26.7 C
Jakarta
Jumat, 30 September, 2022

Tarik Pajak Perusahaan Raksasa Teknologi, Filipina Ikuti Sri Mulyani

DuniaFintech.com – Upaya menarik pajak dari perusahaan teknologi seperti Netflix, saat ini tengah menjadi salah satu kebijakan Sri Mulyani yang menjadi panutan bagi sejumlah negara lain, termasuk Filipina.

Wacana Undang-undang untuk memajaki raksasa teknologi seperti Facebook, Google, Youtube dan Netflix di Filipina kian menguat. Hal ini terjadi setelah parlemen tingkat rendah menyetujui usulan regulasi tentang pajak digital pada hari Rabu (29/7/2020). 

Namun, Rancangan Undang-undang (RUU) itu masih menunggu keputusan Senat. Jika disetujui menjadi UU, nantinya perusahaan-perusahaan tersebut harus membayar PPN sebesar 12%.

RUU itu bertujuan untuk mengumpulkan 29 miliar peso atau setara dengan US$590 juta. Uang itu rencananya akan digunakan untuk mendanai langkah-langkah pemerintah dalam memerangi COVID-19. 

“Jika perusahaan konvensional seperti batu bara dan lain-lain yang paling terpukul oleh pandemi harus membayar PPN, [maka] raksasa e-commerce tidak boleh dikecualikan,” kata anggota Kongres Joey Salceda dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga:

Mulai tahun depan, kata Salceda, dana yang dihimpun dari pajak tersebut juga akan digunakan untuk membiayai program digital seperti proyek broadband nasional dan pembelajaran digital. Hal ini guna mengantisipasi kesenjangan pendidikan yang terjadi di Filipina akibat banyaknya penutupan sekolah di tengah pandemi. 

Sebelumnya, hal serupa juga dilakukan oleh negara-negara Asia Tenggara lainnya untuk menghasilkan pendapatan dari layanan digital paling populer saat ini, salah satunya Indonesia. Produk digital seperti Spotify, Netflix, aplikasi dan game online dari dalam dan luar negeri dikenakan PPN 10%.

Sementara itu, Thailand pada bulan Juni lalu telah menyetujui RUU yang mewajibkan penyedia layanan digital asing untuk membayar PPN 7%.

(DuniaFintech/ Drean M.I)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Butuh Integrasi Pertumbuhan Hijau

JAKARTA, duniafintech.com - UOB Indonesia berpandangan bahwa proses integrasi pertumbuhan hijau ke dalam strategi pembangunan nasional akan menjadi kunci dari pertumbuhan ekonomi berkelanjutan jangka...

Potensi Resesi di Negara Maju Tahun 2023

JAKARTA, duniafintech.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan negara maju seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa sebagai negara penggerak perekonomian dunia, diprediksi akan memiliki...

Harga BBM Indonesia Masih Lebih Murah Dibanding Negara Lain

JAKARTA, duniafintech.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia masih tergolong lebih murah jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Jokowi...

Literasi Keuangan dan Inklusi Keuangan Timpang, Timbulkan Korban

JAKARTA, duniafintech.com - Literasi keuangan dan inklusi keuangan yang timpang, menjadi sorotan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Bamsoet sapaan akrab Bambang Soesatyo menyatakan indeks...

Pinjol Cepat Cair: Prosedur Pengajuan & Daftar Aplikasinya

JAKARTA, duniafintech.com – Pinjol cepat cair adalah pinjaman yang diajukan via aplikasi di smartphone, dengan proses pencairan dana yang cepat. Saat ini, pinjol yang berizin...
LANGUAGE