19 yang semakin menajam. Hingga saat ini belum ada obat maupun vaksin. Kondisi ini mungkin akan bertahan selama satu tahun ke depan.

Inilah yang membuat para praktisi medis, peneliti dan inovator mencoba dan menemukan cara mengurangi dampaknya dan mereka menemukannya di dalam Blockchain. Salah satu manfaat yang diharapkan bisa didapat dari penggunaan Blockchain adalah dengan pelacakan kontak.

Dikutip dari CoinDesk, Hasshi Sudler, seorang profesor tambahan di Departemen Teknik Listrik dan Komputer Universitas Villanova, memimpin pengembangan Blockchain yang memungkinkan para dokter untuk melacak kasus COVID-19 yang positif. Teknologi ini mungkin akan semakin maju untuk menghadapi wadah lain di masa depan.

“Lembaga medis, apakah mereka saling kenal atau tidak, apakah mereka saling percaya atau tidak, dapat bertukar informasi tentang siapa yang mereka kenal yang terinfeksi dan mempertahankan kontak dengan siapa yang terinfeksi dengan menggunakan Blockchain,” Kata Sudler.

Langkah ini memiliki tujuan jelas: untuk membantu pemerintah melakukan lockdown demi mencegah penyebaran yang lebih parah. Villanova Projects tersebut masih dalam tahap awal, namun berbagai upaya sedang dikerahkan agar bisa digunakan secepatnya.

Baca Juga:

Berbagai Lembaga Dunia Ikut Serta

Di Berlin, startup Spherity telah mengembangkan sistem identitas terdesentralisasi untuk membantu pasien menjaga jarak sosial mereka saat mendapatkan pengobatan. Otoritas Honduras telah menggunakan aplikasi yang didukung Blockchain untuk melacak dan mengelola pesanan tetap di rumah. 

Enam ribu penambang Ethereum sekarang berkontribusi pada proyek komputasi terdistribusi Folding home Stanford University, yang mengumpulkan daya GPU untuk mencari obat COVID-19.

Akademia juga, telah mulai mendorong untuk pembuatan aplikasi pandemi berbasis Blockchain yang baru baru. Sebuah jurnal yang meminta untuk menggabungkan sistem AI dan Blockchain untuk self testing COVID-19 juga baru saja diunggah ke Diagnostics.

(DuniaFintech/Dita Safitri)

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

8 Tips Memilih Travel Haji dan Biro Umroh Terbaik

JAKARTA, duniafintech.com – Panduan tips memilih travel haji dan biro umroh terbaik ini penting diketahui oleh Anda yang berkeinginan untuk menunaikan ibadah haji atau...

Subsidi Minyak Goreng Curah Akan Dicabut, Mari Simak Harga Migor Terkini

JAKARTA, duniafintech.com – Pemerintah berencana mencabut subsidi minyak goreng curah pada 31 Mei 2022. Tetapi, pencabutan tersebut belum diiringi dengan penurunan harga komoditas tersebut...

Ramah Lingkungan, Indodax Jalin Kerjasama Pengelolaan Sampah dengan Startup Waste Management

JAKARTA, duniafintech.com – Indodax, perusahaan crypto exchange yang sudah berdiri selama delapan tahun lamanya, baru saja menjalin kerjasama Corporate Social Responsibility dengan Jangjo, perusahaan...

Bengkel Rekanan Autocillin se-Indonesia, Ini Daftar Lengkapnya

JAKARTA, duniafintech.com – Pada dasarnya, bengkel rekanan Autocillin termasuk ke dalam layanan asuransi mobil Adira. Artinya, bengkel-bengkel rekanan asuransi mobil Adira bisa juga melayani...

Rekomendasi Ide Bisnis Kekinian 2022 dengan Modal Rp1 Juta

JAKARTA, duniafintech.com – Ide bisnis kekinian 2022 menjadi sebuah hal yang penting bagi Anda yang sedang mencari peluang usaha dengan modal Rp1 juta. Saat...
LANGUAGE