33.9 C
Jakarta
Sabtu, 2 Juli, 2022

PERUSAHAAN INGGRIS TINGKATKAN KEAMANAN KELAUTAN DENGAN TEKNOLOGI BLOCKCHAIN BARU

duniafintech.com – The Lloyd’s Register Foundation, perusahaan Inggris ini mengumumkan inisiatif baru yang bertujuan menggunakan teknologi Blockchain untuk meningkatkan keselamatan di laut lepas.

Dijuluki Marine Blockchain Labs (MBL) dan diumumkan hari Kamis, proyek nirlaba perusahaan Inggris ini didirikan dalam kemitraan dengan Blockchain Labs Denmark for Open Collaboration (BLOC). Laboratorium akan melihat penggunaan sistem rekayasa dan rantai pasokan bertenaga teknologi Blockchain untuk mengatasi keselamatan dan keamanan dari infrastruktur penting dan orang-orang di industri maritim global.

Baca juga: PERKEMBANGAN BITCOIN DI BALIKPAPAN DAN PEMBELIAN KONDOMINIUM PERTAMA DENGAN BITCOIN DI NEW YORK

Tujuan kami ada dua: untuk mendapatkan aplikasi dunia nyata di lapangan sesegera mungkin, dan untuk berbagi pengetahuan dan metodologi di antara pengguna. Blockchain pada dasarnya adalah teknologi kolaboratif dan hanya akan benar-benar mengubah industri jika kita semua bekerja dari sisi yang sama dan saling terkait dalam sistem, daripada bersaing,” ungkap Deanna MacDonald, CEO dari BLOC dalam press rilis yang mereka terbitkan.

Karena keselamatan maritim merupakan tantangan internasional, MBL bertujuan untuk memfasilitasi kerja sama antara beragam pemain industri, termasuk pesaing. Berbagi informasi, kata pengumuman, dapat membantu meningkatkan pengembalian di sektor ini, sementara pada saat yang sama mengurangi risiko.

“Dengan mengembangkan pendekatan kolaboratif kita dapat mengurangi risiko ruang,” kata MacDonald. “Dengan menunjukkan kapasitas dan membangun yayasan teknis serta pendidikan yang diperlukan untuk bersama-sama mengembangkan dan menerapkan teknologi baru ini.”

Baca juga: TRUEMONEY SIAP MENJADI PANGSA PASAR TERBESAR DALAM PERTUMBUHAN EMONEY INDONESIA

Selama 18 bulan ke depan, Maritime Blockchain Labs akan bekerja mengembangkan tiga proyek demo yang akan fokus pada aspek risiko dan keselamatan yang dapat diatasi dengan solusi terdistribusi.

“Ketiga partisipan akan membangun, menerapkan dan membuat model penggunaan sistem terdistribusi untuk meningkatkan keselamatan kehidupan dan properti yang ada di perairan,” tutup McDonald.

Ikuti terus berita terkait perkembangan teknologi Blockchain dari berbagai negara di sini. Tuliskan pendapat Anda di kolom komentar.

Source:CNBC.com

Written by: Dita Safitri

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Melihat Kelebihan Indodax, Platform Jual Beli Kripto Terpercaya di Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Kelebihan Indodax yang merupakan salah satu platform jual beli kripto tertua di tanah air tersebut tidak diragukan lagi. Indodax merupakan perusahaan...

Luncurkan Fitur Baru, Aplikasi Anak Bangsa Ini Mudahkan Bikin NFT Kurang dari Satu Menit

JAKARTA, duniafintech.com - Aplikasi Media Sosial karya anak bangsa, Woilo meluncurkan fitur 'NFT Woilo'. Dengan fitur baru tersebut, Aplikasi asal Surabaya, Jawa Timur itu...

Tak Konsisten, Rusia Batalkan Rencana Pembayaran Ekspor Minyak Pakai Bitcoin

JAKARTA, duniafintech.com - Pemerintah Rusia membatalkan rencana sebelumnya untuk menerima pembayaran Bitcoin untuk ekspor minyak. Kementerian keuangan negara itu menganggap bitcoin sebagai opsi pembayaran...

Dijuluki Ratu Kripto, Ternyata Perempuan Ini Tipu Investor Sampai Rp60 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - FBI menambahkan Dr. Ruja Ignatova, yang memproklamirkan diri sebagai 'Cryptoqueen' atau ratu kripto ke dalam daftar Sepuluh buronan Paling Dicari. Bahkan lembaga...

Menyasar Timur Indonesia, Pemerintah Tambah Kuota Ekspor Produsen Minyak Goreng 

JAKARTA, duniafintech.com - Pemerintah akan memberikan insentif berupa penambahan kuota ekspor bahan baku minyak goreng bagi produsen yang memasok minyak goreng ke wilayah Indonesia...
LANGUAGE