30 C
Jakarta
Kamis, 30 Juni, 2022

Perusahaan Starlink Punya Elon Musk Resmi Beroperasi di Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah memberikan restu kepada Starlink milik Elon Musk untuk beroperasi di Indonesia. Telkomsat, anak perusahaan Telkom, membeli kapasitas satelitnya untuk melayani pelanggan korporat.

Kepastian itu diketahui dari pernyataan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate, dilansir dari detik.com, Senin (13/6/2022).

Disampaikan Menkominfo, bahwa layanan Starlink milik Elon Musk itu tidak untuk pelanggan retail, melainkan khusus bagi jaringan tetap tertutup.

“Kominfo memberikan Hak Labuh Satelit Khusus Non Geostationer kepada PT Telkom Satelit Indonesia sebagai pengguna korporat backhaul dalam penyelenggaraan jaringan tetap tertutup satelit Starlink. Bukan untuk layanan retail pelanggan akses internet secara langsung oleh Starlink,” ujar Menkominfo.

Lebih lanjut, Menkominfo menyatakan, Hak Labuh Khusus Non-Gestationary Satellite Orbit (NGSO) tersebut harus memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan oleh undang-undang, termasuk hak resiprokal dan akan dievaluasi setiap tahun.

“Starlink baru bisa beroperasi jika gateway station telah dibangun oleh Telkomsat. Gateway station sepenuhnya investasi dan milik Telkomsat,” ungkap Johnny.

Baca jugaHarta Karun Indonesia Masih Berlimpah, Siap Jadi Raja di Dunia

“Tanpa gateway station Telkomsat, satelit Starlink tidak bisa berfungsi untuk melayani backhaul Telkomsat. Hak labuh tersebut juga bersifat eksklusif hanya untuk Telkomsat, bagi layanan kebutuhan backhaul Telkom Group,” pungkasnya.

Baca jugaEkonomi Indonesia Membaik, Penerimaan Pajak Capai Rp 678,99 Triliun Hingga Akhir Mei

Sebelumnya, sejak tahun lalu, Elon Musk tengah gencar mengembangkan Starlink, layanan internet berbasis satelit ke berbagai negara. Bahkan Starlink membuka pre-order layanan bagi pasar Indonesia.

Deretan Perusahaan Milik Elon Musk yang Bikin Kaya Raya

Di samping itu, Elon Musk disebut-sebut menjadi orang yang terkaya di dunia dan mempunyai beberapa perusahaan yang mendukung gelar yang disandangnya tersebut.

Menurut laporan dari Forbes, pria kelahiran Afrika Selatan ini menduduki posisi pertama sebagai orang terkaya di dunia dengan kekayaan ditaksir mencapai US$2682,2 miliar atau senilai Rp3.874 triliun.

Elon Musk pun saat ini sedang ramai diberitakan terkait akusisinya terhadap perusahaan platform media sosial Twitter.

Musk resmi membeli Twitter dengan harga  US$44miliar atau senilai Rp635 triliun, di mana hanya seperlima dari total kekayaannya.

Baca jugaElon Musk: Saya Akan Beli Coca-Cola dan Memasukkan Kokain Kembali

Adapun selain Twitter, Elon Musk memiliki 4 perusahaan terkenal lainnya. Melansir Bisnis, ini daftar perusahaan milik Elon Musk:

  1. Tesla

Tesla adalah perusahaan milik Elon Musk yang paling terkenal. Produsen mobil yang fokus memproduksi mobil listrik ini disebut menjadi perusahaan otomotif paling berharga di dunia dan memiliki nilai pasar lebih dari US$1 triliun atau senilai  Rp 14.444 triliun.

Hal ini dikarenakan Tesla sudah melaksanakan penawaran saham perdana (IPO) pada 28 Juni 2010 dengan harga per lembar sahamnya senilai US$17, atau setara Rp245.556. Adapun pada hari ini Rabu (1/7/2022) Tesla diperdagangkan dengan nilai US$758.26  per saham.

Selain memproduksi kendaraan listrik, Tesla juga membangun Gigafactory. Gigafactory merupakan pabrik produksi suku cadang kendaraan listrik dan baterai lithium-ion, saat ini Gigafactory sudah didirikan di enam negara.

