28 C
Jakarta
Sabtu, 13 Agustus, 2022

Pesat! 11 Juta UMKM Masuk E-Commerce Sepanjang 2020-2021

JAKARTA, duniafintech.com – Pertumbuhan UMKM atau usaha mikro kecil menengah berkembang pesat di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Dua tahun kemarin, 2020 hingga 2021 jumlah UMKM yang masuk ranah e-commerce sangat fantastis. 

Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Bima Laga mengatakan ada 11 juta usaha mikro kecil dan menengah yang bergabung dalam e-commerce sejak Mei 2020 hingga Juni 2022.

Baca juga: UMKM Wajib Tahu! Inilah 7 Jenis Pinjaman BCA untuk Modal

“Saat pandemi, kami mendukung UKM untuk onboarding bersama platform digital, di mana anggota idEA bersama pemerintah menggencarkan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang fokusnya adalah meningkatkan kesadaran hingga ada 11 juta UKM baru di e-commerce,” kata Bima Laga dalam seminar Prospek Pemulihan Ekonomi Indonesia di Tengah Perubahan Geopolitik Global Pasca Pandemi.

Mengutip Antara, UKM memiliki peluang besar untuk memanfaatkan ekonomi digital di wilayahnya masing-masing dan peningkatan peluang di tengah krisis global.

Kendati Bima mengakui akses teknologi masih menjadi tantangan bagi UKM dalam memanfaatkan peluang lewat ekonomi digital.

Selain itu, masalah permodalan, investasi, akses pasar, dan keterampilan manajemen dan bisnis juga menjadi tantangan lain bagi UKM.

“Padahal ini sangat dibutuhkan UKM dalam bertahan di tengah pandemi,” ujar dia. 

Baca juga: Top! Udana dan IJS Kolaborasi Kembangkan UMKM Indonesia

Menurutnya, peran e-commerce terhadap ekonomi digital masih tumbuh dari waktu ke waktu. Hal ini yang tercermin dari nilai transaksi pada 2021 di mana ekonomi digital mencapai US$53 miliar atau lebih dari Rp700 triliun.

“Kita sendiri idEA menjadi salah satu campaign manager untuk Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) setiap 12/12, di mana logistik sibuk sekali pada saat itu,” ujar Bima.

Adapun pertumbuhan di Harbolnas pada 2020-2021 yang tumbuh 56 persen.

“Jadi memang pertumbuhan ini menjadi fundamental bagaimana e-commerce itu masih tumbuh dari tahun ke tahun,” ujar Bima.

Bima menilai peran e-commerce dalam tiga tahun ke depan masih terus mendominasi. Diperkirakan nilai transaksinya akan mencapai US$104 miliar atau Rp1.400 triliun pada 2025 dan berkontribusi sekitar 5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (GDP). 

Dia mengaku optimis kontribusi e-commerce dapat terus tumbuh dan berkontribusi lebih dari 10 persen ke depannya. 

Baca juga: Securities Crowdfunding adalah: Alternatif Pendanaan UMKM

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

 

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Cara Top Up OVO lewat Bank Danamon, Bisa Mobile Banking Juga

JAKARTA, duniafintech.com – Cara top up OVO lewat Bank Danamon berikut ini sangat penting untuk kamu ketahui sebagai pengguna kedua layanan ini. Seperti diketahui bersama,...

Cara Mengatasi SMS Banking Mandiri Terblokir dengan Mudah

JAKARTA, duniafintech.com – Cara mengatasi SMS Banking Mandiri terblokir sangat penting diketahui oleh para nasabah Bank Mandiri yang mengalaminya. Sebagaimana diketahui, pada era yang serba...

Cara Isi Pulsa lewat ATM BCA, Mudah sesuai Kebutuhan

JAKARTA, duniafintech.com – Cara isi pulsa lewat ATM BCA berikut ini sangat penting diketahui oleh para nasabah setia Bank BCA. Caranya mudah kok! Seperti diketahui,...

Pelaku Industri Kini Bisa Usul Penambahan & Pengurangan Kripto

JAKARTA, duniafintech.com - Pelaku industri kripto kini dapat mengusul penambahan dan pengurangan aset kripto, menyusul adanya aturan terbaru dari pemerintah.  Kementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas...

Deretan Marketplace NFT Terbaik di Dunia: OpenSea hingga Axie

JAKARTA, duniafintech.com - Marketplace NFT atau non-fungible token terbaik di dunia berikut ini tentu saja sangat penting untuk Anda ketahui. Marketplace terbaik, tentunya memiliki banyak...
LANGUAGE