28.3 C
Jakarta
Selasa, 4 Agustus, 2020

PT Pandi Indonesia Pialang Asuransi Kini Telah Memiliki Izin dari OJK

duniafintech.com – Kini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan izin usaha pialang kepada PT Pandi Indonesia Pialang Asuransi. Pemberian izin dari perusahaan yang berkantor pusat di Bukit Golf Riverside Cibubur, Ruko Center Point Blok AA4 Nomor 09 Gunung Putri, Bogor ini dituangkan dalam keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-25/NB.1/2019.

Dalam keterangan tertulis yang tersedia disitus resmi OJK, Direktur Jasa Penunjang IKNB dan Dewan Komisioner OJK, Tattys Miranti Hedyana, mengatakan:

“Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan memberikan izin usaha perusahaan pialang asuransi kepada PT Pandi Indonesia Pialang Asuransi. Pemberian izin usaha tersebut berlaku sejak tanggal ditetapkannya Keputusan Dewan Komisioner atas perusahaan tersebut.”

Baca juga: Kredivo Raih Pendanaan dari Ventura Telkomsel dan MDI Ventures

Kewajiban PT Pandi  Indonesia Setelah Mendapat Izin

Tattys pun juga mengatakan dalam keterangan tertulis bahwa:

“perusahaan diwajibkan agar menjalankan kegiatan usaha dengan selalu menerapkan praktik usaha yang sehat dan senantiasa mengacu kepada peraturan perundangan yang berlaku.”

Sekedar informasi, menurut situs resminya, PT Pandi adalah perusahaan asuransi yang menyediakan penyelesaian masalah klien tentang bagaimana mengelola Program Risiko Kelautan agar lebih aman, efektif dan efisien. Tujuan dari perusahaan ialah untuk mengelola resiko kelautan seperti mempertahankan dan mendapatkan keamanan untuk kapal, kru, kargo, dan lain-lain dari klien.

Sejak awal tahun 2014, PT Pandi berada dibawah naungan Komisioner M. Dede Kurniadi dan Direktur Yani Nuryaningsih yang masing-masing telah mencicipi asam garam dunia asuransi.

Baca Juga: Fintech DanaRupiah Bantu Para Petani Jagung di Sulawesi Utara

Geliat Asuransi Indonesia tahun 2019

Pada tahun 2019 ini, Industri Asuransi Indonesia masih bergerak stagnan dan cenderung lesu sejak awal tahun, dimana hanya mengalami pertumbuhan yang tidak sampai 5%.

Berdasarkan Statistik Asuransi Indonesia (SAI), premi asuransi bulan Mei lalu hanya mampu tumbuh sebesar 3,45% year-on-year (YoY) menjadi Rp 185,99 Triliun dari sebelumnya Rp 179,78 Triliun. Padahal, pada periode yang sama tahun 2018, premi asuransi mampu tumbuh dua digit, yaitu sebesar 22,04% secara YoY.

Pertumbuhan tersebut, lebih lesu dari laju pertumbuhan kredit bank umum yang pada April 2019 lalu mencatatkan pertumbuhan sebesar 11,12% YoY menjadi Rp 5.364 Triliun, menurut data dari Statistik Perbankan Indonesia (SPI)

Namun, Berbeda dengan perolehan premi yang cenderung stagnan, total aset industri asuransi pada Mei 2019 justru masih mampu mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,27% secara tahunan, dimana tipe asuransi jiwa masih mendominasi karena berbagai kerja sama perusahaan dengan industri lainnya.

Awal pekan ini, pengamat asuransi, Irvan Rahardjo, menyampaikan bahwa lesunya pertumbuhan industri asuransi di Indonesia karena rendahnya literasi (pengetahuan/pemahaman) soal asuransi dengan mengatakan dalam sajian berita CNBC Indonesia:

“Yang utama [karena] rendahnya literasi asuransi. Penyebab lain karena rendahnya penetrasi asuransi secara umum [yang] tidak beranjak naik. Demikian juga densitas asuransi yang rendah serta literasi asuransi yang rendah [jika] dibanding [dengan] sektor perbankan.”

Image by Thomas Jh. Baumann from Pixabay

-Syofri Ardiyanto-

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Pengguna Spotify Meningkat Drastis di Kuartal 2 2020

DuniaFintech.com - Platform digital streaming musik dan hiburan, Spotify mendapatkan peningkatan pengguna, atau monthly active user sebanyak 299 juta. Hal tersebut disampaikan...

Mencari Pinjaman Bulanan Online? Ini Rekomendasi Aplikasi Pinjaman Online Terpercaya

DuniaFintech.com - Apakah Anda mengalami kesulitan untuk mencari pinjaman bulanan online? Berikut rekomendasi bagi Anda yang mencari pinjaman bulanan online terpercaya

Sukses tapi Sederhana, 5 Tips Kaya Raya ala Mark Zuckerberg ini Bisa Anda Contek

DuniaFintech.com - Sosok ini dikenal sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Tentu semua berpikir, dia bisa membeli apapun dengan kekayaan yang...

Perkembangan Fintech Lending Pesat Buat Pegadaian Siapkan Digital Lending

DuniaFintech.com - Perkembangan fintech lending di masyarakat kian pesat. Perkembangan fintech lending tersebut pun dilihat sebagai peluang besar bagi PT Pegadaian. Oleh...

Akulaku Ambil Langkah Restrukturisasi Kredit Rp47,3 Miliar Saat Pandemi

DuniaFintech.com - Perusahaan Fintech Akulaku ambil langkah restrukturisasi bagi 13.876 debitur dengan total pinjaman Rp47,3 miliar per Juli 2020. Langkah tersebut diambil...
LANGUAGE