31 C
Jakarta
Rabu, 2 Desember, 2020

Teka-teki GoPay Hengkang dari Layanan GoJek? Simak Disini!

DuniaFintech.com – Sistem pembayaran elektronik GoPay disebut-sebut akan memisahkan diri dari layanan GoJek. Kabar tersebut mencuat setelah CEO Gopay saat ini, Aldi Haryopratomo akan meninggalkan jabatannya pada awal 2021. Nantinya, posisi tersebut akan terisi oleh COO Hans Patuwo.

Teka-teki tersebut semakin santer terdengar ketika Gojek akan membagi tim manajemen pada dua bisnis, yakni: layanan ride hailing dan layanan keuangan demi mendorong pertumbuhan.

Per 1 Januari 2021, Kevin Aluwi akan berfokus pada layanan ride-hailing dan jasa pengiriman makanan dan barang. Sementara, Andre Soelistyo akan menggarap bisnis pembayaran digital dan layanan keuangan Gopay sekaligus paylater.

“Kami melihat dua portofolio bisnis utama, bersama dengan layanan pembayaran digital dan keuangan, telah tumbuh semakin besar dan tiap portofolio butuh keterampilan dan fokus berbeda,”

“Seluruh lini produk menghasilkan margin positif,”

Baru-baru ini, Gojek mengklaim meraup USD 12 miliar (sekitar Rp170,5 triliun) dari segi nilai transaksi kotor tahunan (GTV). Raihan ini meningkat 10% dari tahun sebelumnya.

Walau Gojek tak mengungkap detil pendapatan perusahaan, transaksi Gopay dengan paylater miliknya disebut memberi kontribusi hingga 3 kali lipat. Terlebih, sejak 2018, sektor finansial telah berkontribusi paling besar terhadap GTV perusahaan.

Baca juga:

Penyebab Kemungkinan GoPay Hengkang dari Layanan GoJek

Bhima Yudhistira perwakilan dari badan riset ekonomi dan pembangunan, INDEF, menyebut GoPay memberi kontribusi utama pendapatan GoJek saat ini. Menurutnya, di tengah berlakunya pembatasan aktivitas di masa pandemi COVID-19, layanan utama antar-jemput (ride-hailing) mengalami penurunan.

“Penghasilan dari Gopay dapat dianggap sebagai pengganti pendapatan yang hilang dari ride-hailing,”

Bhima melanjutkan, layanan GoPay layak dijadikan prioritas untuk pihak GoJek saat ini. Ia menilai, GoPay sebagai jenis layanan keuangan berbasis teknologi (fintech) tengah dilirik beberapa investor lantaran menjadi solusi selama masa pandemi dan paska pandemi.

“Jika Gopay masuk ke sektor perbankan digital, mereka bisa menjadi pemain dominan di Indonesia,”

DuniaFintech/Fauzan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

-Inline sidebar-

ARTIKEL TERBARU

Kenali Untung Rugi Menggunakan Paylater Bagi Para Milenial

Duniafintech.com - Fitur PayLater kian populer dikalangan milenial, sebab fitur pembayaran paylater ini bisa digunakan untuk membayar ‘nanti’ berbagai macam transaksi mulai dari kebutuhan...

Pemerintahan Venezuela Siap Perbanyak Penambangan Cryptocurrency

DuniaFintech.com - Pemerintahan Venezuela dibawah rezim Nicolas Maduro akan menggencarkan penambangan cryptocurrency atau bisa disebut mata uang digital. Hal ini dilakukan agar negara tersebut...

Kasus COVID-19 Melonjak, Harga Emas 1 Desember Terinjak

DuniaFintech.com - Harga emas 1 Desember 2020 di penyelenggara PT Pegadaian kembali melemah setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan data kasus aktif dan angka kesembuhan COVID-19 yang...

Pintek Mendapat Pendanaan dari Finch Capital untuk Tingkatkan Akses Pendidikan

DuniaFintech.com – Pintek mendapat pendanaan dari Finch Capital? Ya! Perusahaan teknologi finansial yang memberikan pembiayaan pendidikan untuk siswa hingga lembaga pendidikan, berhasil mendapatkan...

Bidik Digitalisasi di Sektor Koperasi, LinkAja Gandeng Kospin Jasa

Duniafintech.com - Penyedia layanan uang elektronik LinkAja gandeng kospin jasa (Koperasi Simpan Pinjam JASA) untuk mendorong digitalisasi koperasi. Kerja sama yang dilakukan mencakup integrasi...
LANGUAGE