28.4 C
Jakarta
Minggu, 2 Oktober, 2022

Sri Mulyani Bawa Kabar Tak Enak, Subsidi Energi Akan Bengkak? 

JAKARTA, duniafintech.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan jika pemerintah tidak menaikkan harga BBM, maka anggaran Rp502 triliun untuk subsidi energi tahun ini tidak akan cukup.

Sri Mulyani memproyeksi subsidi energi bisa meningkat tahun ini. Hal itu terjadi jika pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

Sejauh ini, menurut dia, pemerintah telah berupaya menekan kenaikan harga BBM dan listrik. Caranya dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp502 triliun untuk subsidi dan kompensasi energi untuk tahun ini.

“Kita perkirakan subsidi itu harus nambah lagi, bahkan bisa mencapai Rp198 triliun, itu di luar Rp502 triliun. Nambah kalau kita tidak menaikkan harga BBM,” ujar Sri Mulyani, dilansir dari IDX Channel, Rabu (24/8/2022). 

Baca juga: Soal Harga BBM Subsidi, Jokowi Minta Sri Mulyani Hitung Ulang Beban APBN

Menurut Sri, kalau pemerintah tidak melakukan apa-apa, dan tidak menerapkan pembatasan BBM subsidi, maka anggaran Rp502 triliun tersebut tidak akan cukup. 

Baca juga: Duh! Hak Nasabah Jiwasraya Belum Terpenuhi, Sri Mulyani-Erick Thohir Dituntut Ikut Tanggung Jawab

“Nambah lagi bisa mencapai Rp 698 triliun. Tapi perhitungan ini hanya untuk subsidi BBM jenis Solar dan Pertalite saja, di luar dari perhitungan subsidi untuk LPG dan listrik, karena LPG dan listrik sudah masuk yang kemarin di laporan semester I yang kita sudah naikkan, saya tidak membuat exercise,” ungkap Sri. 

Namun dia menyebutkan, apabila tren volume penggunaan BBM subsidi masih meningkat, tentunya berbagai pertimbangan akan disiapkan pemerintah. Misal, pertimbangan subsidinya ditambah hingga Rp698 triliun, atau volumenya akan dikendalikan melalui pembatasan.

“Dan pertimbangan ketiga adalah menaikkan harga BBM. Tiga-tiganya sama sekali enggak enak,” katanya.

Sri mengatakan APBN sudah menanggung beban yang sangat berat karena anggaran subsidi dan kompensasi yang membengkak tiga kali lipat ke Rp502 triliun. Namun, angka itu pun masih kurang jika melihat kondisi saat ini. 

“Itu sudah naik tiga kali lipat ternyata masih kurang lagi. Keputusan nantinya yang akan diambil pemerintah masih dibahas lebih dalam, para menteri masih saling berkoordinasi,” ujar Sri.

Baca juga: Ada Kabar Buruk Nih dari Sri Mulyani, Indonesia Harus Bersiap!

Baca terus berita fintech Indonesia dan kripto terkini hanya di duniafintech.com.

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Kartu Debit Mandiri: Jenis-jenis hingga Cara Membuatnya

JAKARTA, duniafintech.com – Kartu debit Mandiri senantiasa memberikan kemudahan dalam bertransaksi di banyak tempat dan di waktu kapan saja. Sebagai informasi, kalau dibandingkan dengan uang...

Call Center Allianz Asuransi dan Layanan Pengaduannya

JAKARTA, duniafintech.com – Call Center Allianz asuransi dan layanan pengaduannya tentu penting diketahui oleh para pemilik polis/nasabahnya. Seperti diketahui bersama, Allianz Indonesia menjadi salah satu...

Jenis-jenis Mining Bitcoin, Bisa Dilakoni Buat Mendulang Cuan! 

JAKARTA, duniafintech.com - Mining atau menambang bitcoin ada berbagai jenis juga lho. Ini perlu diketahui bagi seorang investor crypto. Karena selain trading, ada cara...

Wow, Hampir Rp 1 Triliun Bitcoin Dibekukan Terkait Kasus Bos Terra Luna

JAKARTA, duniafintech.com – Otoritas Korea Selatan meminta dua platform jual beli kripto untuk membekukan Bitcoin senilai US 60 juta dollar yang terkait dengan Bos...

Asuransi Rumah Tinggal Terbaik, Ini 5 Rekomendasi Produknya

JAKARTA, duniafintech.com – Asuransi rumah tinggal, apa itu? Adapun rumah tinggal adalah tempat beristirahat hingga berkumpul bersama keluarga. Fungsi rumah tinggal ini membuat siapa pun...
LANGUAGE