  1. SpaceX

Elon Musk mendirikan SpaceX pada 2002, SpaceX atau Space Exploration Technologies Corp merupakan perusahaan yang bergerak di industri luar angkasa dan terkenal dengan roket miliknya yang dapat digunakan kembali usai peluncuran atau reusable. Penggunaan roket reusable itu dapat memangkas biaya untuk pesawat luar angkasa hingga setengahnya.

Dilansir dari en.as.com, SpaceX didirikan sebagai misi Musk alat komersial bagi manusia untuk untuk menjelajahi ruang angkasa dan menjajah planet Mars.

  1. Neuralink

Elon Musk bersama dengan sekelompok ilmuwan pada 2016 mendirikan perusahaan riset neurologis.

Di mana perusahaan ini bertujuan menciptakan teknologi yang dapat memulihkan fungsi tubuh seutuhnya pada orang yang mengalami cedera tulang belakang.

Musk pun sempat berjanji akan menciptakan teknologi yang lumpuh bisa menggunakan smartphone dengan pikiran mereka lebih cepat daripada seseorang yang menggunakan ibu jari.

Baca jugaWaduh Parah Nih! Harta Elon Musk Lenyap Rp 718 Triliun Gegara Twitter

Pada Juni tahun lalu pun, Neuralink berhasil mendapatkan pendanaan senilai  US$205 juta  atau senilai Rp2,9 triliun dari beberapa investor diantaranya Google Ventures dan Founders Fund.

4.The Boring Company

Elon Musk mendirikan The Boring Company yang bergerak di bidang infrastruktur dan pembangunan terowongan. The Boring Company sudah mengerjakan dua proyek yakni pembangunan terowongan di bawah Las Vegas Convention Center dan Hawthorne di Calif. Terowongan ini dibuat untuk menjadi jalur bagi loop travel.

Loop travel sendiri adalah sistem transportasi berkecepatan tinggi untuk kereta berbentuk tabung.

Di masa lalu, Musk telah membahas rencananya untuk sistem transportasi ‘Hyperloop’, pada dasarnya terowongan bawah tanah untuk mobil. Rencana tersebut telah dikritik karena  dinilai lebih mahal dan kurang praktis dibandingkan metode transportasi umum, seperti kereta api.

  1. Twitter

Pada bulan April lalu, Elon Musk resmi membeli Twitter dengan harga US$44miliar atau senilai Rp635 triliun, sebelumnya Twitter merupakan perusahan publik yang melantai di bursa dikabarkan setelah dibeli oleh Musk akan menjadi privat.

Adapun, sampai saat ini belum ada berita terbaru terkait perkembangan Twitter di bawah arahan Musk, tetapi Jack Dorsey founder dan mantan CEO Twitter sudah resmi mengeluarkan diri dari dewan direksi platform media sosial tersebut.

Selain lima perusahaan tersebut, Elon Musk memiliki beberapa perusahaan lainnya seperti  seperti X.com, SolarCity, hingga cryptocurrency

 

 

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Apa Itu Peer to Peer Lending? Begini Cara Kerjanya

JAKARTA, duniafintech.com – Ada banyak hal yang sejatinya perlu diketahui tentang apa itu peer to peer lending, termasuk hingga ke cara kerjanya. Pada dasarnya, P2P...

Kemenko Marves Sebut Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi untuk Cegah Penimbunan

JAKARTA, duniafintech.com - Pelaksana Tugas Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) Rachmat Kaimuddin menjelaskan, penggunaan aplikasi PeduliLindungi...

Memalukan! Karyawan Terraform Labs Masuk Daftar Larangan Terbang oleh Pemerintah Korsel

JAKARTA, duniafintech.com - Beberapa karyawan Terraform Labs yang berbasis di Korea Selatan (Korsel), perusahaan di belakang stablecoin Terra USD, yang runtuh bulan lalu dan...

Elon Musk Paksa WFO, Pegawai Tesla Gak Dapat Meja Kantor & WiFi

JAKARTA, duniafintech.com - Seruan keras Elon Musk untuk karyawan Tesla kembali ke kantor alias work from office (WFO) nyatanya tak mudah dijalankan. Ini karena...

Poin Penting Kelola Dana P2P Lending Syariah Untuk Beli Rumah

JAKARTA, duniafintech.com - Poin penting dalam kelola dana P2P lending syariah untuk membeli rumah akan dibahas di sini. Bentuk pengembangan nilai investasi P2P Lending...
LANGUAGE