31 C
Jakarta
Senin, 6 Desember, 2021

Punya Sifat Boros? Ini Kata Halofina buat Kamu Para Millenial

duniafintech.com – Pengetahuan dan keahlian dalam mengelola keuangan memang tidak pernah diajarkan di institusi formal, mau pun non-formal. Oleh karena itu, beberapa dari Kita abai dalam pengelolaan keuangan.

Sementara, di satu sisi tidak sedikit dari permasalahan yang menyangkut soal keuangan, seperti kondisi darurat (force majeur) atau perencanaan dalam hidup, seperti menikah, berwisata hingga rencana lainnya.

Permasalahan tata kelola keuangan, saat ini pun juga menyasar ke kalangan milenial. Tak sedikit anggapan sifat boros melekat pada golongan tersebut. Oleh sebab itu, salah satu penyelenggara teknologi keuangan, Halofina memiliki beberapa saran terkait permasalahan tersebut.

Catat Setiap Alur Pengeluaran Uang

Setiap uang yang dikeluarkan menjadi bagian vital dalam mengatur keuangan. Sering kali, mencatat pengeluaran menjadi sesuatu yang sulit untuk dilakukan, lantaran waktu yang terbatas.

Namun, di era kemajuan teknologi saat ini, terdapat beberapa inovasi yang mampu memudahkan urusan catatan keuangan. Saat ini, terdapat beberapa aplikasi dan program di ponsel pintar yang bisa digunakan untuk mencatat pengeluaran, seperti Monefy dan Moneylovers.

Persepsi Berinvestasi

Saat ini, produk keuangan mulai beragam, terdapat berbagai layanan dan jasa yang mampu menjadi solusi keuangan. Salah satu kelompok dari produknya ialah investasi. Banyaknya kebutuhan kadang membuat milenial tidak melirik investasi, dengan dalih menunggu ‘uang lebih’.

Adjie Wicaksana selaku CEO Halofina berpesan, 10-30% pendapatan layak disalurkan ke layanan investasi.

“Point pentingnya disini adalah seharusnya bukan investasi yang ditunda, tapi konsumsi kita yang harus disesuaikan, supaya penghasilan yang diterima bisa disisihkan untuk investasi”

Baca juga: 

Penghasilan Tidak Untuk Dihabiskan

Milyarder negeri Paman Sam, Warren Buffett mengatakan, bahwa seseorang bisa menghabiskan penghasilannya setelah dirinya menabung. Hal ini juga perlu ditinjau para milenial dalam mengelola keuangan.

 “Don’t save what is left after spending. Spend what is left after saving,”

Beberapa cara lainnya adalah dengan meningkatkan literasi keuangan. Saat ini, produk jasa keuangan di Indonesia telah menjamur. Hal ini perlu dijadikan momentum untuk para milenial mengenal produk keuangan yang cocok.

(DuniaFintech/FauzanPerdana)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Mengenal Private Equity dan Venture Capital di Dunia Investasi

JAKARTA, duniafintech.com - Private Equity dan Venture Capital merupakan istilah populer dalam dunia permodalan yang mungkin asing bagi para investor pemula. Namun, kedua istilah...

Mengenal Biaya Asuransi JNE dan Syarat Pengiriman Paketnya

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi JNE adalah produk pertanggungan dari JNE, sebuah perusahaan ekspedisi yang dalam beberapa tahun terakhir ini melayani jasa antar barang bagi...

Ini Cara Memahami Sentimen Pasar bagi Investor di Dunia Trading dan Investasi

JAKARTA, duniafintech.com - Sentimen pasar atau market sentiment merupakan konsensus atau sikap secara keseluruhan dari pelaku pasar atau investor terhadap pergerakan harga suatu pasar....

Biaya Asuransi: Pengertian dan Jenis-jenisnya

JAKARTA, duniafintech.com – Biaya asuransi pada dasarnya terdiri dari berbagai macam. Umumnya, ketika memiliki asuransi, pemegang polis diwajibkan untuk tahu apa saja jenis biaya...

Dukung Produksi Susu Nasional, ADB pesan 19,4 Juta Lembar Saham Cimory

JAKARTA, duniafintech.com - Asian Development Bank (ADB) telah memesan sebanyak 19,4 juta lembar saham sebagai bagian dari rencana penawaran saham perdana (initial public offering/IPO)...
LANGUAGE