25.6 C
Jakarta
Selasa, 28 Juni, 2022

Startup ‘Mati’, Elon Musk: Banyak Uang Dikasih ke Orang Bodoh

JAKARTA, duniafintech.com – Elon Musk mengaku tak terganggu sama sekali dengan rentetan masalah yang sedang melanda startup. Ia malah menyebut hal itu sebagai suatu hal yang baik.

Seperti diketahui dunia sedang mengalami dampak invasi Rusia ke Ukraina terhadap rantai pasokan, dan ancaman resesi global bahkan terjadi, hal tersebut merupakan masalah yang menjadi salah satu alasan banyak startup akhirnya ‘mati’.

“Ini sebenarnya hal yang baik. Sudah terlalu lama uang diberikan ke orang-orang bodoh. Beberapa kebangkrutan perlu terjadi,” kata Elon Musk yang juga menjabat CEO Tesla itu saat menanggapi pertanyaan pengguna Twitter, dikutip dari The Guardian.

“Semua hal tentang Covid-19, tinggal di rumah telah menipu orang untuk berpikir bahwa Anda sebenarnya tidak perlu bekerja keras,” ujarnya.

Baca jugaBanyak yang Belum Tahu, Ini Deretan Perusahaan Milik Elon Musk yang Bikin Kaya Raya

Melansir CNBC, Elon Musk mengklaim resesi baik karena perusahaan startup yang secara dengan arus kas negatif harus mati. Dengan begitu perusahaan-perusahaan itu akan berhenti menyerobot sumber daya yang seharusnya mengalir ke perusahaan sehat.

Namun, Tesla sebetulnya juga tumbuh dengan penggalangan modal US$20 miliar dari 2010 hingga 2018 sambil membukukan arus kas negatif US$9 miliar. Tahun lalu, merupakan tahun penuh pertama perusahaan menghasilkan laba.

Baca jugaElon Musk: Saya Akan Beli Coca-Cola dan Memasukkan Kokain Kembali

Tesla juga bertahan karena paket stimulus yang dibuat pemerintah Amerika Serikat (AS). Misalnya pada 2009, perusahaan menerima pinjaman US$465 juta sebagai bagian dari paket stimulus federal, yang pada dasarnya untuk membayar pengembangan dan pembuatan Model S.

Selain itu Tesla juga mendapatkan keringanan pajak untuk kendaraan ramah lingkungan dan rutin membantu dirinya sendiri untuk subsidi perusahaan. 

Sejak Agustus lalu, perusahaan menerima insentif sekitar US$64 juta untuk pindah ke Austin Texas dan membangun pabrik baru Giga Texas.

Perusahaan Elon Musk lain juga mendapatkan manfaat dari ini. LA Times pada tahun 2015 melaporkan jumlahnya hampir US$5 miliar dalam bentuk dukungan pemerintah, termasuk SpaceX yang mendapatkan kontak US$2,89 miliar dengan NASA dan kontrak angkatan udara senilai US$653 juta.

Baca jugaWaduh Kacau! Elon Musk Sempat Cekcok dengan Salah Satu Kreator Dogecoin

 

Penulis: Kontributor/Panji A Syuhada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Kelebihan P2P Lending Syariah Untuk Dana Pendidikan

JAKARTA, duniafintech.com - Nilai manfaat dari sistem P2P LendingSyariah mampu memberi peluang penting bagi banyak aspek. Terkadang tidak hanya untuk bidang investasi hingga UMKM...

Harga Kripto 28 Juni 2022 Belum Bergairah, Bitcoin Cs Naik Tipis

JAKARTA, duniafintech.com - Harga kripto jajaran teratas termasuk bitcoin masih melanjutkan koreksi pada Selasa (28/6/2022) pagi. Bahkan mayoritas kripto jajaran teratas lainnya masih berada...

Banyak yang Belum Tahu, 5 BUMN Ini Berikan Gaji Besar Buat Fresh Graduate

JAKARTA, duniafintech.com - Bekerja di badan usaha milik negara atau BUMN menjadi keinginan bagi para pencari kerja. Selain jenjang karir yang cukup baik, gaji,...

Bisa Jadi Pelajaran Untuk Waspada, Ini Daftar Pencurian Kripto Terbesar dalam Sejarah

JAKARTA, duniafintech.com - Investasi aset kripto semakin populer era kini. Masyarakat dunia mengenal kripto sebagai instrumen investasi. Namun juga, afa banyak pencurian kripto yang...

Daftar Biaya CT Scan di Rumah Sakit Terlengkap

JAKARTA, duniafintech.com – Besaran biaya CT scan di rumah sakit memang variatif bervariasi, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Adapun faktor-faktor itu terdiri dari rumah sakit,...
LANGUAGE