26.2 C
Jakarta
Rabu, 18 Mei, 2022

Punya Sifat Boros? Ini Kata Halofina buat Kamu Para Millenial

duniafintech.com – Pengetahuan dan keahlian dalam mengelola keuangan memang tidak pernah diajarkan di institusi formal, mau pun non-formal. Oleh karena itu, beberapa dari Kita abai dalam pengelolaan keuangan.

Sementara, di satu sisi tidak sedikit dari permasalahan yang menyangkut soal keuangan, seperti kondisi darurat (force majeur) atau perencanaan dalam hidup, seperti menikah, berwisata hingga rencana lainnya.

Permasalahan tata kelola keuangan, saat ini pun juga menyasar ke kalangan milenial. Tak sedikit anggapan sifat boros melekat pada golongan tersebut. Oleh sebab itu, salah satu penyelenggara teknologi keuangan, Halofina memiliki beberapa saran terkait permasalahan tersebut.

Catat Setiap Alur Pengeluaran Uang

Setiap uang yang dikeluarkan menjadi bagian vital dalam mengatur keuangan. Sering kali, mencatat pengeluaran menjadi sesuatu yang sulit untuk dilakukan, lantaran waktu yang terbatas.

Namun, di era kemajuan teknologi saat ini, terdapat beberapa inovasi yang mampu memudahkan urusan catatan keuangan. Saat ini, terdapat beberapa aplikasi dan program di ponsel pintar yang bisa digunakan untuk mencatat pengeluaran, seperti Monefy dan Moneylovers.

Persepsi Berinvestasi

Saat ini, produk keuangan mulai beragam, terdapat berbagai layanan dan jasa yang mampu menjadi solusi keuangan. Salah satu kelompok dari produknya ialah investasi. Banyaknya kebutuhan kadang membuat milenial tidak melirik investasi, dengan dalih menunggu ‘uang lebih’.

Adjie Wicaksana selaku CEO Halofina berpesan, 10-30% pendapatan layak disalurkan ke layanan investasi.

“Point pentingnya disini adalah seharusnya bukan investasi yang ditunda, tapi konsumsi kita yang harus disesuaikan, supaya penghasilan yang diterima bisa disisihkan untuk investasi”

Baca juga: 

Penghasilan Tidak Untuk Dihabiskan

Milyarder negeri Paman Sam, Warren Buffett mengatakan, bahwa seseorang bisa menghabiskan penghasilannya setelah dirinya menabung. Hal ini juga perlu ditinjau para milenial dalam mengelola keuangan.

 “Don’t save what is left after spending. Spend what is left after saving,”

Beberapa cara lainnya adalah dengan meningkatkan literasi keuangan. Saat ini, produk jasa keuangan di Indonesia telah menjamur. Hal ini perlu dijadikan momentum untuk para milenial mengenal produk keuangan yang cocok.

(DuniaFintech/FauzanPerdana)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Lin Che Wei Punya Jabatan Strategis di Kementrian, Tersangka Baru Mafia Minyak Goreng

JAKARTA, duniafintech.com - Lin Che Wei seorang pengusaha, resmi ditahan oleh Kejaksaan Agung setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor Minyak...

Bundamedik Catat Pendapatan Terkonsolidasi Sebesar Rp1,71 Triliun di 2021

JAKARTA, duniafintech.com - PT Bundamedik Tbk (BMHS) mengumumkan sepanjang 2021 mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan terkonsolidasi sebesar 49% menjadi Rp 1,711 triliun dari pendapatan di...

Surplus Neraca Perdagangan April US$7,56 Miliar, BPS: Tertinggi Sepanjang Sejarah

JAKARTA, duniafintech.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, surplus neraca perdagangan barang Indonesia pada bulan April 2022 kembali mengalami surplus, yaitu sebesar US$7,56 miliar. Menurut...

Jadi Tujuan Mudik dan Wisata, Uang Berputar di Yogyakarta Capai Rp2 Triliun/Hari

JAKARTA, duniafintech.com - Salah satu daerah yang menjadi tujuan pemudik sekaligus wisata adalah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Selama libur Lebaran 2022 ini, daerah ini...

Imbas Mudik Lebaran, Okupansi Hotel Meningkat 70%, Sektor Usaha Bangkit

JAKARTA, duniafintech.com - Wakil Kepala Badan Moneter Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Aviliani mengapresiasi pemerintah yang telah berani memutuskan mengizinkan masyarakat untuk melakukan...
LANGUAGE