31.1 C
Jakarta
Selasa, 18 Juni, 2024

Risiko Investasi Emas Wajib Diketahui Sebelum Berinvestasi

JAKARTA, duniafintech.com – Risiko investasi emas nampaknya wajib dipahami para investor sebelum melakukan aktivitas investasi. Investor logam mulia harus menyadari risiko yang ada dalam berinvestasi emas.

Berinvestasi merupakan suatu kegiatan yang memungkinkan Anda memperoleh keuntungan di masa depan. Sayangnya, hal tersebut juga disertai dengan risiko yang menimbulkan kerugian termasuk emas.

Emas merupakan investasi yang masih dipercaya masyarakat. Seperti halnya aset investasi lainnya, komoditas emas atau logam mulia juga tidak lepas dari risiko yang patut Anda waspadai.

Harga yang terus meningkat membuat emas menjadi investasi yang lebih populer, meski risiko kerugian akibat turunnya harga relatif kecil, namun bukan berarti tidak perlu khawatir dengan risiko-risiko lain berikut ini.

Baca jugaAplikasi Investasi Emas OJK: Cara Investasi Emas di Aplikasi Bank

ISFF 2023 INDODAX

Baca jugaKelebihan dan Kekurangan Investasi Emas Yuk Kita Simak!

Risiko Investasi Emas

  1. Membutuhkan ruang penyimpanan khusus

Emas merupakan aset fisik yang tentunya memerlukan ruang penyimpanan khusus. Apalagi jika aset Anda bertambah seiring berjalannya waktu. Keamanan penyimpanan memerlukan pertimbangan serius. Berbeda dengan aset lain seperti saham, obligasi, atau reksa dana yang tidak memerlukan tempat penyimpanan khusus.

Sumber daya fisik ini harus dijaga dengan hati-hati, misalnya dengan menggunakan brankas dengan kode akses rahasia. Namun jika Anda masih merasa menggunakan brankas kurang aman, tidak ada salahnya menggunakan brankas di bank atau pegadaian. Brankas menerapkan sistem keamanan tertentu untuk melindungi properti Anda dengan lebih baik.

  1. Risiko kehilangan harta benda atau aset

Risiko investasi emas lainnya adalah risiko pencurian yang disebabkan oleh faktor-faktor tertentu. Bentuk fisik barang logam mulia mudah rentan terhadap pencurian. Oleh karena itu, aspek keamanan sangat penting untuk melindungi aset Anda.

Pencuri sering mengincar obligasi emas, logam mulia seperti perhiasan. Tentu saja, jika Anda memiliki harta benda yang banyak, pencurian tidak akan menimbulkan kerugian yang kecil. Hindari kehilangannya dengan merahasiakannya dan mengamankannya.

  1. Waspadai emas palsu

Memang tidak mudah bagi masyarakat awam yang belum mengenal logam mulia untuk mengetahui apakah barang tersebut asli atau palsu. Hal ini menjadi risiko bagi investor pemula yang ingin menabung emas.

Keaslian mencakup kemurnian dan berat logam mulia. Apalagi jika Anda memilih perhiasan sebagai investasi properti masa depan. Untuk menghindari risiko tersebut, pastikan Anda hanya membeli dari penjual yang terpercaya.

  1. Risiko investasi emas palsu

Minat masyarakat yang besar untuk menginvestasikan modalnya dan meraup keuntungan di masa depan telah melahirkan tindakan-tindakan penipuan, seperti investasi bodong. Kasus-kasus seperti ini sebenarnya bukan hal baru dan sudah banyak terungkap. Namun kenyataannya banyak masyarakat, terutama investor baru, yang menjadi korban penipuan investasi bodong.

Alasannya adalah untuk mendapatkan keuntungan yang besar dalam waktu yang relatif singkat. Mode hemat emas terkadang menjadi salah satu trik para penipu untuk menipu korbannya. Jika Anda menjumpai seseorang yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat tanpa mengambil risiko sekalipun, Anda patut curiga.

Karena setiap investasi mempunyai resiko dan tidak ada jaminan keuntungan. Selain itu, produk logam ini merupakan salah satu jenis aset yang tergolong investasi jangka panjang. Jadi Anda harus menahannya dalam waktu yang lama untuk mendapatkan keuntungan yang besar.

Demikian informasi seputar risiko investasi emas yang diharapkan bisa membantu para investor untuk mengurangi kemungkinan merugi saat berinvestasi logam mulia tersebut.

Baca jugaInvestasi Emas Online Terbaik dan Pertimbangan saat Mencari Platform-nya

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com

Iklan

ARTIKEL TERBARU