26.8 C
Jakarta
Sabtu, 2 Juli, 2022

Pusat Data Nasabah Fintech dari OJK Akan Diterbitkan Agustus 2019

duniafintech.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dikabarkan telah menargetkan waktu penerbitan pusat data nasabah fintech lending (Pusdafil) yakni pada bulan Agustus 2019 mendatang.

Fasilitas dari pusat data nasabah atau Pusdafil ini nantinya akan memuat informasi terkait nasabah perusahaan Financial Technology (Fintech) lending di Indonesia. Pusdafil akan mirip dengan Bank Indonesia (BI) checking atau Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), yang digunakan untuk memeriksa kelayakan nasabah sebelum mengucurkan kredit.

Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK, Hendrikus Passagi berharap, Pusdafil bisa menurunkan risiko dari pembiayaan Fintech lending.

Baca juga: Startup Indonesia-Korea Unjuk Kebolehan di ‘Startup Demo Day’

Harapan OJK pada Pusdafil

Dengan kehadiran Pusdafil, OJK pun berharap agar bunga Fintech lending bisa menurun dalam jangka menengah-panjang karena menurunnya angka resiko.

Dalam acara OJK Watch di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin, Hendrikus pun mengatakan:

“Kami targetkan Agustus (diluncurkan). Karena memang kami sudah mengantisipasinya sepanjang tahun ini.”

Saat ini, OJK bersama dengan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) tengah melakukan uji coba Pusdafil bersama dengan 10 perusahaan Fintech lending. Hendrikus optimistis, fasilitas bak BI Checking ini akan bisa beroperasi penuh pada bulan Agustus mendatang.

Melalui Pusdafil, platform seluruh Fintech lending yang terdaftar akan terhubung dengan Pusdafil. Hendrikus menambahkan, “Datanya bukan hanya (peminjam) yang masuk daftar hitam (blacklist), tetapi termasuk mereka yang aktif ikut pinjam-meminjam.”

Kedepannya pun diharapkan, Fintech lending juga bisa mengidentifikasi calon peminjam di platformnya layaknya perbankan sehingga akan meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan yang tentu juga bisa merugikan sang calon nasabah itu sendiri.

Juga, Fintech lending akan bisa mengidentifikasi peminjam yang aktif membayar cicilan tepat waktu. Dengan begitu, calon peminjam tersebut berpeluang memperoleh bunga yang lebih rendah sebagai apresiasi atas kedisiplinannya dalam pembayaran pinjaman.

Baca Juga: Dompet Digital OVO Menjadi Terfavorit Versi SnapCart

Fintech Lending Terdaftar Wajib Terintegrasi dengan Pusat Data Nasabah Fintech

Karena sifatnya yang meng-upgrade industri Fintech, seluruh Fintech lending yang sudah terdaftar di OJK wajib mengintegrasikan platformnya dengan Pusdafil.

Hendrikus pun mengatakan, Pusdafil akan terhubung dengan SLIK. Padahal, sebelumnya OJK baru akan mewajibkan Fintech lending untuk bertukar data di SLIK pada tahun 2022 mendatang.

Hendrikus juga menjelaskan, OJK juga telah bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) dan perusahaan asuransi untuk mengoperasikan Pusdafil. Ia pun menambahkan:

“Pusdafil itu targetnya akan menjadi data milik publik yang bisa dimanfaatkan mereka. Tujuan akhir kami sebenarnya [ialah] mendorong terbentuknya social credit scoring.”

Image by Elchinator from Pixabay

-Syofri Ardiyanto-

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Perusahaan Asuransi Indonesia Terdaftar BEI, Ini Daftarnya

JAKARTA, duniafintech.com – Perusahaan asuransi Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tentunya dapat menjadi pilihan untuk investasi. Di samping memiliki produknya, kamu pun...

Cara Bayar Kredivo Lewat Alfamart, Ini Panduan Mudahnya

JAKARTA, duniafintech.com – Cara bayar Kredivo lewat Alfamart sebenarnya sangat mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Kredivo sendiri menjadi salah satu layanan kredit online...

Daftar Fintech Berizin OJK Jadi 102, Ini Rinciannya

JAKARTA, duniafintech.com – Daftar fintech berizin kembali dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 22 April 2022 lalu. Dalam catatan OJK, total jumlah penyelenggara fintech...

Cara Investasi Emas untuk Pemula, Gampang Banget!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara investasi emas untuk pemula, apakah susah? Tentu saja tidak. Bahkan, caranya gampang sekali. Seperti diketahui, emas memang bukan hanya populer sebagai...

Secara Analisis Teknikal, Penurunan Harga Bitcoin Saat Ini Masih Wajar

JAKARTA, duniafintech.com - Penurunan harga Bitcoin yang saat ini berada pada level sekitar Rp300 jutaan masih dalam batas wajar jika ditinjau dari analisis teknikal....
LANGUAGE