25.3 C
Jakarta
Senin, 26 Oktober, 2020

Indonesia Punya Pasar Besar untuk Pertumbuhan Platform E-Wallet

DuniaFintech.com – Tidak hanya pembayaran non tunai, platform e-wallet di Indonesia juga tumbuh secara signifikan selama 5 tahun terakhir. Meski begitu, pasar lokal masih memiliki cukup banyak ruang bagi pemain e-wallet domestik dan internasional untuk memasuki pasar. Hal ini mungkin karena pasar Indonesia yang cukup besar.

Kepala ekonomi digital Asosiasi E-Commerce Indonesia (Indonesian E-Commerce Association/idEA) Bima Laga mengatakan banyak perusahaan penyedia jasa e-wallet lokal dapat bersaing dengan platform yang ada dalam skala nasional.

“Ada e-wallet yang populer di Bali yang fokus pada pembayaran hotel dan liburan. Saya pikir sangat mungkin pemain lokal seperti itu dapat meningkatkan jangkauan operasionalnya dan menangkap pasar yang lebih luas,” katanya dalam webinar yang diselenggarakan oleh MarkPlus pekan lalu.

Baca Juga:

 E-Commerce akan Bantu Pertumbuhan Platform E-Wallet Jadi Lebih Pesat

Dia menambahkan bahwa meningkatkan tingkat penetrasi internet dan integrasi e-wallet dengan pembayaran e-commerce dapat membantu platform e-wallet lain muncul dan tumbuh lebih pesat. Menurut Statista, hampir setengah dari pembeli online Indonesia akan menggunakan e-wallet pada tahun 2023.

Angka ini meningkat dibandingkan dengan hanya sekitar 6 persen dari pembeli pada tahun 2017. Laporan JP Morgan 2019 mencatat bahwa pembayaran e-wallet mencakup 20 persen dari total seluruh pembayaran online. E-wallet berada satu peringkat di bawah kartu dengan raihan 34 persen dari total nilai pembayaran online.

“Saat pandemi, dompet elektronik menjadi semakin populer,” kata Bima.

“Menurut saya, industri ini dapat tumbuh lebih jauh jika mereka memanfaatkan pembayaran untuk perjalanan dan liburan, serta pembayaran tagihan rumah sakit.”

Sementara itu, peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menambahkan bahwa dompet digital harus memenuhi layanan edutech dan e-health yang sedang berkembang. Dia setuju bahwa masih ada ruang untuk lebih banyak platform e-wallet untuk beroperasi di Indonesia, termasuk platform asing.

“E-wallet asing, seperti Facebook Pay, telah memulai uji coba di Asia. Saya kira hanya masalah waktu sebelum mereka masuk ke Indonesia,” ungkap Bhima.

Dia menambahkan bahwa di masa depan, e-wallet domestik baru akan memilih untuk bergabung dengan e-wallet yang sudah ada atau bekerja sama dengan bank. Sebab, kolaborasi semacam ini akan memudahkan platform e-wallet untuk menangkap pangsa pasar yang lebih luas, mendapatkan data konsumen dan mengadopsi teknologi yang ada.

(DuniaFintech/Dita Safitri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Perubahan Paradigma Keamanan Siber, Ini Pandangan Microsoft

DuniaFintech.com – Bulan Oktober adalah bulan kesadaran keamanan siber (cybersecurity) di Amerika. Melihat kembali apa yang di alami Indonesia selama masa pandemi...

Ide Bisnis Rumahan yang Menguntungkan dengan Modal Pas-Pasan

Duniafintech.com - Bisnis menguntungkan dengan modal pas-pasan bukan angan-angan karena nyatanya ide ini bisa menjadi kenyataan. Menjalankan usaha kini menjadi impian hampir...

Kunci Sukses Menjadi Wirausaha Sosial. Simak Poin Penting Berikut

DuniaFintech.com - Perkembangan wirausaha sosial atau yang lebih populer dengan istilah social enterprise, merupakan sebuah peluang baru yang mulai disadari oleh berbagai...

Amankah Mengajukan Pinjaman Online dengan Bunga Rendah? Perhatikan Hal Ini

Duniafintech.com - Memanfaatkan pinjaman online dengan bunga rendah untuk modal usaha tentunya tidak dilarang, selama kita mampu melaksanakan kewajiban membayar angsuran bulanan...

Kementerian Industri Sebut Cloud Computing Solusi UKM Saat Pandemi

DuniaFintech.com - Kementerian Industri menilai pentingnya adopsi cloud computing serta berbagai manfaat yang terdapat dalam Internet of Things (IoT) oleh para pelaku...
LANGUAGE