22.8 C
Jakarta
Minggu, 29 Mei, 2022

Pinjaman Fintech di Luar Pulau Jawa Meningkat Pesat

duniafintech.com – Bukan rahasia kalau Pulau Jawa merupakan target pasar yang sangat besar bagi sektor fintech. Selain karena jumlah penduduknya yang padat, masyarakat di Pulau Jawa cenderung lebih mudah dalam mengakses berbagai layanannya. Tidak heran jika jumlah pinjaman fintech di Jawa hingga bulan Mei 2019 tercatat mencapai Rp35,2 triliun.

Meskipun masih kalah jauh dengan jumlah total pinjaman fintech di Pulau Jawa, Otoritas Jasa Keuangan mencatat pencapaian yang cukup signifikan dari pinjaman di luar Pulau Jawa. Sejak awal tahun hingga bulan Mei 2019 ini, nilainya meningkat sebanyak Rp2,23 triliun dari nilai awal dan kini berada pada level Rp5,7 triliun.

Baca juga: GoJek Rambah Sektor Asuransi Online Melalui Aplikasi GoSure

Jangkauan Perusahaan Menjadi Kendala

Dari ratusan perusahaan fintech penyelenggara layanan P2P lending, sebagian besar memiliki kantor di Pulau Jawa terutama Jakarta. Tanpa adanya kantor cabang dan hanya dengan mengandalkan teknologi, tidak heran jika cakupan yang berhasil dicapai utamanya merupakan masyarakat yang tinggal di sekitar kantor pusat.

Meski begitu, AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan bersama Indonesia) merasa positif bahwa dalam waktu dekat angka ini akan terus meningkat. Penggabungan antara teknologi aplikasi dan Sumber Daya Manusia sebagai mitra diharapkan bisa menjangkau target pasar yang lebih luas lagi. Meski untuk bisa maksimal, perusahaan-perusahaan ini akan memerlukan proses dan waktu yang cukup panjang.

Langkah nyata lain yang berusaha dilakukan oleh perusahaan-perusahaan fintech ini adalah dengan berekspansi dan membuka cabang ke berbagai wilayah di luar Jawa. Salah satu penyedia layanan teknologi finansial yang sudah melebarkan sayap adalah Dana Laut. Perusahaan ini sudah menyalurkan pinjaman hingga ke Sulawesi dan Maluku Tenggara.

Baca juga: Platform Tupai, Dorong UMKM Gesit Membayar Pajak

Perlu Sinergi dari Berbagai Pihak

Agar perkembangan fintech tidak hanya berpusat di Pulau Jawa, berbagai pihak harus secara seimbang melakukan sinergi. Otoritas Jasa Keuangan tidak hanya melakukan pengawasan tapi juga meminta berbagai pihak terkait untuk tidak berhenti melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan calon nasabah.

Acara-acara yang berhubungan dengan pengenalan fintech pun sebaiknya juga diselenggarakan di luar Jawa. Bukan hanya untuk memperkenalkan pengetahuan terkait fintech, tapi juga meningkatkan kesadaran bahwa fintech itu nyata dan dekat dengan masyarakat.

Image by InspiredImages from Pixabay

-Dita Safitri-

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Pembatalan Polis Asuransi Mobil: Prosedur dan Risikonya

JAKARTA, duniafintech.com – Pada dasarnya, pembatalan polis asuransi mobil merupakan cara menyelesaikan polis asuransi mobil yang masih dalam masa pertanggungan. Dalam arti, belum satu...

Baik Online Maupun Offline, Begini Cara Bayar Mandiri Virtual Account

JAKARTA, duniafintech.com – Pengertian Mandiri virtual account adalah metode pembayaran dari Bank Mandiri untuk bertransaksi di e-commerce atau aplikasi belanja online dengan menggunakan nomor...

2.290 Calon Jemaah Haji Riau Siap Berangkat ke Tanah Suci Awal Juni 2022

JAKARTA, duniafintech.com - Sebanyak 2.290 orang calon jemaah haji dari Provinsi Riau siap berangkat ke Tanah Suci. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Riau...

Investasi Bodong Minyak Goreng, Emak Asal Ponorogo ini Masuk Penjara 4 Tahun

JAKARTA, duniafintech.com - EV (30) warga Desa Munggung, Kecamatan Pulung, Ponorogo, diamankan Satreskrim Polres Ponorogo usai melakukan penipuan investasi bodong, dengan kedok jual minyak...

Indonesia Masuk Jebakan Utang dari China?, Ini Jawaban Luhut..

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan buka suara terkait anggapan bahwa Indonesia telah terperangkap jebakan utang...
LANGUAGE