26 C
Jakarta
Selasa, 31 Januari, 2023

Startup Finantier Hadirkan Layanan Open Finance

DuniaFintech.com – Layanan open finance? Istilah tersebut pasti masih asing dibeberapa masyarakat. Layanan open finance, memungkinkan perusahaan finansial menggunakan sambungan API (Application Programming Interface) untuk mengefisiensikan beberapa proses. Hal tersebut pun dihadirkan oleh startup Finantier.

Pengembang Layanan Open Finance

Startup Finantier merupakan salah satu perusahaan rintisan pengembang layanan open finance. Startup ini memiiliki tiga kapabilitas utama yang ditawarkan, yakni melakukan verifikasi identitas melalui data yang dimasukkan pengguna atau data bank yang sudah dimiliki; membantu bisnis mengelola data mentah dengan machine learning; dan menghadirkan fitur untuk mengakomodasi pembayaran yang dilakukan rutin atau langganan.

Startup Finantier yang didirikan Diego Rojas, Keng Low, dan Edwin Kusuma tersebut berupaya membantu para lembaga jasa keuangan, terutama yang masih konvensional dan ingin bertransformasi ke tanah digital, untuk pengolahan data, credit scoring, dan infrastruktur electronic Know Your Customer (e-KYC).

Application Programming Interface (API) dan infrastruktur open finance dalam startup ini akan membantu lembaga keuangan dalam menekan cost pengembangan bisnis digital.

Baca juga:

Prinsip Open Banking

Finantier yang bergerak dengan prinsip-prinsip open banking akan memberikan konsumen keleluasaan mengakses data dengan aman dalam menggunakannya dengan optimal untuk berbagai platform.

Ekosistem ini jelas akan membantu suatu perusahaan perbankan, multifinance, asuransi, koperasi, asuransi, dana pensiun, dan berbagai jenis fintech mempercepat time-to-market dan memangkas biaya dalam pengembangan solusi digital yang didesain khusus atau tailored.

Di Indonesia sendiri aturan open banking ada di ranah Bank Indonesia. Sampai saat ini, standar Open API sedang dalam tahap pematangan.

Sejak Juli 2020 lalu, BI sudah mengumumkan segera merilis standar Open API, memungkinkan kolaborasi antara bank dan fintech mewujudkan ekosistem layanan keuangan yang inklusif.

Open API adalah program aplikasi yang memungkinkan perusahaan terintegrasi antar sistem.

Di Indonesia sendiri beberapa startup layanan API untuk mengakomodasi berbagai pembayaran. Salah satu yang terlengkap adalah Ayoconnect, menawarkan API untuk transaksi, pembayaran, sampai ke pengelolaan data transaksi

Dengan pendekatan berbeda, ada juga solusi open banking berbasis API yang disediakan Brankas, memungkinkan pengembang memfasilitasi berbagai transaksi dari pengguna ke bank.

(DuniaFintech/ Dinda Luvita)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Investasi Sektor Manufaktur Naik 52 Persen di Tahun 2022, Tembus Rp497,7 Triliun

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi pada sektor industri manufaktur di Tanah Air terus meningkat meski di tengah dinamika geopolitik dunia yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi global....

Daftar HP Samsung Terbaru 2023 Dari Berbagai Seri

JAKARTA, duniafintech.com - Samsung dikenal sebagai salah satu merek ponsel pintar atau HP favorit banyak orang, terutama bagi para pengguna sistem operasi Android. Pasalnya,...

Sri Mulyani Upayakan Sinergi APBN Kembangkan Produktivitas UMKM

JAKARTA, duniafintech.com - Sinergi APBN sebagai instrumen keuangan negara dengan para pelaku usaha menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani dapat mengamplifikasi pemulihan ekonomi Indonesia. Berkaitan dengan...

Moncer! Ekspor Mobil Surplus Capai 64 Persen

JAKARTA, duniafintech.com - Industri otomotif ekspor mobil surplus merupakan salah satu sektor manufaktur yang strategis karena berperan penting dalam upaya menopang perekonomian nasional.  Juru Bicara...

Berikan PMN, Sri Mulyani Minta BTN Penuhi Kebutuhan Rumah

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan hak untuk mendapatkan tempat tinggal, termasuk dari BTN, yang layak diatur dalam undang-undang. Namun...
LANGUAGE