Tak Dapat THR, Simak Cara Ini untuk Optimalkan Keuanganmu

0
83
Merdeka Finansial
Ilustrasi

Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi harapan bagi karyawan. Namun, dengan kondisi pandemi seperti ini, banyak perusahaan yang tidak mampu membayarkan THR karyawannya. Simak cara ini untuk optimalkan keuanganmu. 

Pandemi atau wabah COVID-19 membuat perekonomian melemah. Banyak perusahaan yang tutup karena tidak mampu bertahan karena wabah ini. 

Baca Juga : 5 Ide Bisnis Rumahan Jelang Lebaran Pandemi yang Bikin Cuan

Baca Juga : Bisnis Dropship, 6 Ide Jualan Ini Bisa Dicoba Pemula

Tetapi, setahun berlalu, sudah banyak perusahaan yang kembali beroperasi. Kamu mungkin sudah kembali bekerja. Tetapi, meski masih dalam ‘posisi merangkak’, ada banyak pembayaran atau pengeluaran perusahaan yang terpaksa tidak dikeluarkan. 

Salah satunya pembayaran THR karyawan. Ada yang tidak full. Bahkan, ada juga perusahaan yang mengumumkan tidak mendapatkan THR. 

Nah, di bawah ini kita akan membahas cara mengoptimalkan keuangan meski tidak mendapatkan tunjangan. Mari kita simak. 

Jangan Marah Bila Tak Ada THR, Selalulah Bersyukur

Mengetahui perusahaan tempat kamu bekerja tidak mampu membayarkan THR mungkin membuatmu panik dan marah. Kamu mungkin tidak bisa menerima hal tersebut. 

Namun, jika melihat kondisi perekonomian yang belum pulih seperti saat ini, ada baiknya kamu bersyukur. Di kondisi seperti sekarang, masih bisa bekerja merupakan sebuah hal yang patut disyukuri. 

Kamu juga tidak perlu menunjukkan aksi protes kepada perusahaan mu yang tidak bisa membayarkan THR. Tidak ada gunanya, malah justru akan membuat masalah di kemudian hari. 

Jadi, kamu tidak perlu marah bila tidak mendapatkan THR. Karena tidak mendapatkan THR bukanlah akhir dari segalanya. 

Yang perlu kamu lakukan adalah bersyukur, masih bisa bekerja di kondisi pandemi seperti sekarang. 

Optimalkan Keuangan, Catat Seluruh Pengeluaran 

Kamu perlu mengoptimalkan biaya pengeluaran. Karena, biaya kebutuhan lebaran juga meningkat. Kamu perlu mencatat seluruh pengeluaran. 

Kemudian, kamu perlu meminimalisir pengeluaran, sebelum lebaran dan setelah lebaran. Kamu juga perlu mencatat apa saja yang perlu kamu beli. 

Optimalkan Keuangan, Hindari Hura-Hura

Tak perlu mengikuti gaya hidup temanmu yang hura-hura dan bersifat sementara. Kamu juga harus sabar menahan untuk mendapatkan barang yang kamu inginkan. 

Fikirkanlah soal bagaimana Lebaran mu bisa lebih berkah dari pada harus membeli barang yang kamu inginkan, apalagi tidak perlu. Apalagi jika bersifat hura-hura atau hanya untuk pamer-pamer saja.

Kamu perlu membayar kewajiban seperti Zakat Fitrah dan lain-lain agar Lebaran kamu berkah dan bisa kamu nikmati. 

Tetap Gembira Menyambut Lebaran, Meski Tak Ada THR

Tak dapat THR bukanlah akhir dari hidupmu. Kamu masih bisa berbahagia. Maka, bergembiralah dan bersyukurlah saat Lebaran. 

Tidak perlu iri jika melihat orang berbaju baru, gadget baru dan lain-lain. Kamu hanya perlu bergembira dan bersyukur masih diberikan kesehatan dan kesempatan saat Lebaran. 

Karena ada banyak orang yang tidak bisa Lebaran dan hanya terbaring lemah di rumah sakit. Karena mengidap COVID-19 atau penyakit lain misalnya. 

Bangkit Setelah Lebaran

Jika kamu ingin membeli sesuatu saat Lebaran, ada baiknya kamu menunda membelinya setelah Lebaran. Kamu masih bisa menabung untuk membeli barang yang kamu inginkan. 

Artinya, setelah Lebaran, kamu masih bisa semangat kerja lagi. Jangan pernah menyerah dan pasrah dengan keadaan. Tetap semangat meraih apa yang kamu inginkan agar Lebaran tahun depan bisa kamu manfaatkan dengan baik. 

Penulis : Contributor

Editor : Gemal A.N. Panggabean

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here