25 C
Jakarta
Jumat, 7 Oktober, 2022

Sempat Stop Penarikan Dana, Zipmex Jadi Sorotan Bapebbti

JAKARTA, duniafintech.com – Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti Kementerian Perdagangan akan terus memantau perusahaan crypto exchange Zipmex.

Perusahaan ini juga sempat diselidiki oleh otoritas Thailand setelah menyetop atau menangguhkan sementara akses penarikan dana. Bappebti pun melakukan pemantauan secara intensif terhadap Zipmex Indonesia.

Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga mengatakan, hal ini dilakukan untuk melindungi masyarakat dan meningkatkan integritas perdagangan fisik aset kripto.

“Pelanggan Zipmex Indonesia dapat melakukan penarikan (withdrawal) aset kripto yang terdapat pada trade wallet (fitur yang digunakan untuk bertransaksi) sejak 21 Juli 2022, pukul 18.00 WIB untuk beberapa jenis aset kripto. Kami memastikan komitmen Zipmex untuk menjamin keamanan dana. Konsumen harus terlindungi dan jangan sampai dirugikan,” kata Wamendag dalam keterangan resminya, Selasa (16/8/2022). 

Menurut Wamendag, Zipmex Indonesia berkomitmen dan beriktikad baik menjamin keamanan dana dan/atau aset kripto pelanggannya. 

Selain itu, Bappebti juga akan terus memantau secara berkesinambungan terkait perkembangan kondisi terbaru dan tindak lanjut atas komitmen yang disampaikan Zipmex Indonesia.

Melansir dari okezone.com, Kepala Bappebti Didid Noordiatmoko menambahkan, Bappebti sampai saat ini telah memberikan tanda daftar kepada 25 Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK). Bappebti terus berkomitmen melakukan pengawasan kepada CPFAK secara off site (tidak langsung) dan on site (langsung).

Adapun pengawasan off site dilakukan terhadap laporan rutin dan berkala yang disampaikan CPFAK melalui surat elektronik atau sistem pelaporan elektronik yang terhubung ke Bappebti. 

Sementara, pengawasan on site dilakukan secara langsung, baik rutin maupun sewaktu-waktu, berdasarkan perhitungan pemetaan risiko.

Baca juga: Beragam Kegunaan Bitcoin, Bukan Cuma Buat Investasi Lho!

“Bappebti terus menggencarkan edukasi tata cara bertransaksi aset kripto yang benar dan aman, mekanisme transaksi, peraturan-peraturan terkait, hingga risiko berinvestasi dan tata cara penyelesaian masalah. Terlebih, saat ini banyak situs web maupun aplikasi yang menawarkan investasi kepada masyarakat, namun tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Didid.

Sebelumnya, dalam keterangan resmi Zipmex Exchange Indonesia, Zipmex menyatakan bahwa perusahaan melakukan deposit dana di platform peminjaman aset kripto termasuk di dalamnya Celsius Network. Saat pasar mengalami penurunan, Zipmex mulai melakukan penarikan dana dari produk deposit mitra kami.

Namun, Zipmex menerima informasi mengenai penangguhan penarikan sementara karena kondisi yang tidak terduga pada 13 Juni 2022. Celsius kemudian mengumumkan pailit pada 14 Juli 2022.

Pada saat bersamaan, mitra Zipmex lainnya, Babel, turut mengalami masalah likuiditas. Pada 20 Juli 2022, Zipmex mulai memiliki keraguan serius tentang kemampuan Babel untuk menyelesaikan masalah likuiditas Zipmex dalam jangka pendek.

Oleh karenanya, untuk mencegah volatilitas pasar jangka pendek Zipmex mengambil keputusan untuk menghentikan sementara transfer antara Z Wallet dan Trade wallet. Ini bertepatan dengan pemeliharaan rutin dan terencana dari aplikasi dan server Zipmex.

Baca juga: Anti Boncos! Ini Cara Investasi Kripto yang Aman dan Menguntungkan

Namun pada Kamis, 21 Juli 2022 pukul 18.00 WIB, Zipmex telah kembali membuka penarikan atau withdrawal untuk para penggunanya.

Diselidiki Otoritas Thailand

Melansir dari laporan katadata.co.id, Komisi sekuritas dan bursa Thailand (SEC) menyelidiki ada tidaknya potensi kerugian masyarakat setelah bursa kripto Zipmex menangguhkan penarikan dana bulan lalu. Penyetopan penarikan dana juga terjadi di Indonesia.

Selain di Thailand, Zipmex memang beroperasi di Indonesia, Singapura, dan Australia. 

Zipmex menangguhkan penarikan dana untuk fiat dan aset pengguna, karena masalah keuangan rekanan, termasuk bandar kripto bangkrut, Celsius.

SEC pun menyelidiki kemungkinan pengguna rugi, setelah bursa kripto itu menangguhkan sementara penarikan dana. SEC bekerja sama dengan penegak hukum Thailand.

Dalam penyelidikannya, SEC mengumpulkan semua informasi yang diperlukan dari pengguna Zipmex tentang bagaimana mereka terpengaruh oleh masalah yang ada di bursa kripto itu.

SEC mengeluarkan pengumuman pada (25/7/2022) bahwa pengguna Zipmex dapat mengirimkan informasi melalui forum online di situs resmi SEC Thailand tersebut.

Baca juga: Zipmex vs Indodax: Dua Platform Jual Beli Aset Kripto Populer, Mana yang Lebih Baik? 

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Ancaman Resesi Ekonomi Global 2023, Tetap Yakin Ingin Cicil Rumah?

JAKARTA, duniafintech.com - Ekonomi global diprediksi akan menghadapi resesi ekonomi global. Hal itu terlihat dari beberapa kebijakan bank-bank sentral di berbagai negara dengan mengeluarkan...

Pinjol Cepat Cair 2022 Limit Besar Resmi, Ini Rekomendasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol cepat cair adalah pinjaman yang diajukan via aplikasi di smartphone, dengan proses pencairan dana cepat. Saat ini, pinjol yang berizin Otoritas...

Berita Kripto Hari Ini: Apa Kabar Bursa Kripto Indonesia?

JAKARTA, duniafintech.com – Berita kripto hari ini akan mengulas soal perkembangan bursa kripto Indonesia yang masih belum diluncurkan. Adapun sebelumnya, bursa kripto pun sempat molor—sebagai...

Berita Bitcoin Hari Ini: Sempat Menguat, Bitcoin Melemah!

JAKARTA, duniafintech.com – Berita Bitcoin hari ini akan mengulas soal harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya dengan pergerakan yang beragam. Pada perdagangan pagi ini, mayoritas...

Kerangka Kerja Inklusi Keuangan Fokus Digitalisasi dalam Presidensi G20 Indonesia

JAKARTA, duniafintech.com - Presidensi G20 Indonesia menyusun Kerangka Kerja Inklusi Keuangan sebagai panduan bagi setiap negara untuk mendorong digitalisasi guna menciptakan ekonomi yang inklusif...
LANGUAGE