28.8 C
Jakarta
Jumat, 19 Agustus, 2022

Indonesia Punya Pasar Besar untuk Pertumbuhan Platform E-Wallet

DuniaFintech.com – Tidak hanya pembayaran non tunai, platform e-wallet di Indonesia juga tumbuh secara signifikan selama 5 tahun terakhir. Meski begitu, pasar lokal masih memiliki cukup banyak ruang bagi pemain e-wallet domestik dan internasional untuk memasuki pasar. Hal ini mungkin karena pasar Indonesia yang cukup besar.

Kepala ekonomi digital Asosiasi E-Commerce Indonesia (Indonesian E-Commerce Association/idEA) Bima Laga mengatakan banyak perusahaan penyedia jasa e-wallet lokal dapat bersaing dengan platform yang ada dalam skala nasional.

“Ada e-wallet yang populer di Bali yang fokus pada pembayaran hotel dan liburan. Saya pikir sangat mungkin pemain lokal seperti itu dapat meningkatkan jangkauan operasionalnya dan menangkap pasar yang lebih luas,” katanya dalam webinar yang diselenggarakan oleh MarkPlus pekan lalu.

Baca Juga:

 E-Commerce akan Bantu Pertumbuhan Platform E-Wallet Jadi Lebih Pesat

Dia menambahkan bahwa meningkatkan tingkat penetrasi internet dan integrasi e-wallet dengan pembayaran e-commerce dapat membantu platform e-wallet lain muncul dan tumbuh lebih pesat. Menurut Statista, hampir setengah dari pembeli online Indonesia akan menggunakan e-wallet pada tahun 2023.

Angka ini meningkat dibandingkan dengan hanya sekitar 6 persen dari pembeli pada tahun 2017. Laporan JP Morgan 2019 mencatat bahwa pembayaran e-wallet mencakup 20 persen dari total seluruh pembayaran online. E-wallet berada satu peringkat di bawah kartu dengan raihan 34 persen dari total nilai pembayaran online.

“Saat pandemi, dompet elektronik menjadi semakin populer,” kata Bima.

“Menurut saya, industri ini dapat tumbuh lebih jauh jika mereka memanfaatkan pembayaran untuk perjalanan dan liburan, serta pembayaran tagihan rumah sakit.”

Sementara itu, peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menambahkan bahwa dompet digital harus memenuhi layanan edutech dan e-health yang sedang berkembang. Dia setuju bahwa masih ada ruang untuk lebih banyak platform e-wallet untuk beroperasi di Indonesia, termasuk platform asing.

“E-wallet asing, seperti Facebook Pay, telah memulai uji coba di Asia. Saya kira hanya masalah waktu sebelum mereka masuk ke Indonesia,” ungkap Bhima.

Dia menambahkan bahwa di masa depan, e-wallet domestik baru akan memilih untuk bergabung dengan e-wallet yang sudah ada atau bekerja sama dengan bank. Sebab, kolaborasi semacam ini akan memudahkan platform e-wallet untuk menangkap pangsa pasar yang lebih luas, mendapatkan data konsumen dan mengadopsi teknologi yang ada.

(DuniaFintech/Dita Safitri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Luhut: Presiden Akan Umumkan Kenaikan Harga BBM Subsidi

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengumumkan kenaikan harga BBM subsidi jenis...

Bahaya! Kejahatan Siber Serang Akses Keuangan Digital

JAKARTA, duniafintech.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta kepada seluruh pihak untuk mewaspadai adanya risiko keamanan terhadap kejahatan siber di era keuangan digital ditengah...

Cara Erick Thohir Stabilkan Harga Tiket Pesawat

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir secara intens berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi terkait upaya pemerintah...

Mendag Targetkan Satu Juta UMKM Gunakan Digitalisasi di Tahun 2022

JAKARTA, duniafintech.com - Kementerian Perdagangan menargetkan penerapan digitalisasi di 1000 pasar rakyat dan 1.000.000 UMKM di seluruh Indonesia pada tahun 2022. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan...

Cara Mengatasi Kartu ATM Mandiri tidak Diizinkan, Mudah Loh!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara mengatasi kartu ATM Mandiri tidak diizinkan sejatinya bisa dilakukan dengan beberapa panduan yang sangat mudah. Pengguna kartu ATM Mandiri sendiri bisa...
LANGUAGE