27.1 C
Jakarta
Rabu, 28 September, 2022

REGULATOR PERBANKAN CINA MENDORONG PERATURAN BLOCKCHAIN  

duniafintech.com – Pasar sekuritas Cina membutuhkan peraturan baru yang berfokus pada Blockchain untuk menangkal potensi risiko, menurut sebuah surat kabar baru dari China Banking Regulatory Commission (CBRC).

Laporan tersebut, yang diterbitkan pada tanggal 1 Juni dan ditulis oleh anggota staf CBRC Liu Yuheng dan Zhou Shaqi, menyarankan agar regulator Cina mencoba belajar dari rekan-rekan mereka di AS dan Inggris karena mereka ingin mengembangkan peraturan Blockchain baru. Sementara catatan lain menyebutkan bahwa pendapat di surat kabar tidak mewakili posisi resmi agensi, namun tetap menawarkan bahan pertimbangan ke dalam pemikiran saat ini.

Baca juga : https://duniafintech.com/penetrasi-teknologi-blockchain-menjamur-di-benua-asia-eropa-hingga-afrika/

Badan ini, yang berfungsi di bawah Dewan Negara Cina, memerinci beberapa area di mana Blockchain dapat membantu merampingkan pasar sekuritas Cina, termasuk penawaran umum perdana (initial public offering / IPO), setoran jaminan dan transaksi, dan keseluruhan biaya penghematan. Pada saat yang sama, para penulis menyoroti apa yang mereka yakini sebagai tantangan serius mengingat tahap perkembangan teknologi yang baru lahir.

Laporan tersebut mengatakan:

Inovasi aplikasi Blockchain di pasar keamanan masih harus mengikuti teori dan aturan praktis sektor keuangan. Kekacauan P2P sebelumnya di Cina menjelaskan dengan baik bagaimana teknologi yang berkembang cepat dapat melampaui peraturan keuangan dan membawa ancaman serius pada sistem.”

Selain itu, dengan mengacu pada pendapat dari regulator sekuritas AS, komisi tersebut mengatakan dalam laporan bahwa pemerintah pusat harus memimpin dalam membangun standar industri Blockchain daripada membiarkan perusahaan dan organisasi melakukannya secara independen.

Mengutip beberapa langkah baru-baru ini dari bank-bank sentral utama di dunia, termasuk Bank of England bergabung dengan proyek Hyperledger dan Otoritas Moneter Hong Kong yang berpartisipasi dalam konsorsium buku besar pendistribusian R3, para penulis menganjurkan kolaborasi lintas batas dan industri.

Penulis laporan tersebut juga meminta dibuatnya hal yang disebut “bak pasir peraturan”, di mana perusahaan pemula dan perusahaan lainnta dapat mengembangkan dan menguji produk keuangan baru dalam setting yang terbatas.

 

Source: coindesk.com

Written by: Sintha Rosse

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Indodax Trading Fest Oktober 2022 Berhadiah Ratusan Juta, Komitmen Indodax Demi Literasi Keuangan Digital

JAKARTA, duniafintech.com – Indodax, platform kripto terbesar di Indonesia dengan 5,5 juta member terdaftar kembali menggelar Indodax trading fest Oktober 2022 secara rutin.  Pelaksanaan lomba atau...

Sri Mulyani Ungkap Potensi Ekonomi Digital Indonesia Tertinggi se-Asia Tenggara

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan ekonomi digital di Indonesia memiliki potensi yang sangat luar biasa, tertinggi se-Asia Tenggara. Hal itu tercermin sejak...

Erick Keluhkan Generasi Saat Ini Tidak Mau Jadi Petani

JAKARTA, duniafintehch.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menilai generasi muda saat ini enggan menjadi Petani lantaran tidak memiliki jaminan masa...

Pertamina Bantah Tudingan Produk Pertalite Bikin Boros

JAKARTA, duniafintech.com - Pertamina buka suara terkait beberapa hari ini viral mengenai keluh kesah konsumen pengendara yang menggunakan Bahan Bakar Minyak jenis Pertalite. Para...

Cara Cicil iPhone di iBox, Bisa Pakai Shopee Juga Lho!

JAKARTA, duniafintech.com – Cara cicil iPhone di iBox dengan kartu kredit hingga Shopee berikut ini penting banget lho untuk diketahui. Pasalnya, hingga detik ini, iPhone...
LANGUAGE