33.2 C
Jakarta
Senin, 19 Oktober, 2026

Penyaluran Pembiayaan Fintech Samir ke Luar Jawa Naik 62%

Penyaluran pembiayaan Samir ke luar Pulau Jawa tumbuh 62 persen secara tahunan pada Januari–September 2026, dengan nilai lebih dari Rp1,02 triliun.

Sumatera mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 65 persen, disusul Kalimantan 64 persen dan Sulawesi 60 persen.Samir telah menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp8,25 triliun kepada lebih dari 2 juta peminjam, dengan rasio kredit macet 1,95 persen.

PT Sahabat Mikro Fintek (Samir) mencatat penyaluran pembiayaan ke luar Pulau Jawa tumbuh 62 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) selama Januari–September 2026. Pertumbuhan tersebut setara dengan nilai pembiayaan lebih dari Rp1,02 triliun.

Direktur Utama Samir, Handy Juniandri mengatakan, berdasarkan data perusahaan, Sumatera mencatat pertumbuhan penyaluran pembiayaan tertinggi sebesar 65 persen. Berikutnya, Kalimantan tumbuh 64 persen, Sulawesi 60 persen, Bali dan Nusa Tenggara 57 persen, Maluku 47 persen, serta Papua 38 persen.

Meski penyaluran pembiayaan di luar Jawa tumbuh pesat, Pulau Jawa masih mendominasi portofolio Samir dengan porsi 69 persen. Namun, pertumbuhan di wilayah tersebut tercatat turun sekitar 0,2 persen secara tahunan.

Dari sisi gender, komposisi peminjam relatif seimbang, dengan laki-laki sebesar 52 persen dan perempuan 48 persen.

“Fintech Samir memiliki posisi yang semakin penting dalam menyediakan alternatif pembiayaan bagi UMKM,” jelasnya seperti dikutip, Senin (19 Oktober 2026).

Handy menegaskan, Samir akan terus memperluas akses pembiayaan ke luar Jawa dengan tetap memperkuat manajemen risiko, menerapkan prinsip kehati-hatian, dan menjaga tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG).

Fintech samir

Menurut Handy, pengembangan industri pinjaman daring (pindar) membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, regulator, investor, perbankan, ekosistem pendukung, dan pemangku kepentingan lainnya.

Selain itu, Samir akan memperkuat kolaborasi dengan bank  dan penyedia layanan keuangan formal melalui skema channeling.

Saat ini, Samir telah bekerja sama dengan tiga pemberi pinjaman institusi dari sektor perbankan, yakni PT Bank Neo Commerce Tbk, PT Super Bank Indonesia Tbk, dan PT Bank Sahabat Sampoerna. Ketiganya merupakan bagian dari total 12 pemberi pinjaman institusi yang dimiliki perusahaan.

Secara kumulatif, Samir telah menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp8,25 triliun kepada lebih dari 2 juta peminjam di seluruh Indonesia.

Sedangkan dari sisi kualitas pembiayaan, Samir mencatat rasio kredit macet sebesar 1,95 persen per 16 Oktober 2026. Angka tersebut masih di bawah tingkat kredit macet industri yang mencapai 4,73 persen.

Baca selengkapnya Berita fintech Indonesia terkini di sini >>

Iklan

mau tayang di media lain juga

ARTIKEL TERBARU