25.5 C
Jakarta
Senin, 26 Juli, 2021

Strategi Tepat Membeli Saham IPO

duniafintech.com – Strategi merupakan hal terpenting untuk menjadi fondasi khususnya bagi para pemain saham. Bagi para pemain saham, Istilah IPO (Penawaran umum perdana atau Initial public offering) tampaknya tidak asing lagi.

Baca juga : Sinergi Foundation Dorong Masyarakat Produktif

IPO sudah biasa dilakukan perusahaan untuk membuka kepemilikan saham pada investor umum. Tidak hanya menerbitkan saham pertama, perusahaan juga bisa menjual saham kedua. Dengan membeli saham dalam IPO digadang-gadang akan mendatangkan banyak keuntungan. Namun sebenarnya tidak semudah itu, karena banyaknya peminat saat saham tersebut melantai di lantai bursa.

Dalam membeli saham IPO yang perlu digaris bawahi adalah bukan sekedar membeli dengan cepat. Untuk itu, terdapat beberapa strategi yang harus dilakukan agar bisa mendapatkan saham IPO sekaligus meraih banyak keuntungan. Berikut strategi tersebut:

  1. Memperhatikan tren saham IPO

Ketahuilah bahwa tidak semua saham IPO itu bagus untuk trading. Karena itu Anda  harus lebih selektif dalam memilih, memperhatikan dan menganalisis dengan cermat terkait pergerakan dan tren saham-saham IPO. Sebaiknya Anda menghindari saham yang harganya terus-terusan turun dari hari pertama hingga beberapa.

Tren IPO yang baik untuk investasi adalah saham yang memiliki kecenderungan naik atau fluktuaktif, serta memiliki bid-offer yang likuid. Saham yang sehat seperti inilah yang dapat Anda trade atau hold. Sebaliknya hindari membeli saham yang cenderung volatil.

  1. Menghindari membeli saham pada hari pertama IPO

Di hari perdana, biasanya banyak saham IPO yang tampaknya menjanjikan. Harganya naik tajam, hingga lebih dari 20 persen dan terkesan menggiurkan, Namun sebaiknya, Anda tidak gegabah, tahan diri Anda untuk membelinya. Pasalnya peminat saham tersebut pun juga cukup banyak. Untuk itu, ditekankan meskipun saham naik hingga 3-5 hari ke depan, kemungkinan besar harganya akan jatuh pada minggu berikut.

Sebaiknya, Anda menunggu hingga harga saham IPO mulai stabil. Dalam artian saham tersebut sudah tidak memiliki over demand beli dan penurunan harganya tidak terlalu tajam. Anda pun bisa memulai saham ini, baik di bawah satu minggu maupun untuk jangka waktu yang cukup lama.

Baca juga : Insurance Checkup Tersedia di Policy Genius

3. Memanfaatkan momentum scalping trading

Scalping trading adalah sebuah strategi membeli saham dalam tempo waktu yang cepat atau tiktok. Saham yang dibeli biasanya bersifat volatil dengan tujuan memperoleh keuntungan dalam waktu cepat. Terkadang waktu jangka waktu scalping trading ini berkisar 15 menit saja. Itu pun sudah waktu maksimal.

Strategi ini memang memiliki risiko karena terkesan gambling. Untuk itu, ada baiknya strategi ini hanya dilakukan oleh orang yang benar-benar mengerti saham dan seluk-beluknya.

Beberapa minggu setelah dibuka, biasanya dalam IPO ada beberapa saham yang berpotensi untuk dimanfaatkan dalam scalping trading. Meskipun pergerakan saham sudah tidak seliar hari-hari pertama IPO, pergerakan saham biasanya sudah cukup stabil sehingga bagus untuk scalping trading.

Itulah beberapa strategi membeli saham IPO bila ingin mendapatkan keuntungan. Memang sebagai pemain saham, Anda harus mengerti seluk-beluk saham sebelum terjun ke dalam trading-nya.

 

Written by : Dinda Luvita
Picture : Pixabay.com

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

DIREKTORI LIST

ARTIKEL TERBARU

Qoala Insurtech Ungkap Strategi Digital Marketing Tahun 2021

DuniaFintech.com - Pandemi Covid-19 memberikan banyak perubahan di berbagai aspek bisnis, termasuk gaya pemasaran di setiap industri. Namun, pandemi justru memberi peluang bagi perusahaan...

Fintech Santara, Investasi di Bisnis UMKM dengan Sistem Equity Crowdfunding

DuniaFintech.com - Fintech Santara merupakan platform equity crowdfunding yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan. Equity crowdfunding itu sendiri adalah istilah untuk layanan urun...

Jenis-jenis Produk Pinjaman Bank Syariah Indonesia

Sebagaimana bank-bank lainnya, Bank Syariah Indonesia atau BSI juga memiliki produk pinjaman bagi nasabahnya. Apa saja jenis pinjaman bank syariah? Perlu diketahui, Bank Syariah...

PasarPolis, Perusahaan Asuransi dengan User Experience Terbaik

PasarPolis merupakan perusahaan asuransi yang telah hadir sejak tahun 2015 untuk merevolusi industri asuransi yang selama ini cenderung sulit. Dengan memanfaatkan teknologi terbaru, PasarPolis...

Bareksa, Marketplace Investasi Digital Pertama di Indonesia

Bareksa merupakan marketplace investasi reksadana digital terintegrasi pertama di Indonesia. Startup financial technology (fintech) ini milik PT Bareksa Portal Investasi yang berdiri pada 17...
LANGUAGE